Hari ini saya meeting dengan partner kerja saya. Partner saya ini sebuah perusaahaan vendor telekomunikasi besar.
Saat di meeting, tiba2 seseorang berkata, "Wah saya melihat anda di KOMPAS hari minggu lalu.. Komunitas Star Trek ya?" Saya terkejut dan gembira, tapi juga sadar bahwa di ruang meeting besar itu ternyata hanya "dia" yang antusias, sedangkan yang lainnya tidak tau atau menganggap biasa saja. Kemudian dia meneruskan, "Wah saya juga suka sih Star Trek tapi ga sampe kaya anda nih.. Masuk Koran dan bikin seragam" Jadi kesimpulan saya, Ada pencinta ST yang seperti saya atau kita yang menunjukkan antusias tanpa malu2 Ada juga yang suka ST tapi menjaga agar tidak sampe keliatan malu2in Hehehe.. Prinsipnya kita sama2 tau bahwa Star Trek membawa pengaruh sangat positif. Jadi wajar kalau disukai. 1 diantara 1000? ya ga apa2.. "One can make a difference" (Wilton Knight, from the series, "Knight Rider") Begitulah. ____________________________________________________ Visit our special site for The New STAR TREK Movie: <http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/> ttp://www.indo-startrek.org/promo/STXI/ Save Paper! Save Trees! Before printing, think about the Environment. Support Energy [R]evolution Now! www.human-earth.blogspot.com http://www.solargeneration.co.cc/ _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Budiss Sent: Wednesday, February 11, 2009 2:06 PM To: [email protected] Subject: Re[4]: [Indo-StarTrek] Re: Nubie butuh bimbingan Hahahahahaha... Yang admiral itu mas Manto, mas Arland dan mas Erianto. Saya sih cuman penggembira saja mas Ivan. Dan saya juga masih belum Pro mas. Saya memahami sudut pandang anda masing2 tentang "sebagai anak2" itu, tetapi saya juga mengajukan usul bahwa kita sebagai orang2 nerd tidak malu2 mengakui StarTrek ialah konsumsi orang dewasa, tepat sebagaimana maksud Gene Roddenberry dulu saat2 awal mulai memproduksinya. Coba anda nonton lagi TOS The Cage extended version yang di narasi oleh Gene Roddenberry sendiri. Dan Gene berharap StarTrek laku dipasaran (Yang mampu beli dan nonton StarTrek terutama mereka yang sudah punya penghasilan). Tepatnya kita tetap sebagaimana orang tuwa yang sadar dengan pilihannya, dan sadar dengan konsekwensi nya juga bertindak sebagaimana anak2, tidak malu mengakui kalau kita mencintai dan mengemari StarTrek. Tetapi kita juga sadar kita orang Indonesia dan seringkali kita harus mela- wan arus yang sering berpendapat bahwa StarTrek itu HANYA konsumsi anak2 dan hanya anak2lah yang pantas menggemari StarTrek. Bagaimana mas Ivan dan mas Eri? Salam, Budiss. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ ----- Original Message ----- On 11/02/2009 at 13:19 Alidjaja Ivan wrote: >Mgk yang dimaksud Eri adalah kita menjadi kanak2 dlm artian >kita itu menggemari secara tulus sesuatu tanpa ada rasa 'gengsi' >atau 'malu' dilihat orang laen. > >Masih ingatkah kita ketika kita sangat menyenangi tokoh batman, voltus >dan superman. Kita tidak malu2 untuk cerita dan kadang2 memperagakan >'akting' voltus dalam membelah robot musuh atau memperagakan bagaimana >superman terbang (walau kaki masih menjejak tanah :-) ) > >Demikianlah kita, terkadang, sebagai trekker (baik yang masih amatir >seperti saya >atau yg sudah pro seperti bung Admiral hehehe) kita dipandang 'aneh' , >'nerd' , 'gelo', >'rada2 aneh' oleh orang yg ga ngerti star trek. > >Orang laen ini biasanya mikir 'Ini orang, umur udah tua, tapi kok >senangnya >film yang isinya perang2an bintang, alien dan hal2 yg mengawang2 dan >tidak real?' > >Nah, reaksi kita adalah seharusnya menjadi seperti anak kecil yg 'ga >gengsian' dan gak malu2 >untuk bilang bahwa kita senang ST karena kita belajar banyak dari Star >Trek.. > >- > >moga2 intepretasi saya ga salah.... >kl salah, tlg koreksi ya bung Admiral... [Non-text portions of this message have been removed]
