Weekend lalu gue and hubby ke PIM2 tanpa ada rencana mau nonton. Tapi melihat bioskop agak sepi, mungkin karena summer blockbuster baru masuk awal mei maka kita iseng2 nonton deh.
Setelah melihat cast and crew di poster nya, akhirnya kita pilih SUNSHINE. Dengan pertimbangan karena cast nya lumayan ngetop, walaupun kurang percaya director nya. Ada Cillian Murphy, Chris Evans, Michele Yeoh dan Henry Sanada. Melihat nama Yeoh dan Sanada, kita berasumsi bahwa film ini pasti ada action nya karena kan keduanya sudah punya nama sebagai martial art actors. Fantasy/action bakalan seru nih. Mungkin demikian pula yang terpikirkan oleh puluhan ABG dan anak2 yang menonton siang itu diantar ortu nya. Warning: bagi yang sudah pernah nonton 28 DAYS LATER dan tidak terkesan, serta bukan penggemar DANNY BOYLE, gue sarankan untuk TIDAK MENONTON DI BIOSKOP atau NONTON DVD BAJAKAN saja deh. Ini bukan spoiler, so aman untuk dibaca: Sunshine adalah sci-fi drama yang mengisahkan perjuangan manusia bumi untuk merevitalisasi matahari yang sedang sekarat. Caranya adalah dengan mengirimkan misi untuk melemparkan semacam bom ke dalam core nya matahari (bom yang punya kekuatan untuk menghancurkan manhattan island and only manhattan island lho ya go figure, namanya juga film fantasy). Tetapi misi pertama yang diberi nama Icarus I gagal. Maka Icarus II dikirim. Nah kisah film ini menceritakan petualangan crew Icarus II dalam rangka meneruskan misi tersebut diatas. (Pemilihan nama Icarus I kedengaran sangat selain sangat pathetic juga termasuk unsure fantasy. Karena buat orang bumi yang percaya jinks should have known better not to use that name). We all know what happen to Icarus, toh? It's a give away! Namun seperti yang sudah bisa ditebak dengan mudah, maka mereka ketemu dengan bangkai pesawat Icarus I yang menyeramkan dan misterius, persis seperti gambaran film EVENT HORIZON. Lalu ada yang mengikuti mereka kembali ke Icarus II dan berusaha menggagalkan misi mereka. Mereka berhasil atau tidak menyelesaikan misi nya ya? Tapi walaupun ada mirip2 nya, kalau mengharapkan film ini seperti Event Horizon, akan kecewa. Karena script nya beda sekali. Event Horizon walaupun sama-sama gelap tetapi penulisan karakter nya sangat kuat, konsisten, dan penonton bisa mengikuti perkembangan karakter dari menit ke menit. Konflik pribadi pun diketengahkan dengan gaya mistery thriller. Sunshine not even close! Persis seperti 28 Days Later, maka jalinan kisah dirajut dengan sangat lambat dan menggunakan benang yang sewarna saja, lalu tiba2 terkesan berlari-lari pada 20 menit sebelum film berakhir. Walaupun dihiasi dengan berbagai special effect dan kecanggihan teknologi dan techno babbles yang lumayan banyak, lambatnya alur cerita dan script yang terlalu monoton membuat penonton tidak bisa bertahan duduk tanpa komentar. Bioskop pun mulai ramai dengan suara2 gurauan, terutama apabila ada dialogue atau scene yang tidak masuk akal atau klise dan sudah tertebak oleh penonton. Anak2 pun mulai malas menonton dan mengobrol sendiri. Mungkin seharus nya gue (yang pelupa ini) ingat sebelum nonton dan bukan baru sesudahnya bahwa film 28 Days Later juga di sutradarai oleh Danny Boyle, script nya ditulis oleh orang yang sama dalam film Sunshine ini, serta pemeran utama nya juga orang yang sama yaitu CILLIAN MURPHY. Oh iya, karena film ini adalah buatan Inggris, maka tim scientists yang ada di Icarus II kalau dilihat juga isinya adalah beberapa orang Inggris dan America saja, plus 1 orang Jepang, 1 orang China, 1 orang Korea. Tetapi, peranan ke 3 orang asia itu hanyalah penambal kisah saja atau memakai istilah penulis, karakter mereka hanyalah CARDBOARD CHARACTERS saja. Tidak digali, tidak dijelaskan, tidak dipaparkan alias berlalu tanpa kesan. IMO kesalahan terbesar script Sunshine adalah karakter villain yang digambarkan seperti cardboard juga. Karakter villain yang dibiarkan tertutup, mysterious mungkin maksud nya agar penonton ingin tahu, justru jadi boomerang bagi karakter heroes yang ingin diketengahkan. Apalah artinya seorang hero, tanpa villain yang impressive dan berkarakter? Batman tanpa Joker, atau Superman tanpa Lex Luthor, hanya sosok pria ganteng dan pintar saja. Apalah hebatnya Bruce Wayne dan Clark Kent tanpa conflict real dalam hidup pribadi mereka, mereka hanya orang2 terpilih dari ras nya. Sama juga dengan Cillian Murphy dan Chris Evans. Batman tanpa perlu melakukan action baku hantam, hanya duduk terdiam saja sudah bisa menyodorkan konflik kepada penonton, karena kekuatan karakter villain nya. Namun di Sunshine, semua kelihatan datar dan berwarna sama. Untuk ukuran sebuah ras diambang kepunahan, yang sudah 2 tahun dalam space travel, karakter2 itu kelihatan seperti wayang gak hidup gak real. Ditambah plot yang mudah ditebak, membuat penonton tahu bahwa tidak akan ada kesempatan untuk perkembangan karakter lagi. Bahkan Henry Sanada dan Michelle Yeoh yang kemampuan acting nya jauh lebih bagus banget diatas Cillian Murphy apalagi Chris Evans, terkesan mati, tidak kebagian dialogue dan plotting nya kaku sekali. So, kalau mau liat Yeoh atau Sanada berakting dan berdiri dengan gaya kaku, ya hanya ada di film ini. Jangan salahkan mereka, salahkan script dan sutradara. Sampai pada akhir film saat lampu kembali menyala, terdengar teriakan2 penonton yang membuat gue dan hubby tertawa. Para ABG yang mungkin merasa tertipu setelah mengorbankan duit jajan nya itu berteriak kearah projector: FILM APA INI????? Salam, Indie
