Betul mas, tapi udah ada yg jawab dgn benar tuh
kemarin. So, nggak jd ditraktir makan somay stasiun
cikini deh :))
--- Philip Yusenda <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Kalau gak salah residu karbon di paru-paru yah?
>
> Kalau kebakaran, pasti ada karbon melayang di udara,
> kalau si korban
> masih hidup, dia pasti menghirup itu.
> Kalau sudah mati, pasti paru-parunya bersih dari
> karbon.
>
> Kalau gak salah
>
> Philip
> Ubud, Bali
>
> wulan kusuma wrote:
> >
> >
> > Teman-teman
> >
> > Jam menunjukkan pukul 03.25 am, saya blm tdr
> karena
> > nggak bisa tidur akibat batuk-batuk karena flu
> nggak
> > sembuh2. Jd terpikir buat iseng2 ngasih
> pertanyaan.
> > Waktu saya melontarkan pertanyaan ini di milis
> lain,
> > hanya 1 orang yg bisa menjawab. Jadi saya mau
> ngetes
> > kemampuan anggota milis ini. Begini ceritanya:
> >
> > Ditemukan sesosok mayat di rumah yang terbakar.
> Mayat
> > tersebut utuh, tidak ikut terbakar.
> >
> > Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara dokter
> > forensik menentukan apakah orang tersebut tewas
> > sebelum terjadinya kebakaran ataukah segera
> setelah
> > terjadinya kebakaran?saya sudah menguji pertanyaan
> ini
> > ke beberapa orang dan mereka kebingungan. Padahal
> > jawabannya simple. Ingat, yg jadi pertanyaan
> adalah "
> > bagaimana caranya/prosedurnya" bukan waktu
> tewasnya.
> > dan jelaskan. Selamat berpikir ya.....!!!
> >
> > Regards,
> >
> > WULAN
> >
>
>
>
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ