imho, semua ada harganya, semua itu ada' trade-off' nya dan sayang nya ini bukan prinsip ferengi++ :(
menjadi 'bijak' biasanya membuat kita jadi lebih 'lambat' protocol yang 'aman' sangat mengurangi ke-nyaman-an terus masalah ratio, menurut pengamatan sekilas, rasio ke-aktifan ~= 25/280-an entah ini mo dijadi-in kelebihan ato kekurangan :) tapi yang jelas tanpa suara (postingan)rekan yang lain, kita juga akan kesulitan untuk membuat koridor-mutlak ato batasan-wajar atau mungkin milis a/ber-evolusi hingga nanti pada akhirnya menemukan 'jati-diri'nya SalamNimbrung MN --- In [email protected], "iful_17sb" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sulit agar gw tidak nimbrung di topik ini, soale gw baru baca komik > non fiksi "non-komunikasi" karya Larry Gonick (yg telah menghasilkan > best seller komik non fiksi: "Sejarah Peradaban") > > Manusia punya "mekanisme menolak" pemikiran yg tidak bisa diterima dan > tidak nyaman, walaupun sesuatu yg logis. > > Dan akhirnya menghasilkan padangan2 stereotype kepada hal-hal yg tdk > lazim. Bentuk penolakan dari yg sangat kasar (baca: sadis) hingga yg > halus (joke, becandaan). > > Subject posting ini tepat sekali "Bijak dalam berdiskusi", ditambah, > kita hanya kenal terhadap member ini melalui on-line (maya), dan tidak > tahu secara dekat bagaimana latar belakang dan jalan hidup masing > masing member (280-an member). Alih-alih, dng becandaan yg bersifat > 'stereotype' bisa jadi sudah dianggap suatu 'serangan ke privasi' > orang di-becanda-in. > > /iful > > --- In [email protected], "Ario Wirawan" <ario@> wrote: > > > > Jujur sejujur-jujurnya, gue nggak ada niat "menegur" siapa pun lho dalam > > e-mail sebelum ini. Semoga "terbaca" cukup jelas dalam penuturan gue di > > e-mail sebelum ini. Gue sangat paham bahwa tidak ada satu pun member > yang > > ingin dengan sengaja menyinggung member lain. Semua ini cuma bagian dari > > becandaan kita aja. Jangan sampai semangat berdiskusi kita jadi kendor > > gara-gara ini. > > > > > > > > Mungkin intinya gue cuma ngangkat issue yang disampaikan Ivan (kalo > nggak > > salah) dengan sederhana tapi sangat jelas: "Kalo ada yang tersinggung, > > ngacung aja. Kita pasti stop kok." :-D > > > > > > > > Ario > > > > > > > > _____ > > > > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] > > On Behalf Of Erianto Rachman > > > > > > > > > > > > Ario cukup sensitive dan bijak. > > > > Saya setuju. > > > > Harap teman2 semua memperhatikan dengan bisak semua email yang > dikirim dan > > diterima. > > > > Kita tidak ingin lagi seru2-nya begini tau2 ada yang tersinggung > tanpa kita > > sengaja maupun kita sadari. > > > > Salam, > > > > Eri > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >
