IMHO, Kalo gw sih kembali ke azas antropik.
Alam kita yang berlapis hingga membrane ke-10 ini diciptakan untuk apa? Kenapa harus begitu gigantic dan massif nya padalah saat ini manusia cukup tinggal di bumi yang seperti debu ukurannya ini? Jawab: adalah untuk mengantisipasi kemampuan manusia untuk menjelajah alam ini. Untuk mengantisipasi pertanyaan kita sendiri. Jadi kalau misalnya kita bisa menguasai space continuum dan bisa berada di mana aja dalam sekejap, maka it will be a normal thing. Dan apakah posisi tuhan tersaingi dengan ciptaanNya sendiri? Tidak. Ini hanya akan menjadi sebuah pembuktian bahwa Tuhan jauh lebih bebrkuasa dari pada itu. Salam, ER ____________________________________________________ Visit our special site for The New STAR TREK Movie: <http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/> ttp://www.indo-startrek.org/promo/STXI/ Save Paper! Save Trees! Before printing, think about the Environment. Support Energy [R]evolution Now! www.human-earth.blogspot.com http://www.solargeneration.co.cc/ _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Alidjaja Ivan Sent: Tuesday, April 21, 2009 11:32 AM To: [email protected] Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" : Theory string : Science and God Mengutip pernyatan terakhir kang Ivan: lebih baik utk open minded (seperti Archer) atau berpegang teguh pada teori lama (ttg tuhan) walaupun riset terbaru berkata lain? :-) Bisa tolong jelaskan teori manakah ini? - Komentar: teori lama - yg ada di kitab suci2 itu lho.. Misal, ini misal lho ya...menurut teori di kitab suci, tuhan itu omnipresence, nah, waktu Tom Paris menembus warp 10, dia ada di semua tempat di universe secara berkesinambungan..dgn kata lain omnipresence.. itu contoh aja..dengan memakai ilustrasi ST (karena ini forum star trek).. pada saat ini, boro2 warp 10, warp 1 aja blm bisa..dan kita memandang bahwa sosok yg bisa omnipresence itu adalah tuhan.. bgm, jika satu kali waktu, manusia menembus warp 10 dan menjadi omnipresent.. akankah pandangan manusia ttg sosok tuhan itu berubah? - ________________________________ From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com] On Behalf Of Kuntadi, Andi (NSN - ID/Jakarta) Sent: 21. huhtikuuta 2009 11:21 To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com Subject: [Indo-StarTrek] "The Last Question" : Theory string : Science and God Hi... Email saya yg lalu bukan untuk menentang... please look back, kalau masih disimpan... Komentar aja, kok... Komentar Pak Sharif seperti agnostik, gitu... tanpa tuduhan atau tendensi apa-apa...:-) Keterbukaan (openmindedness) juga seharusnya mencakup keterbukaan untuk menerima paham ttg adanya Tuhan, dong...:) Saya meyakini beradaan tuhan, tapi saya tidak bisa menjelaskan argumentasinya untuk yang tidak meyakini. Saya bisa menuliskan semua argumentasi bahwa tuhan itu ada, tapi percuma saja... semua argumen itu dapat dipatahkan. (* Karena itu Nietzhe pernah bilang " God is dead " -- untuk menekankan bahwa semua argumentasi keberadaan tuhan dapat dimentahkan *) Keyakinan akan adanya tuhan hanya bisa dicapai dengan "Leap of Faith" --- re: Berkeley. Jika kita mulai dengan keyakinan adanya tuhan, kita bisa menerima bahwa tuhan ada secara logika. Jika kita mulai dengan keyakinan bahwa tuhan tidak ada, argumentasi ketiadaan tuhan lebih mudah dicerna. Jika kita mulai dengan pandangan agnostik, bahwa tuhan tidak bisa dibuktikan keberadaan atau ketiadaanya, maka kita tidak pernah mendapatkan keyakinan itu. Dengan keyakinan bahwa tuhan itu ada, kemudian kita bisa mulai mencari... tuhan mana yang paling "benar"... apakah itu sekelompok tuhan yang dipimpin oleh satu "raja" tuhan (Zeus, Shiva, etc.) ataukan satu tuhan yang tunggal.. (Christianity, Islam). Apakah, sebagai Muslim, saya bisa menerima keberagaman agama? Jawabannya, Ya. Apakah, sebagai Muslim, saya bisa menerima pendapat bahwa Tuhan itu tidak ada? Jawabannya, Ya. "..atau jangan2 menurut bung Andi, kl science sdh sedemikian ter-developednya, maka teori2 yg sekarang beredar akan direvisi?" Well, of course, my dear Watson... it's elementary... Teori tentang alam semesta akan berubah terus, sesuai dengan kemampuan kita menghasilkan energi dalam bereksperimen. Saat energi masih nol... alam semesta terdiri dari 4 unsur: tanah, air, api dan udara. Berkembang lagi... materi terdiri dari atom-atom, bagian yg tidak dapat dipecahkan. Kembangan berikutnya... materi terdiri dari partikel neuron, proton dan elektron. Ini berkat penemuan sinar X. Ops, dengan pertikel akselerator, ditemukan bahwa pertikel "terkecil" di atas, msh terdiri dari quark-quark up dan down. Lalu, muncullah teori paling mutakhir... teori string, yang dianggap dapat menjelaskan semua kejadian di alam semesta (i.e. theory of everything). String theory... Pada saat ini, masih berupa teori. Sudah banyak yang mempercayainya sebagai "theory of everything".. tapi, mungkin diperlukan 10 tahun lagi untuk membuktikan kebenarannya di laboratorium. Pertanyaan mendasar... bagaimana string theory berinteraksi dengan intelligence? Reasoning capability? Lubang hitam. Pertamanya hanya teori... yang 25 tahun kemudian baru ditemukan keberadaannya... Pertama kali dianggap sebagai tempat sampah universe... tidak ada sesuatupun yg bisa meloloskan diri darinya. Sampai theori kuantum mekanik bisa menjelaskan ada partikel quantum yang bisa lepas dari event horizon. Dan, ini terbukti... lubang hitam memancarkan energi juga... Asal usul alam semesta... Tadinya, dikatakan bahwa alam semesta dimulai dengan ledakan besar.. sampai ada perhitungan yang meragukannya.. Jumlah massa di universe tidak cukup untuk mengalami ledakan besar. Maka dibuatlah teori "dark matter" untuk memenuhi kebutuhan massa universe demi mendukung teori ledakan besar. Kemudian, Hawkins menurunkan persamaan matematika yang menunjukkan bahwa mungkin alam semesta mengalami juga "big cruch". Lucunya, Hawkins mendapat penghargaan dari Paus karena dianggap menelurkan teori yang mendukung keberadaan tuhan... tapi, sebetulnya, hasil penelitian dia meniadakan perlunya tuhan dalam proses penciptaan alam semesta. Keberadaan tuhan dalam science... Karena percaya akan adanya tuhan, bagi saya, perkembangan ilmu pengetahuan tidaklah memberikan argumentasi akan ketiadaan tuhan. Justru memperkuatnya... Ada banyak konstanta alam semesta yang digunakan dalam ilmu pengetahuan tanpa bisa dijelaskan sebelumya... Konstanta gravitasi... di jaman Newton sampai teori relativitas Einstein berkembang... Konstanta Plank... nilainya hanya bisa diturunkan dari observasi, bukan dari teori... Konstanta kecepatan cahaya... diterima keberadaannya oleh scientists.. tapi, teori yang menjelaskannya, belum ada. Teori evolusi... NeoDarwinist menggunakannya untuk mengatakan bahwa tuhan itu tidak diperlukan... Tapi, kemungkinan "human intelligence" muncul di bumi, lewat evolusi, sama dengan kemungkinan sebuah istana pasir terbentuk sesaat setelah ombak menyentuh pantai (re: Harun Yahya). "Dan langit, tidakkah kamu perhatikan, bagaimana ia ditinggikan?" Ini adalah sebuah kutipan dalam Al Quran. Sebuah pertanyaan yang mungkin tidak terasa signifikan 1430 tahun yang lalu. Jauh sebelum observasi pegeseran spektrum dapat ditemukan dan dijelaskan. Pertanyaan ini sudah ada 1400 tahun sebelum umat manusia menemukan bahwa alam semesta ada dalam proses mengembang... Mengutip pernyatan terakhir kang Ivan: lebih baik utk open minded (seperti Archer) atau berpegang teguh pada teori lama (ttg tuhan) walaupun riset terbaru berkata lain? :-) Bisa tolong jelaskan teori manakah ini? Mungkinkah kita balikkan... masih banyak yang close-minded dengan berpikir bahwa Science dan Tuhan tidak bisa berjalan bersama? BR, Andi. ________________________________ From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of ext Alidjaja Ivan Sent: Tuesday, April 21, 2009 9:29 AM To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan Es...) gimana ttg teori ttg keberadaan sosok yg disebut 'tuhan'? atau jangan2 menurut bung Andi, kl science sdh sedemikian ter-developednya, maka teori2 yg sekarang beredar akan direvisi? lebih baik utk open minded (seperti Archer) atau berpegang teguh pada teori lama (ttg tuhan) walaupun riset terbaru berkata lain? :-) ________________________________ From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of Kuntadi, Andi (NSN - ID/Jakarta) Sent: 21. huhtikuuta 2009 9:22 To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> yahoogroups.com <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan Es...) Aw.. come on... String theory is just another theory. Begitu kemampuan riset dunia mencapai level energi yang lebih besar, akan ada teori lain yang menggantinya... Bukan kebenaran mutlak lah. BR, Andi. . <http://geo.yahoo. <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=9045198/grpspId=1705043695/m> com/serv?s=97359714/grpId=9045198/grpspId=1705043695/m <http://geo.yahoo. <http://geo.yahoo.com/serv?s=97359714/grpId=9045198/grpspId=1705043695/m> com/serv?s=97359714/grpId=9045198/grpspId=1705043695/m > sgId=18059/stime=1240281275/nc1=3848583/nc2=3848643/nc3=5689660> [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
