Apakah selera yang sama dengan penonton American atau European
dikatagorikan lebih 'advanced'?

Dan selera yang asli indonesia lantas dianggap 'terbelakang'?

Gue gak setuju.

science fiction kan bukan budaya indonesia, yang of course hanya bisa
dinikmati oleh mereka yang punya akses saja. 

Beda dengan sinetron cinta dan mistis, itu asli indonesia yang akses
nya bisa menjangkau pelosok2 negri ini. 

Gak usah lewat tv deh. Di daerah terpencil yang gak ada tv, hiburan
rakyat adalah lewat tarian, nyanyian, wayang, atau ritual daerah yang
kental dengan myths dan mystic. Gue bukan sombong, tapi gue sudah
sering adventure keluar masuk pelosok kampung di Indonesia. Ritual
mistis adalah akar budaya yang paling kuno di negri ini bahkan sebelum
agama Hindu masuk. Walaupun disini kita punya akses ke negara lain
dengan alat2 canggih, banyak saudara2 kita yang akses ke luar kampung
nya saja mesti pakai tenaga nasi (alias jalan kaki). 

Tidak sophisticated? sudah pasti, karena mereka tidak punya akses pada
teknologi... jangankan internet, kadang2 PLN juga hanya menyala
setelah maghrib dan jam 7 pagi sudah dimatikan. Itupun jaringan lama
yang 110 Volt, bukan yang standard di kota besar 220 Volt. Telephone
hanya ada di pesantren terdekat. 

Apakah, selera orang2 semacam ini lantas dianggap 'terbelakang' karena
gak ngerti sci-fi? Dianggap tidak mengerti akal sehat?
 
I don't think so. Mungkin sebelum memberikan judgement lebih baik
menengok dulu ke daerah2 lain yang bukan kota tujuan wisatawan atau
bisnis... yang in fact adalah majority in Indonesia. Kalau bisa, coba
tengok di luar pulau jawa deh. 

Gak usah jauh2 deh. Contoh konkret aja STARGATE. Film seri ini sangat
besar di USA dan Canada, disusul di Eropa. Tapi Indonesia tidak punya
akses untuk film2 buatan Canada. Di Kabel tidak ada, bajakan juga
tidak ada. Kalau dihitung di mail list ini aja, yang nonton SG secara
regular sejak season 1-10.. gak sampai 5 orang. Yang baru dengar
tentang SG juga banyak... Gaung yang sebegitu besar, buktinya gak
kedengaran di Indonesia koq.  

Salam,
Indie

--- In [email protected], Eka Budhiman <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Setuju juga,
> 
> Orang Indo kebanyakan ngak suka sci fi, masih agak
> "terbelakang" dalam selera kalo menurut gua.
> Makanya acara kayak "pemburu hantu" dan sinetron2
> kacangan ttg cinta, mistis, dll laku kayak kacang
> goreng.
> 
> Society kita ngak terlalu sophisticate dalam hal ini.
> Ada juga tapi presentasenya kecil sekali.
> 
> Contohnya dari seluruh rakyat kita, berapa persen
> orang yg suka "Trio Macan" dibanding "Il Divo"?
> 
> There you have it....
> 


Kirim email ke