Hi guys,
Maaf akan membuat teman2 lebih mules lagi. Walaupun mungkin kedengarannya terlalu aneh, tapi gw pingin share aja. Siapa tau berguna. ---------------------------------- Ternyata dikala manusia mengharap bahwa Superstring sebagai Theory of Everything atau teori pamungkas yang akan menutup fisika selamanya, tidak lain adalah sebuah Threshold. Dengan diajukannya M-Theory, manusia menembus threshold itu dan dibawa ke sebuah alam teka-teki baru yang jauh lebih bizarre, aneh, dan meruntuhkan keyakinan kita akan hal yang selama ratusan tahun dianggap fundamental; yaitu "Space and Time" Di penghujung tahun 90-an, setelah M-theory mengundang banyak perhatian, Hawking dan Bekenstein megingatkan akan kontroversi entropi pada blackhole, yaitu saat mereka mencoba menghitung volume dari blackhole dengan cara mengitung total entropi pada blackhole, mereka malah menemukan bahwa jumlah entropi blackhole BUKAN sebanding lurus dengan volume blackhole, melainkan luas permukaan blackhole. Atau boleh diumpamakan - untuk lebih mudahnya, "bukannya mendapatkan volume (m3) malah mendapatkan luas (m2)". Mereka bingung, kenapa bisa begini? Tapi saat itu belum ada teori superstring. Maka mereka menganggap itu sebagai anomali. Kemudian di tahun 1997, Fisikawan bernama Juan Maldacena merangkum M-theory dan kejanggalan entropi balck hole. Ia menyimpulkan bahwa keanehan tersebut adalah wajar karena saat orang mencoba mereka-reka interior dari blackhole, mereka harus melibatkan gravitasi quantum pada perhitungan mereka. Menurut M-Theory, in the region of space where gravitational force is compressed and forming a blackhole or singularity, the gravitational force may collapses space in our 3 braneworlds. Atau kalo boleh gw simpulkan sendiri, blackhole / singularity berkemungkinan membuka sobekan pada space (tear in space) to another braneworlds. Luas permukaan sobekan inilah yang dihitung oleh Hawking dan Bekenstein. Dikala mereka mengharap mendapatkan volume, mererka malah mendapatkan luas. Atau dengan kata lain, blackhole adalah obyek 2 dimensi, bukan 3 dimensi Ada apa di seberang black hole? mungkin another braneworld --> the 4 braneworld. Kita tunggu saja sampe LIGO memberikan hasilnya. Namun yang membuat aneh di sini adalah: Maldacena mengemukakan, fenomena tsb mengindikasikan bahwa tedapat korespondensi atau refleksi antar alam semesta kita yang 3 dimensi dengan semesta pada 2 dimensi pada blackhole. Agar lebih mudah mengimajinasikannya, bayangkan sebuah sup dalam kaleng. Sup adalah semesta 3 brane kita. Sedangkan kaleng adalah luasan 2 dimensi = 2 brane. Nah, reaksi fisika apapun yang terjadi di dalam sup sama adanya dengan di permukaan kaleng. Dengan kata lain, alam semesta kita ini merupakan refleksi atau copy-an dari semesta lain. Alam semesta kita bagaikan hologram, sebuah ilusi. Kita tidak tau, namun apabila pada 4-braneworlds terdapat pula blackhole, maka seluruh alam semesta pada 4-braneworlds mungkin juga merupakan refleksi / copy-an dari 5-braneworlds. Dan seterusnya begitu hingga 10-braneworlds. ============ Kesimpulan: Teori fisika membawa manusia menembus threshold yang menyebabkan manusia saat ini MERAGUKAN konsep spacetime. Yaitu: Spacetime BUKANLAH sesuatu yang fundamental di alam ini. Spacetime boleh jadi merupakan bentukan dari sesuatu yang jauh jauh lebih fundamental lagi. Salam, Eri Sumber: "The Fabric of the Cosmos" By: Brian Greene 2004 [Non-text portions of this message have been removed]
