knp nguping ya ?
--
kl angel pernah liat ga bos? : )..bknnya brane-nya sama ?
________________________________
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erianto Rachman
Sent: 21. syyskuuta 2007 4:36
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] DARK MATTER -- Indigo serta
Ghost,Jin, dkk menurut ST (was: Sekilas Info)
Yang pasti sih, gw ga pernah nemuin yang ga minta imbalan.
Dan gw ngerasa mereka itu ga worth sama sekali diajak ngobrol.
They are extremely deceiving. So do not trust them.
Justru mereka itu suka banget nguping kalo kita lagi berbisaca
mengenai
Tuhan.
Mereka itu selalu pingin tau mengenai Tuhan.
Jadi kalo loe sedang berbicara serius mengenai Tuhan dengan
temen, ingat2
deh, mereka akan datang (sendirian atau berbondong-bondong) Cuma
pingin
nguping apa yang loe omongin.
Nah. kadang2 setelah loe selesai ngobrolnya, ada satu (mungkin
bisa lebih)
yang nyisa tetep aja ngikutin loe kemana pun sambil menunggu loe
ngobrol
soal Tuhan lagi.
It happens to me.. Most of the time.
Believe it or not, it is up to you lah. I cannot debate.
Salam,
Eri
_____
From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
[mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
On Behalf Of adi cahya
Sent: Thursday, September 20, 2007 11:52 AM
To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
Subject: Re: [Indo-StarTrek] DARK MATTER -- Indigo serta
Ghost,Jin, dkk
menurut ST (was: Sekilas Info)
ga pa2..berat aja ngikutin diskusinya.. :)
jadi cuman nonton doang
gw setuju kok.masalah ini emang kudu ditanya pada ahlinya.
tapi tetep seru aja diomongin - ga nahan gw
adicahya
On 9/19/07, Ario Wirawan <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:ario%40startrek.or.id>
or.id> wrote:
>
> Eeeh, Adi... udah lama gak muncul. Sibuk, Di?
>
> I beg to differ on this one. Bahwa mereka bisa bergerak dan
melakukan
> ini-itu tidak menjamin mereka berakal 'kan? Kalo menurut gue,
dan ini
> sangat-musangat IMHO, karena masalah penafsiran Al-Quran yang
seharusnya
> lebih kita serahkan ke "ahlinya", kata akal di sini bukan
berarti otak dan
> pikiran (untuk sanggup melakukan sesuatu) tapi lebih merupakan
nurani atau
> conscience (dan turunannya, yaitu emosi). He he he... jadi
inget
> perdebatan
> gue sama Eri di awal perkenalan kita. Eri bilang manusia punya
nyawa, ruh
> dan fisik, sementara nurani adalah sesuatu yang "dipelajari"
manusia
> sepanjang hidupnya. Kalo gue menganggap nurani udah masuk dari
awal
> manusia
> diciptakan dan nggak bisa dipelajari.
>
> Balk ke topik: Menurut gue jin mungkin bisa hidup dan
beraktivitas secara
> independen, tetapi kalau misalnya ada kasus seperti ini: Dia
harus
> menyelamatkan seorang anak kecil dari bahaya kematian, tapi
ada risiko si
> jin ini akan jadi cacat total. Maka kemungkinan mereka nggak
akan
> nolongin.
> Karena kalo nggak cacat, mereka bisa menolong lebih banyak
pihak dan pada
> kesempatan yang lebih banyak di masa depan. Jadi lebih
rasional untuk
> membiarkan si satu anak kecil ini mati tapi bisa menolong
lebih banyak
> nantinya.
>
> Kalo manusia kan nggak begitu. Ada nurani yang mendorong
mereka untuk
> menomorduakan rasio. Biar aja cacat. Biar aja nggak bisa
nolongin orang
> lagi. Yang penting saat ini ada anak kecil yang harus
ditolongin maka
> ditolongin. Nyawa si anak kecil ini berharga 1000 miliar kali
tindakan
> baik
> apa pun yang mungkin mereka lakukan di masa depan.
>
> Mungkin analogi yang gue berikan kurang pas, tapi pada
ngertilah maksudnya
> "nurani". Menurut gue di sinilah bedanya antara manusia dan
jin. IMHO...
>
> Ario
>
> ,_._,___
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]