mo nanggepi juga,

gw kurang setuju,
manusia memang gak ngerti nya sekarang,
tapi kita terus berkembang bung
nanti juga kita ngerti.

tapi kalo' yang diberikan agama,
biasanya makna nya segitu dalem nya,
sehingga butuh prefensi yang cukup baru ngerti,
dan juga berkembang terus.

tapi yang ingin saya sampaikan adalah,
Saya yakin, manusia di anugrahi kemampuan yang cukup,
untuk mengerti & pada akhirnya dapat bertemu dengan Tuhan-nya
makanya dibekalin : akal & hasrat

Saya juga yakin bahwa Tuhan cukup percaya diri,
bahwa manusia pada akhirnya akan mengakui kekuasaanNya yg serba Maha,
makanya dibekalin : free will

SayaYakin
MN

--- In [email protected], "J" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> nanggapin yg alinea 2... krn gw ngga tau gmn caranya quote:
> 
> pemahaman manusia memang harus dibatasi karena kita ini penuh
> keterbatasan dan hanya bisa memahami hal yang terbatas pula..
> 
> IMO agama tidak dimaksudkan memahami Tuhan seluruhnya, ia hanya
> memberi pemahaman sebatas apa yang bisa dipahami manusia...
> 
> 
> --- In [email protected], "Alidjaja Ivan"
> <ivan.alidjaja@> wrote:
> >
> > Mau nanggapin..kali ini serius dan tanpa HENTAI (sebisa mungkin..)
> >     
> >     
> > 
> >     Salam Sejahtera...
> >     
> >     Pada Sabtu, 22 September 2007, Erianto Rachman menulis:
> >     
> >     > Sekarang kita tau mengapa Dia disebut Maha Esa.
> >     
> >     Kita ? Saya rasa yang Anda maksud adalah menurut keyakinan garis
> > Abraham / Nabi 
> >     Ibrahim (Islam, Yahudi dan Kristen [Katolik dan Protestan]).
> > Umat Hindu, Buddhis, 
> >     Zoroaster dan lainnya tentunya memiliki pengalaman tersendiri.
> >     
> >     Rekan-rekan Buddhis dan Hindu di sini mungkin bisa menyuarakan
> > itu. Sekalian 
> >     tolong diajak teman baru kita yang dari RRC (People Republic of
> > China) / Taiwan.
> >     
> > >>>> Saya bkn mewakili siapa2 di sini. Menurut saya, faktor
'Tuhan' itu
> > kompleks. Secara tidak sadar, faktor Tuhan ini
> > ditempeli 'sifat2' oleh manusia agar manusia lebih 'mengerti'
siapa atau
> > apa yg dimaksud dengan 'Tuhan' ini. Kata 'Esa' diberikan untuk
> > menggambarkan sifat Tuhan ini, tetapi pada saat yg sama, manusia
> > memberikan label 'maha kuasa' bagi sang Tuhan ini.
> > 
> > Menurut saya, jgn2, pemahaman manusia akan Tuhan itu dibatasi oleh
> > batasan2 yg dibuat agama...
> > 
> > 
> > 
> > 
> >     > Alam semesta ini tercipta karena sebuah kehendak. Maka
> > jadilah.
> >     
> >     Mungkin saja karena 'kecelakaan'. Pada masanya gereja Katolik
> > pernah beranggapan 
> >     bahwa manusialah (Bumi) makhluk yang diutamakan. Nyatanya Paus
> > Johannes Paulus II 
> >     kemudian mengakui bahwa tindakan mereka pada Galileo Galilei
> > adalah hal yang tidak 
> >     dapat dibenarkan.
> >     
> > >>>> no comment
> > 
> >     > Kalau Zat yang satu itu adalah cikal bakal alam semesta dan
> > segala isinya
> >     > ini, maka kita adalah bagian dari-Nya.
> >     
> >     Hmmm... ini mengingatkan saya pada "The Matrix"... yang juga
> > menyentuh paham 
> >     kebuddhaan, bahwa pada akhirnya segala makhluk -dalam hal ini
> > yang 'berkesadarn' 
> >     seperti manusia- akan bersatu (absorbed) dengan Sang Pencipta.
> > 
> > >>>> lebih mirip ajaran New Age..
> >     
> >     > Human, the Final Frontier, these are the journeys of the last
> > humans, its
> >     > destiny, to learn and gain new meanings and new values, to
> > fatefully go
> >     > where no others has gone before.
> >     
> >     Salah adegan mengesankan dalam SW adalah ketika dilakukan rapat
> > konfederasi, 
> >     ketika Puteri Amidala berbicara di depan senat. Perhatikanlah
> > ada berapa banyak 
> >     senator yang mewakili sistem masing-masing ! Pada saat itu,
> > kira-kira di mana 
> >     terletak keberadaan UFP pada garis waktu yang sama ?
> >     
> >     Manusia -kalau keberadaannya masih berlanjut- terus akan
> > berevolusi, termasuk 
> >     dalam ragawinya. Yang kita jadikan ukuran pada saat ini, bisa
> > jadi hanya menjadi 
> >     bagian terkecil pada saat itu (1.000.000 tahun setelah
> > sekarang).
> >     
> >     Perbatasan Terakhir yang Terakhir (The Ultimate Final Frontier),
> > berada di luar
> >     pemikiran kita, jauh sekali...
> >     
> > >>>> Waktu adegan itu, saya terpaku pada mbak Amidala...ga merhatiin
> > para senator2 .
> >
>


Kirim email ke