waktu itu persepsi bung...

________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Eri
        Sent: 15. helmikuuta 2007 18:05
        To: [email protected]
        Subject: [Indo-StarTrek] "TIME"
        
        

        Hi,
        
        Karena lagi hangat2nya membahas masalah time travel, saya jadi
tergelitik
        untuk membahas satu hal yang sangat menarik ini; Waktu. dan
kaitannya dengan
        dunis entertainment.
        
        [mules mode: ON]
        
        Waktu tadinya dianggap sebagai satu hal yang lepas, bebas
sendiri, suatu
        komponen yang konstant.
        Kemudian dengan berkembangnya penelitian fisika teoretis,
berhasil
        dibuktikan bahwa waktu tidaklah konstant.
        Dengan gravitasi yang tinggi, waktu bisa dibengkokkan.
        
        Seperti halnya cahaya yang ternyata juga bisa di distorsi,
dilengungkan arah
        rambatnya hingga ke titik yang paling extrim; berhenti.
        
        Satu penyebabnya: Gravitasi.
        
        Bila cahaya bergerak lurus lalu mendekati suatu benda masif
seperti bintang,
        maka cahaya akan berubah arahnya karena terdistorsi oleh
gravitasi bintang.
        berubahnya arah rambat cahaya dipengaruhi oleh berapa besar
gravitasi
        bintang tersebut. Semakin masif bintang, maka semakin lengunglah
arah rambat
        cahaya itu.
        
        Lalu apa hubungannya dengan waktu? kelengkungan cahaya berarti
kelengkungan
        ruang karena melengkungnya rambat cahaya sama dengan
melengkungnya ruang
        tempat cahaya itu merambat. melengkungnya ruang berarti
berubahnya waktu
        tempuh cahaya dan apa pun yang berada di sekitar lintasan cahaya
yang
        melengkung itu.
        Inilah hubungannya. cahaya terdistrosi = ruang terdistorsi =
waktu
        terdistrorsi.
        
        Bagaimana kalau bintang itu sangat masif? seberapa besar
kelengkungan
        ruang-waktu yang terjadi?
        Mari kita ambil contoh yang paling extrim: Black Hole.
        Black hole tercipta dari runtuhnya bintang karena kehabisan
energi. masa
        bintang runtuh menjadi kecil karena setiap atom pembentuk
bintang mengalami
        keruntuhan; electron yang mengelilingi inti atom jatuh ke inti
atom. Namun
        tidak bagi gravitasi. Gaya gravitasi setiap partikel akan
terakumulasi
        menjadikan bintah runtuh bergaya gravitasi sangat besar hingga
cahaya pun
        tidak dapat lolos. Bila cahaya saja tidak dapat lolos maka kita
tidak bisa
        melihat bintang runtuh tersebut. Bintang runtuh hanya dapat
diketahui
        keberadaannya dari cahaya di sekelilingnya (di radius bintang
sebelum runtuh
        = event-horizon) mengelilingi suatu obyek gelap/hitam. Makanya
dinamakan
        lubang hitam / black hole.
        
        Cahaya yang merambat dekat dengan black hole akan terdistorsi
dengan
        kelengkungan yang sangat besar.
        Bila cahaya merambat ke event-horizon maka cahaya tersebut tidak
dapat
        melanjutkan perjalanannya karena tertarik oleh gravitasi namun
juga masih
        kuat unntuk tidak tercemplung ke dalam black hole. Apa yang
terjadi? cahaya
        akan melayang2 di event-horizon.
        
        Apa yang terjadi dengan ruang-waktu? Ruang mengalami
kelengkungan yang
        dahsyat. untuk mengerti "kelengkungan" ini, anda boleh
membayangkan sebuah
        trampolin. cobalah anda gelindingkan bola bowling di tengah
trampolin, anda
        pasti akan melihat karet trampolin itu melendut keb awah
dikarenakan
        beratnya bola bowling. Sekarang bayangkan bola bowling (yang
berukuran sama)
        tapi beratnya 1000 kali lipat. trampolin akan melengkung ke
dalam. Inilah
        kondisi ruang yang terdistorsi di black hole.
        
        Nah seperti itulah kondisi ruang di event-horizon. bagaimana
dengan waktu?
        Di event-horizon waktu akan berhenti. Semua peristiwa berhenti
di
        Event-Horizon (= Horizon Peristiwa).
        
        -------------------------
        
        NAAAAAHHH.... dari penjelasan2 seperti di atas lah maka manusia
kemudian
        berkesimpulan bahwa "Waktu bisa dimanupulasi"
        kemudian muncullah ide "Time-Travel"
        
        -------------------------
        
        Stephen Hawking menegaskan bahwa Time Travel adalah tidak
mungkin.
        juga ditegaskan bahwa waktu berawal (di big bang) dan akan
bearkhir (di big
        crunch). waktu punya umur.
        Namun Stephen Hawking memperkenalkan suatu yang sangat eksotis
yang
        mencengangkan semua fisikawan teoretis terlebih lebih para
penulis cerita
        science fiction, antara lain:
        
        - Waktu imajiner
        - Paralel Universe
        - Alam semesta / waktu tak berujung.
        - dll...
        
        juga ada fisikawan lain yang turut menyungkan eksotisme; seperti
        - Superstring
        - Tachyon
        - dimensi tambahan (hingga 10)
        - dll...
        -------------------------
        
        Sekali lagi,
        NAAAAHH..... bertambah marak dan indahnya film2 science fiction
kita....
        
        Salam,
        Eri.
        
        -- 
        tix-oi sak-khet se-veh
        ("Live Long and Prosper")
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke