Gw melihat point utama-nya di sini:
 
Itulah yang menjadi dasar terbentuknya Federasi, setidaknya demikianlah
pandangan 
Roddenberry mengenai kemungkinan masa depan penghuni Bimasakti ini.
Persekutuan bisa 
terjadi setelah pihak-pihak yang terlibat bersedia menerima cacat yang
lain serta menjadi 
ikut serta untuk memperbaikinya. Itu pulah yang diangankan melalui Staw
Wars, atau Star 
Gate, atau apa pun yang dapat kita sebutkan di sini.
 
Kalau di management, mgk ini yg namanya sinergi dan continuous
improvement. 
 
Good point...ada yg mau diskusi management di sini?
 
Btw, apakah akan lebih menarik jika kita membicarakan studi kasus ttg
manajemen di star trek?
 
cuma ide aja....
 
Cheers
Is


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan
        Sent: 23. maaliskuuta 2007 3:05
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Mengapa saya suka Star Trek...
        
        

        Salam Sejahtera...
        
        Tiap orang dilahirkan berbeda dan tumbuh dengan cara yang
berbeda pula. Sesuatu yang 
        dianggap baik pada suatu masa, belum tentu akan tetap dianggap
demikian pada masa setelahnya.
        
        Ketika saya untuk pertama kalinya menonton Star Trek, ada
sesuatu yang asing yang hingga 
        kini tetap tidak dapat diterangkan dengan kata-kata yang pas.
Secara sederhana saya 
        mengatakan bahwa ia mengantarkan sesuatu yang baru pada saya.
Sesuatu ini pula yang 
        membuat saya seperti yang sekarang.
        
        Sekarang -dan demikian pula untuk seterusnya, 10 atau 1.000
tahun setelahnya- semakin 
        banyak yang ditawarkan dan dapat dijangkau dengan mudah.
Akibatnya semakin besar pula 
        derajat perbedaan dan derajat arah vektoral tiap orang, sehingga
setiap orang menjadi 
        semakin berbeda dengan yang lainnya. Lalu, apa yang akan terjadi
?
        
        Suka atau tidak suka, pemahaman Ptolomeus mengenai alam semesta,
yaitu geosentris, 
        merupakan salah satu batu penjuru ilmu falak. Tanpanya, mungkin
tidak akan terjadi 
        pengucilan pada Galileo Galilei, ketika ia menantang Vatikan
yang berkaitan dengan 
        pemahaman gereja mengenai alam semesta. Tanpanya pula, mungkin
tidak akan ada Alan Guth, 
        yang dikenal karena berkecimpung dalam kosmologi, khususnya
tentang alam sejajar yang 
        terbentuk setelah terbentuknya titik singularitas.
        
        Alam yang kita kenal sekarang, terpapar sesuai dengan pemahaman
berdasarkan penginderaan 
        ragawi kita (mata, telinga, hidung, kulit dan lidah). Namun
sebenarnya masih ada entah 
        seberapa banyak lagi 'lapisan' yang belum kita kenal, karena
keterbatasan penginderaan 
        kita. Mungkin bahasa Inggrisnya adalah "level of consciousness".
Mohon dimaklumi sekiranya 
        saya kurang tepat mengenai itu.
        
        Itulah cara saya memaknakan ST. Film ini bukan yang "ter-"
sepanjang masa, namun ia bagi 
        jendela bagi saya, karena membuat cakrawala saya menjadi luas,
setidaknya sejauh kemampuan 
        mata mengenali apa yang ada di depan sana, atau bergantung pada
bidang pandang lensa mata 
        saya. Ia menjadikan saya sampai pada -dan memilih- jalan yang
kemudian menjadi cara saya 
        memandang alam ini dan segala isinya, termasuk saya di dalamnya.
        
        Saya terkesan pada Descartes, yang mengatakan bahwa manusia ada
(came into being) karena 
        ia berpikir. Namun saya lebih condong pada pengajaran guru agama
saya, tahunan silam, yang 
        menyampaikan bahwa manusia ada karena ia percaya. Itu artinya
manusia merupakan bagian 
        suatu sistem yang entah seberapa besar ukurannya, yang bekerja
untuk menghasilkan sesuatu.
        
        Sesuatu tersebut tidak dapat secara jelas kita nyatakan, namun
kita percayai sebagai 
        tempat perhentian bagi kita semua, setelah menyelesaikan tugas
kita dalam sistem yang 
        besar itu. Ia akan berjalan dengan baik, ketika kita bersedia
menerima kenyataan bahwa 
        manusia dilengkapi dengan cacat dan cela, sehingga kita bisa
saling belajar dan memaafkan 
        kelemahan yang lain.
        
        Itulah yang menjadi dasar terbentuknya Federasi, setidaknya
demikianlah pandangan 
        Roddenberry mengenai kemungkinan masa depan penghuni Bimasakti
ini. Persekutuan bisa 
        terjadi setelah pihak-pihak yang terlibat bersedia menerima
cacat yang lain serta menjadi 
        ikut serta untuk memperbaikinya. Itu pulah yang diangankan
melalui Staw Wars, atau Star 
        Gate, atau apa pun yang dapat kita sebutkan di sini.
        
        Lalu bagaimana dengan Anda semua, para warga yang budiman dalam
milis ini ? Apakah Anda 
        sudah mendapatkan manfaat dari minat Anda selama ini, yang
menjadi pengikat kita sehingga 
        berkumpul dalam milis ini ? Apakah Anda 'mendengar' pesan dari
Sang Maha, melalui karya 
        para seniman yang sudah menuangkannya melalui skenario
serial-serial itu ? Ataukah itu 
        hanya menjadi salah satu pernik yang tidak berarti ?
        
        Kiranya panjang usia Anda dan sejahtera selalu...
        
        Sharif Dayan
        di Palembang
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke