>From ideas to reality: #Market research

Tantangan terbesar adalah bagaimana meyakinkan sponsor atau sutradara.
karena itu langkah awal kita bisa buat market research, untuk membuat
film yang market-driven alias film yang dibuat untuk memenuhi
keinginan penonton, bukan penulis. Karena para investor pada dasarnya
hanya ingin meminimalkan risk dan return yang cepat. They don't really
care with the content. Dengan analisis pasar, diharapkan film yang
kita buat mempunyai nilai tambah di mata investor.

Pertama, buat segmentasi penonton bioskop [penjualan dari DVD atau
sejenisnya sudah jelas tidak bisa diharapkan], karena kita ingin
melihat konsumen secara garis besar. dari situ segmentasi bisa
berdasar film apa yang paling banyak ditonton [lokal/asing], film
dengan penghasilan terbanyak [untuk lokal maupun asing], demografi
penonton [usia, jenis kelamin, pekerjaan, dst] dan motif menonton
[untuk pacaran, hiburan, ikut teman, dll]

Kedua, tentukan segmen mana yang kita pilih. Tentunya kita ingin
menangkap segmen yang terbesar, atau bisa juga setelah di ranking kita
target 2 teratas. Kemudian profiling, yaitu menggabungkan semua data
yang ada sehingga membentuk satu kesimpulan tentang bagaimana karakter
penonton [mayoritas] di indonesia. Contoh kesimpulan profiling
nantinya seperti ini:
Penonton bioskop mayoritas berusia 18 tahun, laki-laki, masih sekolah,
film yang ditonton lokal, bergenre komedi, film terfavorit Get
Married, motif menonton karena ikut-ikutan teman.

Ketiga, zoom to our target. kita perlu melihat lebih detail karakter
penonton yang menjadi target. Singkatnya, contoh kuesioner seperti ini:

Bagian 1: Karakteristik konsumen, filter pertama untuk mendapat target
yang diinginkan. bila tidak sesuai dengan target [laki2, usia 18,
SMU], kuesioner dinyatakan tidak valid.
1. Apa jenis kelamin anda?
2. Berapa usia anda?
3. pendidikan terakhir anda?

Bagian kedua: Pertanyaan
1. Apa film favorit anda?
2. apa yang paling anda sukai dari film itu?
3. Apa film yang paling jelek menurut anda?
4. apa yang paling tidak anda sukai dari film itu?
5. Siapa pemain film favorit [pria] anda?
6. Siapa pemain film favorit [wanita] anda?
7. Andaikata anda mempunyai kesempatan membuat film lokal, film
seperti apa yang anda buat?
Penyebaran kuesioner bisa dilakukan lewat online [friendster, forum,
e-mail, dll] maupun offline [di booth pameran, ruang tunggu bioskop,
sekolah, dll]

Last step, decoding. Menerjemahkan data dari kuesioner menjadi input
untuk pembuatan keseluruhan film, mulai dari naskah sampai casting
sampai syuting sampai launching. Untuk naskah, if they want comedy, we
give em comedy. Untuk casting, if they want Aming, we give em Aming
[haha]. Untuk launching, model promosinya bisa melalui nonton bareng
gratis di sekolah dengan jumlah siswa tertentu.

Well.. guys, what do you think?

Kirim email ke