Thank you for the moral support, Rez. Ya memang mengerikan sekali keadaan waktu itu. Buat gue yang sudah sering adventure travelling termasuk river rafting dari sungai ke sungai lebih dari 7 kali saja sangat mengerikan, apalagi buat orang2 lain yang belum pernah melihat derasnya arus sungai.
Sewaktu di dalam raft pun belum aman karena para rescuers masih harus berjuang melawan derasnya arus, dibantu dengan tambang yang terikat di raft mereka yang terhubung dengan posko SAR. Tetapi keadaan tambang yang menjaga kestabilan raft itu sudah tergesek2 pagar2 dan barbed wire yang ada disekitarnya. Bahkan di beberapa titik terlihat sambungan yang dibuat dengan simpul ala pramuka. "Yang bisa dayung... bantu!" itu salah satu instruksi SAR yang terdengar oleh gue yang takjub melihat keadaan tambang pengaman. Gue pikir kalau tambang itu putus maka satu tenaga pendayung bisa jauh berbeda. Untung lah gue masih ingat instruktur river rafting dulu mengenai cara2 mendayung melawan arus. Yo wis, gue langsung ambil dayung dan duduk di pinggir raft mendayung . Ternyata hobby dekat dengan alam punya manfaat yaitu I can master my fear easier than other people who were mostly stunned by the scenes, and then kebanyakan hanya komat-kamit baca doa tanpa berbuat sesuatu yang berguna. Yang lebih serem, raft lain nya terbalik dan 2 orang tetangga gue terseret arus entah kemana. I didn't have time to look, tapi kata tetangga2 yang lain, mereka fortunately nyangkut di tembok rumah orang sehingga tidak terbawa sampai entah kemana.. tapi tas yang berisi uang dan surat2 penting milik mereka terlepas dan hilang. You know, gue sudah pernah punya pengalaman terseret arus di sungai citarik di sukabumi karena raft yang terbalik dalam waktu kurang dari 3 menit gue sudah terseret ratusan meter. Tetapi karena saat itu gue memaka life vest maka gue mudah terlihat dan diselamatkan. Gak kebayang tetangga gue yang tanpa alat bantu apa2 terseret arus. Kalau gak tersangkut tembok pagar rumah (yang untung nya bukan besi atau kayu atau barbed wire) maka mereka udah sampe teluk jakarta deh. Anyway, Bangkok memang pernah turun beberapa meter (anjlok) karena semua orang mengambil air tanah. Jakarta juga lama2 akan mengalami hal yang sama. Nanti saat hal itu terjadi barulah sumur resapan jadi peraturan. Seperti biasa, orang kita gak pernah kenal tindakan preventif atau maintenance. Iya, Adnin juga rencana memang mau bikin sumur resapan di rumah kita di rawamangun nanti. Rencana nya sih paling lambat bulan september 2007 kita akan pindah ke sana. Mudah2 an sih terlaksana sebelum nya. Once again, thanks for your support ya. Salam, Indie --- In [email protected], Reza Aminy <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Duh Ndah, alhamdulillah loe dan Adnin dan ibu bisa aman sampai ke perahu > dengan berenang... Bacanya kebayang ujung2 pagar yang bahaya, blum kalo > ada yang pake barbed wire, kebayang arus yang kencang... > > Udah gitu baca pula kerugian yang dialami, TV, mesin cuci, kulkas, dll. > dll. duh duh duh duh... Blum komik2 novel2 ensiklopedi! udah dikumpulin > bertaun-taun =( =( =( > > Tapi sekali lagi, alhamdulillah untuk keselamatan Indah sekeluarga, > sungguh menyadarkan kita semua, minimal gue... > > Ada cerita dari Thailand mengenai kekeringan yang mereka alami beberapa > taun yang lalu. Untuk mengatasinya pemerintah mewajibkan setiap rumah > dengan syarat tertentu untuk membuat sumur resapan, akibatnya masalah > kekurangan air mereka terpecahkan dan laporannya tanah jadi subur dan > hijau. Selain cerita ini gue juga udah denger beberapa kali keluarga > yang pake sumur resapan hampir tidak pernah mengalami kesulitan air. > Sejak itu gue bertekad kalo nanti bisa punya rumah sendiri, harus pake > sumur resapan. Kmarin2 juga ada kabar SMA yang ga terlalu banjir karena > punya enam sumur resapan. > > Adalah mustahil mengharapkan pemerintah dapat mempertahankan daerah > resapan yang ada, let alone memperluas. Daripada gitu mending bikin > sumur resapan yang kecil2 tapi sangat banyak. Cadangan air tanah > bertambah, tanah jadi subur dan hijau dan moga2 bisa mengurangi aliran > air di got2/kali2 sehingga mengurangi banjir... Yuk yuk kita populerkan > sumur resapan. > > Reza Aminy > > [EMAIL PROTECTED] > > [EMAIL PROTECTED] > >
