Hehe, komentar yg gw tunggu2 nih. 

 

Edward Witten, sang pencetus M-Theory tidak menyebutkan apa kepanjangan dari
"M" itu. Ia membuat orang menduga2 sendiri; Master? Majestic? Mother? Magic?
Mystery? Matrix?

Kemudian orang lebih banyak memilih "Membrane" untuk M.

Atau menurut loe lebih baik lagi kalo M = "Mules" ? kakakakakaka :-)

 

--------------------

 

**** Tanya: 
1. Apa setiap membrane punya mahluks & seperangkat hukum sendiri??



[Eri]

Justru mungkin bukan makhluk lain, melainkan sebuah semesta yang identic
dengan semesta kita. Karena menurut Maldacena, semesta kita adalah copy-an,
holographic refelction dari semesta lain di balik semesta kita. Atau bagi
yang merasa sudah waktunya menghubungkan dengan -- Tuhan menciptakan 7
langit 7 bumi?

 

2. apakah mereka aware atas kehadiran kita?

 

[Eri]

Who knows? Maybe, maybe not.

 


3. Q & Vulcan udah diberitahu ?? (hehehe...)

 

[Eri]

I think so :-)

Hehehehe.


**** kalo' ini bener, ada peluang bikin pilem sci-fi baru :)
mis: alien m1 to alien m3: hi...

 

[Eri]

Yeap! You betcha!!


**** diantara semua M(ules)-Teori, menurut Sampeyan sendiri mana yang
paling mungkin bener (saya ikut aja deh, hehehe....)

 

[Eri]

M-Theory memperkenalkan kita pada:

- Strings

- 10 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu;

- Braneworlds

- Holographic Universe.

 

M-Theory datang dari penggabungann 5 teori superstring. Dan 5 teori
superstring datang dari penggabungan teori relativitas dan mekanika quantum
yang sudah teruji kebenarannya.

Jadi, menurut gw, M-theory punya kesempatan pula untuk diuji kebenarannya.
Sebuah teori terhormat sepanjang sejarah manusia. Gw sangat mengharapkan
hasil dari pengamatan LIGO.

Kita tunggu aja. Gw sangat berharap terbukti. Karena bagi sebagian orang,
termasuk gw, mungkin sangat mengharapkan teori ini teruji kebenarannya
sehingga lengkaplah sudah tugas umat manusia di alam ini.

 

 

Salam,

Eri

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Keanu R
Sent: Sunday, September 09, 2007 4:17 PM
To: [email protected]
Subject: [Indo-StarTrek] Re: Holographic Universe? (was: Braneworlds...)

 

rumus nya ternyata sederhana banget:
1 + oo = oo 

dimana oo := Tak Hingga (mohon maklum atas simbol)

1 teori lagi gak pa pa deh :)

Salam
MN
**** Tanya: 
1. Apa setiap membrane punya mahluks & seperangkat hukum sendiri??
2. apakah mereka aware atas kehadiran kita?
3. Q & Vulcan udah diberitahu ?? (hehehe...)

**** kalo' ini bener, ada peluang bikin pilem sci-fi baru :)
mis: alien m1 to alien m3: hi...
**** diantara semua M(ules)-Teori, menurut Sampeyan sendiri mana yang
paling mungkin bener (saya ikut aja deh, hehehe....)


--- In indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com, "Erianto Rachman"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Hi guys,

Maaf akan membuat teman2 lebih mules lagi.

Walaupun mungkin kedengarannya terlalu aneh, tapi gw pingin share aja.
Siapa
tau berguna.

----------------------------------

Ternyata dikala manusia mengharap bahwa Superstring sebagai Theory of
Everything atau teori pamungkas yang akan menutup fisika selamanya, tidak
lain adalah sebuah Threshold.

Dengan diajukannya M-Theory, manusia menembus threshold itu dan dibawa ke
sebuah alam teka-teki baru yang jauh lebih bizarre, aneh, dan meruntuhkan
keyakinan kita akan hal yang selama ratusan tahun dianggap fundamental;
yaitu "Space and Time"

Di penghujung tahun 90-an, setelah M-theory mengundang banyak perhatian,
Hawking dan Bekenstein megingatkan akan kontroversi entropi pada
blackhole,
yaitu saat mereka mencoba menghitung volume dari blackhole dengan cara
mengitung total entropi pada blackhole, mereka malah menemukan bahwa
jumlah
entropi blackhole BUKAN sebanding lurus dengan volume blackhole, melainkan
luas permukaan blackhole.

Atau boleh diumpamakan - untuk lebih mudahnya, "bukannya mendapatkan
volume
(m3) malah mendapatkan luas (m2)".

Mereka bingung, kenapa bisa begini? Tapi saat itu belum ada teori
superstring. Maka mereka menganggap itu sebagai anomali.

Kemudian di tahun 1997, Fisikawan bernama Juan Maldacena merangkum
M-theory
dan kejanggalan entropi balck hole. Ia menyimpulkan bahwa keanehan
tersebut
adalah wajar karena saat orang mencoba mereka-reka interior dari
blackhole,
mereka harus melibatkan gravitasi quantum pada perhitungan mereka. Menurut
M-Theory, in the region of space where gravitational force is
compressed and
forming a blackhole or singularity, the gravitational force may collapses
space in our 3 braneworlds.

Atau kalo boleh gw simpulkan sendiri, blackhole / singularity
berkemungkinan
membuka sobekan pada space (tear in space) to another braneworlds.

Luas permukaan sobekan inilah yang dihitung oleh Hawking dan Bekenstein.
Dikala mereka mengharap mendapatkan volume, mererka malah mendapatkan
luas.

Atau dengan kata lain, blackhole adalah obyek 2 dimensi, bukan 3 dimensi

Ada apa di seberang black hole? mungkin another braneworld --> the 4
braneworld. Kita tunggu saja sampe LIGO memberikan hasilnya.

Namun yang membuat aneh di sini adalah:

Maldacena mengemukakan, fenomena tsb mengindikasikan bahwa tedapat
korespondensi atau refleksi antar alam semesta kita yang 3 dimensi dengan
semesta pada 2 dimensi pada blackhole.

Agar lebih mudah mengimajinasikannya, bayangkan sebuah sup dalam
kaleng. Sup
adalah semesta 3 brane kita. Sedangkan kaleng adalah luasan 2 dimensi = 2
brane. Nah, reaksi fisika apapun yang terjadi di dalam sup sama adanya
dengan di permukaan kaleng.

Dengan kata lain, alam semesta kita ini merupakan refleksi atau
copy-an dari
semesta lain. Alam semesta kita bagaikan hologram, sebuah ilusi.

Kita tidak tau, namun apabila pada 4-braneworlds terdapat pula blackhole,
maka seluruh alam semesta pada 4-braneworlds mungkin juga merupakan
refleksi
/ copy-an dari 5-braneworlds. Dan seterusnya begitu hingga 10-braneworlds.

============

Kesimpulan:

Teori fisika membawa manusia menembus threshold yang menyebabkan manusia
saat ini MERAGUKAN konsep spacetime.

Yaitu:

Spacetime BUKANLAH sesuatu yang fundamental di alam ini. Spacetime boleh
jadi merupakan bentukan dari sesuatu yang jauh jauh lebih fundamental
lagi.

Salam,

Eri

Sumber:

"The Fabric of the Cosmos"

By: Brian Greene

2004

[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke