kalau gitu, untuk menghemat bahan bakar peluncuran satelit, spaceship
dll, lokasi peluncuran mestinya didirikan di gunung itu.. itung2
menghemat polusi juga.. tapi kalo sarana prasarananya ga ada, repot
juga ya..


--- In [email protected], "Arnem Batubara"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dari Angkasa, Everest Bukan Titik Tertinggi di Dunia
> 
> 
> JAKARTA – Bila dilihat dari angkasa, atau dari bulan. Ternyata Gunung
> Everest bukan menjadi titik tertinggi di dunia. Chimborazo di Ecuador
> jawabannya.
> Seperti kita tahu, Gunung Everest di Himalaya dengan ketinggian
8.818 meter
> di atas permukaan laut (mdpl) merupakan puncak tertinggi yang ada di
bumi.
> Namun, bila kita melihatnya dari angkasa, predikat gunung tertinggi
tersebut
> jadi berubah arah.
> Masalahnya begini, bumi ternyata tak sepenuhnya bulat. Kaum
matematikawan
> menyebut fenomena ini oblate spheroid, yang kira-kira berarti
gelembung di
> seputar khatulistiwa. Karena pepatan berat di kutub, bumi menjadi
mirip bola
> yang ditekan dua sisi. Jadi orang-orang yang tinggal di garis
khatulistiwa,
> sebenarnya sudah berdiri lebih "tinggi", daripada pulau lain. Ini
berarti
> pula, lebih dekat ke angkasa, daripada orang-orang yang tidak tinggal di
> dekat gelembung khatulistiwa.
> Negara-negara seperti Ekuador, Kenya, dan Indonesia terbilang paling
> mendekati bulan dengan teori ini. Kalau dihitung, orang-orang di
> khatulistiwa berada lebih dekat 13 mil ke angkasa, daripada
orang-orang yang
> tinggal di kutub utara atau selatan.
> Lalu kalau begitu, puncak tertinggi di mana yang paling dekat dengan
angkasa
> di garis khatulistiwa tersebut. Paling tidak ada tiga gunung tinggi di
> wilayah ini. Gunung Kenya di Kenya, gunung Kilimanjaro di Tanzania dan
> deretan gunung salju di Andes. Dus, kalau kita mendaki salah satu
gunung itu
> saja, berarti kita berada lebih dekat ke angkasa dan bulan, ketimbang
> mendaki Everest.
> Joseph Senne, seorang insinyur yang juga surveyor, pernah mengkalkulasi
> berapa jauh sisa jarak dari deretan gunung khatulistiwa tersebut ke
angkasa,
> khususnya bulan. Joseph dalam melakukan analisa tersebut, kemudian juga
> dibantu Neil deGresse Tyson, pengarang buku ilmu pengetahuan. Beberapa
> karyanya banyak mengupas mengenai sains dan kosmos. Buku-bukunya yang
> terkenal adalah Death by Black Hole, dan Other Cosmic Quandaries.
> Sebetulnya hal ini sudah menjadi pengetahuan umum pada masa abad 18.
Ketika
> Everest masih belum diketahui surveyor Britania, Chimborazo dianggap
gunung
> tertinggi. Dan ketika telah ditemukan pun kenyataan cembungnya bagian
> katulistiwa telah dikemukan oleh geograf terkemuka Jerman abad 18, von
> Humboldt.
> "Ketika kami selesai menghitung," lanjut Joseph, "Kami pikir kami telah
> menemukan sebuah titik baru di dunia yang terdekat ke bulan dan angkasa
> luar," tuturnya, kepada Robert Krulwich, reporter radio nasional publik
> (NPR)-AS, akhir minggu lalu.
> Jawabannya adalah gunung Chimborazo di Ecuador. Gunung Chimborazo
merupakan
> gunung di dataran tinggi Andes. Yang menurut ukuran Joseph, ternyata
> memiliki tinggi 1,5 mil lebih dekat ke angkasa dibandingkan Everest.
> Namun tetap saja, kalau melihat titik tertinggi dari patokan garis laut,
> Everest tetap menjadi rajanya. Namun bila kita berdiri di bulan, dan
mencari
> titik terdekat yang ada dibumi. Puncak Chimborazo, jawabannya.
> (sulung prasetyo)
> 
> sumber : sinarharapan
> 
> Kalo diukur dari permukaan laut, Mount everest memang memiliki jarak
> terlebar, karena spt yg kita tau Mount everest berada di tengah2
benua asia
> yang luas....
> Tapi kalo diukur puncak mana yang paling dekat kebulan, pemenangnya
adalah
> Mount Chimborazo....
> Mount Chimbarazo lebih tinggi 1,5 mil dari Mount Everest
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke