Halo Ario,

 

Halah.. Gw sharing karena gw merasa perlu membahas apa yang gw baca.

Ke forum mana lagi gw menuntaskan rasa penasaran gw kalo ga ke komunitas
kita ini?

Justru gw yang harus berterima kasih ke teman2 karena sudah mau menanggapi
ocehan2 gw yang mungkin terlalu serius dan aneh.

 

Dan gw tanggapi serius bila ada yang juga sharing mengenai pengalamannya
(buku yang dibaca, film yang ditonton, pengalaman kejadian, dll). Itu suatu
feed back yang gw tunggu-tunggu.

 

Mengenai membaca buku:

Saking gw pinginnya berdiskusi, kalo ada yang pinjem buku gw, gw pilih2
orangnya, dan gw selalu berpesan, "dibaca ya! Harus bener2 dibaca ya! Ntar
kita bahas loh! Kalo ga dibaca ga usah pinjem!"

Hehehehehe sadis ya gw. hehehehehe..

 

Dulu gw selalu kesulitan meluangkan waktu untuk baca. Kenapa? Karena perlu
waktu khusus dan agak panjang.

Akhirnya gw ga pernah bisa baca.. Terus gw mikir, kalo gini terus sih ga
bakal bisa baca buku gw..

Akhirnya gw coba metode ini; kalo masalahnya waktu, itu ga mungkin kita ga
punya barang semenit pun. Kalo kita terlalu sibuk, ga mungkin loe sempat
buang air besar 10 menit setiap hari? Mandi sambil siul2.

(hehehe.)

 

Gitu aja sempat, maka ga ada alasan ga sempat baca.

Akhirnya gw membiasakan diri untuk mampu membaca sedikit sedikit. Hari ini 2
halaman, besok 10 halaman, mungkin saat gw punya waktu 5 menit lumayan bisa
baca 3 halaman.

Mungkin sehari gw bisa baca satu bab dengan terpecah-pecah di sela-sela
waktu yang ada.

Gw pernah baca novel Star Trek di mobil saat macet. Di ruang tunggu, sambil
makan, sambil ehm. buang air. kekekekeke.

 

Kalo gw capek di depan computer, gw rebahan sebentar sambil baca.

 

Pada awalnya sih ga enak banget baca buku sepotong2 gitu. sulit
mempertahankan emosi yang sedang kita rasakan dari suatu kejadian yang
diceritakan di buku itu.

tapi itulah konsekuensinya.. 

Positifnya, gw jadi harus menghapal peristiwa terakhir dari potongan buku
yang gw baca untuk bisa lanjut membacanya. Nah jadi paham deh apa yang
ditulis buku itu.

Lama2 jadi kebiasaan.

 

Biasanya orang bilang, "melakukan pekerjaan itu jangan sepotong-sepotong.."

Bagi gw baca buku harus bisa sepotong-sepotong. karena ga akan mungkin bisa
baca kalo ga gitu caranya..

 

 

----------------

Tergantung bukunya juga sih. kalo seru banget yah bisa ngebut bacanya.

The Davinci Code gw baca kurang dari dua hari.

Pagi besoknya gw langsung meriang.. :-)  hehehehehe

 

 

Salam,

Eri

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Ario Wirawan
Sent: Friday, September 21, 2007 2:18 PM
To: [email protected]
Subject: RE: [Indo-StarTrek] Teknologi dari luar Bumi (dh: DOOM)

 

Gue jadi nggak enak ati. Selalu aja Eri yang sharing hal-hal kayak gini.
Kita selalu cuma di receiving end. He he he...

Yang gue bingung (lebih ke arah salut sebenernya) kok lo sempet-sempetnya
sih, Er, baca buku-buku kayak gini 600 halaman, 800 halaman, dan bukan
dongeng HC Andersen, tapi buku ilmiah berat, dalam waktu yang cepat, dengan
pemahaman yang baik, tanpa (pastinya) meninggalkan pekerjaan? Masih aktif di
milis juga lagi. Gue baca novel Star Trek aja kadang nggak sempet di tengah
waktu yang harus gue bagi di kerjaan dan keluarga gue dan hal-hal kecil
lainnya.

Itu baru masalah waktu. Belum bicara kapasitas otak. Gue kalo udah pulang
kerja, otaknya udah terlalu "kenceng" untuk yang berat-berat lagi. Biasanya
dikendorin dengan nonton Heroes, Prison Break, Law and Order SVU atau
Enterprise, atau dengan nembakin zombie sampe kepalanya pecah atau
kebut-kebutan naik Camaro SS atau Skyline GTR sama anak gue. Baca novel Star
Trek atau Harry Potter masih bisa mengendorkan otak, tapi kalo buku-buku
science berat gini sih gue nyerah deh. Yang kayak gini harus bener-bener
disediain waktu di weekend, saat nggak kerja dan nggak ada gangguan apa pun.

Salut gue, Er.

Ario

_____ 

From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com]
On Behalf Of Erianto Rachman

Hi,

Pertanyaan mengenai alien teknologi itu membuat gw teringat sesuatu.

Gw baru beli buku berjudul "Supernatural" karangan Graham Hancock. Ini
berupa buku terbarunya Hancock.

http://www.grahamha <http://www.grahamha
<http://www.grahamhancock.com/supernatural/> ncock.com/supernatural/>
ncock.com/supernatural/

Judul lengkapnya:

"SUPERNATURAL, Meeting With the Ancient Teachers of Mankind"

Graham Hancock melakukan penelitian berdasarkan dugaan bahwa 50,000 tahun
yang lalu di bumi ini secara tiba2 terjadi ledakan kebudayaan.

Karya seni, teknologi sederhana, dll.. 

Padahal sebelum 50,000 tidak ada satupun peninggalan yang menujukkan
kemajuan kebudayaan manusia.

Graham Hancock melakukan perjalanan ke ke Amerika Selatan dan bertemu para
Shaman.

Ia melakukan ritual dan memminum suatu ramuan hallucinogen yang bernama
'Ayahuasca' 

Kemudian ia dan beberapa orang pergi ke alam lain dalam keadaan sadar dan
bisa saling bercakap2.

---------------

Alam lain ini dihuni oleh makhluk2 yang mirip manusia.

Dalam bukunya, Hancock menjelaskan bahwa dari sinilah asal kebudayaan
manusia.

Makhluk2 itulah yang menjadi guru kebudayaan manusia 50,000 tahun yang lalu.

Interesting?

Gw baru mulai baca. Sekitar 848 halaman.

Ntar kalo udah habis gw baca akan gw share ke sini.

Salam,

Eri

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke