>From ideas to reality: #Storyboard

Ada yang bilang film ST ngga bakalan laku di Indonesia. Ya, memang
tidak bisa kita mengharapkan masyarakat disini berminat pada film yang
penuh istilah ilmiah atau "banyak mikir" [eh.. film macam Heroes dan
HarryPotter juga perlu mikir lho, tapi koq laris]. Setidaknya dari
sisi investor masih dipandang sangat beresiko keluar dari "pakem".
padahal sudah jelas tanda2 konsumen bosan dengan genre horor. karena
itu mungkin lebih baik kalo mau realistis, jangan terburu2 melaunching
ide semacam ST Indonesia, bagaimana kalo buat pemanasan dulu :
maksudnya, mulai dari ide cerita yang disekitar kita, tapi disisipi
sci-fi dalam alurnya. mungkin campuran romance - drama - comedy -
scifi.. just choose which one is best. Di akhir 2007, film keluar
"pakem" sudah diawali dengan GetMarried dengan genre komedi.

Beberapa waktu lalu di milis ini ada yang membahas pilih sendiri
petualanganmu. Dari situ tiba2 muncul sebuah ide : gimana kalo kita
buat berbagai macam kemungkinan dari sebuah ide cerita.. misalnya
seperti ini:

Main story:

Ada dua karakter utama, yang satu orang "biasa", just name it:
gelandangan,pengemis,miskin,dst. Satunya berstatus sosial tinggi. Dua
karakter ini nantinya dipertemukan dalam sebuah petualangan
menyelamatkan bumi / manusia,dan mereka harus saling membantu.
nantinya dimunculkan konflik antara mereka berdua, jadi mungkin film
ini akan mengajarkan pentingnya persahabatan, arti pengorbanan, dan
kepedulian sosial. Ancaman terhadap bumi bisa diartikan eksternal:
alien,meteor,komet,just name it; internal: pemerintah,militer,egoisme
manusia, dll. Nah.. terus bagaimana dua karakter ini
melakukannya,disini bisa disisipkan bumbu sci-fi.. ok contohnya:

Story#1: Alien tak dikenal dari bawah es Arctic bangkit meneror bumi.
Munculnya dikaitkan dengan semakin mencairnya es akibat global
warming.Tokoh #1: Aming [sebut saja begitu] adalah homeless person,
tiap kali ia bangun di tempat berbeda entah kenapa, belakangan
diketahui ia punya teleportation power. Tokoh #2: Tora [yeah,sebut
saja begitu] adalah selebriti ternama, ia punya koneksi ke orang2
penting dan dana yang kuat [mirip Tony Stark:Ironman]. Setelah
dipertemukan dalam suatu kejadian [pikirkan nanti alur ceritanya],
mereka berdua harus bekerjasama to send those aliens back to wherever
they come from. Tentu ada konflik antar karakter berkaitan dengan
perbedaan pandangan dan background mereka. Tapi akhir ceritanya mereka
tetap bersahabat dan berhasil mengalahkan alien, meskipun Tora yang
mendapat kehormatan [pujian dari masyarakat] sedangkan Aming tetap
tidak dikenal despite his heroic action.

Alternative jalan cerita:
A = Alien yang muncul sebenarnya tidak bermaksud jahat, ia hanya
tertidur jutaan tahun setelah pesawatnya jatuh di bumi sejak jaman
dinosaurus. setelah klimaks cerita, konflik dengan 2 karakter utama,
alien tersebut berhasil kembali ke luar angkasa and voyage home.

A1 : Karena kesalahpahaman manusia, mereka dihancurkan militer and not
survived
A1.1 : Ada yang survived, dan mereka membalas dendam.. di sequel
berikutnya
A1.2 : Tokoh utama mengorbankan diri untuk melindungi alien pulang ke
luar angkasa [bad ending.. doubt anyone will like it]

B = Alien yang muncul jahat, ia merupakan bagian dari usaha invasi
yang gagal jutaan tahun yang lalu. mereka berhasil membangun stargate
di Atlantic dan memusnahkan dinosaurus, tapi terjebak di bumi karena
device malfunction. Setelah klimaks cerita...[pilih sendiri
petualanganmu:]
B1 : Mereka selamat dan mengontak homeworld nya untuk reinforcement
B1.1 : Mereka selamat dan membatalkan niatnya menginvasi bumi
B1.2 : Mereka selamat tetapi akhirnya ada alien lain yang datang
menginvasi
B2 : Mereka berhasil dikalahkan
B2.1 : Mereka berhasil dikalahkan tetapi stargate nya masih aktif
sehingga alien berhasil memanggil reinforcement.
dst, just imagine them...

Nah.. dari satu jalan cerita kita bisa dapatkan berbagai ending,
bahkan karena tiap anggota milis punya ide & pemikiran berbeda, the
ending may be limitless.. yang mau saya sampaikan, dalam membuat film
sci-fi untuk "pemanasan" bisa dimulai dari hal disekitar kita, dan
untuk memperkenalkan pada teori sci-fi seperti teleportation bisa
dilakukan misalnya dengan analogi kertas dilipat. [ok.. i know
teleportation + funds just don't make sense to beat those aliens..
they was just an example..]

Dari berbagai macam kemungkinan itu kita bisa lakukan cut & paste
"petualanganmu sendiri" sehingga membentuk sebuah naskah. Terus.. apa
kriteria untuk menentukan alur cerita mana yang bagus? Bagaimana
dengan penentuan genre? untuk itu kita perlu mengikuti market demand,
yang akan dibahas di bagian berikut.

Kirim email ke