hehehe..biasanya si Eka jg semangat kl ada yg ginian...
 
--
satojo...sama iful...
 
ini masalah persepsi...
 
padahal jika kita jeli, budaya asli kita itu sebenarnya 'mentolerir'
ditonjolkannya
 
keindahan wanita, seperti penari jaipong atau bali yg notabene berbaju
ketat...
 
nge-pressed banget, sampe lekuk tubuh terlihat jelas..
 
 
yg jadi masalah adalah ini:
 
Definisi pornografi menurut DPR (Bab I Pasal 1):

Pornografi adalah hasil karya manusia yang memuat materi seksualitas
dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi,
gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan, atau bentuk-bentuk
pesan komunikasi lain dan/atau melalui media yang dipertunjukkan di
depan umum dan/atau dapat membangkitkan hasrat seksual serta melanggar
nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat dan/atau menimbulkan
berkembangnya pornoaksi dalam masyarakat.

--
 
di sini sangat blur sekali apa yg disebut dengan:
 
- nilai2 kesusilaan
- dapat membangkitkan hasrat seksual
 
--
 
Mgk begini, kl kita para cowok, berdandan secara trendi dan 'pas' dan jg
bersikap ramah (intinya berkelakuan menarik), sehingga menarik 'minat'
wanita....bisa jadi kita dituduh membangkitkan 'hasrat seksual'
wanita...dan akhirnya kita diasing ke pulau bersama-sama dengan Julia
Perez dan Tiara ....
 
--
 
UU yang aneh...
 
bayar pajak, tapi DPR malah kerja ga jelas...
 
--
 


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of iful_17sb
        Sent: 11. joulukuuta 2007 17:38
        To: [email protected]
        Subject: [Indo-StarTrek] Naked: Balasan: RE: Re: Indo-StarTrek
di ICE
        
        

        he he he kalo udah topik kayak gini, Ivan pasti langsung
semangat deh.
        
        Yup....tepatnya persepsi budaya.
        
        Boleh Percaya atau tidak, kasus 'sex abuse' dan 'rape' atau isu
        kekerasan sexual lainnya tidak pernah terjadi di nudist camp
atau
        sedikit terjadi di negara yg mengakomodasi 'ketelanjangan'.
        
        Dan gw kurang yakin, bila pulau tsb ada bakal menjadi daya tarik
untuk
        tempat berlibur pria jalang. Kenyataannya (dari penelitian),
'hasrat'
        menggebu-gebu dari pria jalang untuk lihat wanita telanjang di
nudis
        camp hanya bertahan setengah hari (bahkan yg lebih cepat pas
masuk
        pintu nudis camp). 
        Selanjutnya si pria ini akan menjadi 'santai'
..atau...biasa-biasa
        aja. Apalagi 1st rule in nudis camp: "If you talk to somebody
don't
        stare their genitalia"
        
        Kenapa jadi santai?...Krn si pria jalang akan melihat
ketelanjangan
        bukan suatu hal yg menjadi 'tantangannya'...bahkan dirinya
sendiri
        telah polos dihadapan orang-orang naked yg lain termasuk dilihat
pria
        bugil yg lain.
        yah..analoginya kayak di kolam renang deh, sama-sama pake baju
        minim...tapi suasananya jauh dari 'sexual appeal'.
        
        salam
        iful
        
        --- In [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> , "Alidjaja Ivan"
        <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        >
        > 
        > sebenarnya pola pikir manusia ttg ketelanjangan itu
dipengaruhi budaya..
        > 
        > 
        > 
        > Kenapa dipulaukan?
        > 
        > Di sebuah milis, rancangan UU ini mendapat sambutan hangat.
Andai UU ini
        > jadi digulirkan, mereka (para lelaki lajang yang bisa jadi
juga jalang)
        > rela diasingkan, karena ingin sepulau bareng Julia Perez.
Apalagi kalau
        > Tiara Lestari, Tamara Blezynski, Titi Kamal, Dian
Sastrowardoyo,
        > Maylaffaza, Dewi Persik, Agnes Monica, personel Dewi-Dewi,
juga ikut
        > diciduk.
        > 
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke