he he he kalo udah topik kayak gini, Ivan pasti langsung semangat deh. Yup....tepatnya persepsi budaya.
Boleh Percaya atau tidak, kasus 'sex abuse' dan 'rape' atau isu kekerasan sexual lainnya tidak pernah terjadi di nudist camp atau sedikit terjadi di negara yg mengakomodasi 'ketelanjangan'. Dan gw kurang yakin, bila pulau tsb ada bakal menjadi daya tarik untuk tempat berlibur pria jalang. Kenyataannya (dari penelitian), 'hasrat' menggebu-gebu dari pria jalang untuk lihat wanita telanjang di nudis camp hanya bertahan setengah hari (bahkan yg lebih cepat pas masuk pintu nudis camp). Selanjutnya si pria ini akan menjadi 'santai' ..atau...biasa-biasa aja. Apalagi 1st rule in nudis camp: "If you talk to somebody don't stare their genitalia" Kenapa jadi santai?...Krn si pria jalang akan melihat ketelanjangan bukan suatu hal yg menjadi 'tantangannya'...bahkan dirinya sendiri telah polos dihadapan orang-orang naked yg lain termasuk dilihat pria bugil yg lain. yah..analoginya kayak di kolam renang deh, sama-sama pake baju minim...tapi suasananya jauh dari 'sexual appeal'. salam iful --- In [email protected], "Alidjaja Ivan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > sebenarnya pola pikir manusia ttg ketelanjangan itu dipengaruhi budaya.. > > > > Kenapa dipulaukan? > > Di sebuah milis, rancangan UU ini mendapat sambutan hangat. Andai UU ini > jadi digulirkan, mereka (para lelaki lajang yang bisa jadi juga jalang) > rela diasingkan, karena ingin sepulau bareng Julia Perez. Apalagi kalau > Tiara Lestari, Tamara Blezynski, Titi Kamal, Dian Sastrowardoyo, > Maylaffaza, Dewi Persik, Agnes Monica, personel Dewi-Dewi, juga ikut > diciduk. >
