Yang pasti sih, gw ga pernah nemuin yang ga minta imbalan.

Dan gw ngerasa mereka itu ga worth sama sekali diajak ngobrol.

 

They are extremely deceiving. So do not trust them.

 

Justru mereka itu suka banget nguping kalo kita lagi berbisaca mengenai
Tuhan.

Mereka itu selalu pingin tau mengenai Tuhan.

 

 

Jadi kalo loe sedang berbicara serius mengenai Tuhan dengan temen, ingat2
deh, mereka akan datang (sendirian atau berbondong-bondong) Cuma pingin
nguping apa yang loe omongin.

Nah. kadang2 setelah loe selesai ngobrolnya, ada satu (mungkin bisa lebih)
yang nyisa tetep aja ngikutin loe kemana pun sambil menunggu loe ngobrol
soal Tuhan lagi.

It happens to me.. Most of the time.

 

 

Believe it or not, it is up to you lah. I cannot debate.

 

 

Salam,

Eri

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of adi cahya
Sent: Thursday, September 20, 2007 11:52 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] DARK MATTER -- Indigo serta Ghost,Jin, dkk
menurut ST (was: Sekilas Info)

 

ga pa2..berat aja ngikutin diskusinya.. :)
jadi cuman nonton doang

gw setuju kok.masalah ini emang kudu ditanya pada ahlinya.
tapi tetep seru aja diomongin - ga nahan gw

adicahya

On 9/19/07, Ario Wirawan <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ario%40startrek.or.id>
or.id> wrote:
>
> Eeeh, Adi... udah lama gak muncul. Sibuk, Di?
>
> I beg to differ on this one. Bahwa mereka bisa bergerak dan melakukan
> ini-itu tidak menjamin mereka berakal 'kan? Kalo menurut gue, dan ini
> sangat-musangat IMHO, karena masalah penafsiran Al-Quran yang seharusnya
> lebih kita serahkan ke "ahlinya", kata akal di sini bukan berarti otak dan
> pikiran (untuk sanggup melakukan sesuatu) tapi lebih merupakan nurani atau
> conscience (dan turunannya, yaitu emosi). He he he... jadi inget
> perdebatan
> gue sama Eri di awal perkenalan kita. Eri bilang manusia punya nyawa, ruh
> dan fisik, sementara nurani adalah sesuatu yang "dipelajari" manusia
> sepanjang hidupnya. Kalo gue menganggap nurani udah masuk dari awal
> manusia
> diciptakan dan nggak bisa dipelajari.
>
> Balk ke topik: Menurut gue jin mungkin bisa hidup dan beraktivitas secara
> independen, tetapi kalau misalnya ada kasus seperti ini: Dia harus
> menyelamatkan seorang anak kecil dari bahaya kematian, tapi ada risiko si
> jin ini akan jadi cacat total. Maka kemungkinan mereka nggak akan
> nolongin.
> Karena kalo nggak cacat, mereka bisa menolong lebih banyak pihak dan pada
> kesempatan yang lebih banyak di masa depan. Jadi lebih rasional untuk
> membiarkan si satu anak kecil ini mati tapi bisa menolong lebih banyak
> nantinya.
>
> Kalo manusia kan nggak begitu. Ada nurani yang mendorong mereka untuk
> menomorduakan rasio. Biar aja cacat. Biar aja nggak bisa nolongin orang
> lagi. Yang penting saat ini ada anak kecil yang harus ditolongin maka
> ditolongin. Nyawa si anak kecil ini berharga 1000 miliar kali tindakan
> baik
> apa pun yang mungkin mereka lakukan di masa depan.
>
> Mungkin analogi yang gue berikan kurang pas, tapi pada ngertilah maksudnya
> "nurani". Menurut gue di sinilah bedanya antara manusia dan jin. IMHO...
>
> Ario
>
> ,_._,___
>

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke