btw, walaupun penggemar berat science fiction, saya juga masih senang2 aja sih 
disuguhi filem horror yg ada "bumbu-bumbu" spt dewi persik, julia perez atau 
Rahma Azhari, gak terlalu peduli dng ceritanya deh.. :) hehehe :) 
qta patut mendukung perfilman nasional 

--- Pada Rab, 3/6/09, Ario at Yahoo dot Com <[email protected]> menulis:


Dari: Ario at Yahoo dot Com <[email protected]>
Topik: Re: [Indo-StarTrek] Star Trek movie rules 2009!
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 3 Juni, 2009, 10:06 AM








Kalau posisinya dibalik, Etty dan rekan-rekan lain apa mau dibujuk sahabatnya 
terdekatnya sekalipun, untuk nonton Pocong Kamar Sebelah (Rahma Azhari) atau 
Setan Budeg (Dewi Perssik)? Padahal mereka ini penggemar berat Rahma Azhari dan 
Dewi Perssik lho. Dan penggemar berat horor Indonesia yang menurut mereka 
sangat dahsyat dan menakjubkan. "Kalau mau coba nonton, pasti suka deh!!!" 
mungkin gitu kira-kira omongan mereka.

Sekadar contoh saja dalam menyetujui bahwa selera tidak bisa dipaksakan. Saya 
"terpaksa" menonton Setan Budeg karena membantu istri saat mendapatkan job 
membuat subtitle untuk film tersebut. Wah, lebih baik saya jangan komentar deh, 
daripada isinya nanti cuma hal-hal klise dan negatif yang rekan-rekan juga 
sudah sering sampaikan di sini.

Intinya mungkin sekalipun nanti berhasil meracuni teman untuk ikut nonton, 
jangan terlalu berharap untuk seketika bisa meng-convert mereka untuk menjadi 
trekkie. Jadi penggemar Star Trek generasi baru mungkinlah (yang mungkin akan 
menonton sequel dari Star Trek 2009,) tapi untuk membuat mereka menyukai TNG 
atau apalagi TOS, kelihatannya kecil kemungkinannya. Kenapa? Karena 
(sepertinya, karena saya belum nonton) daya tarik film Star Trek 2009, bagi non 
penggemar, adalah karakterisasi tokoh dan action yang didampingi special effect 
mutakhir. Karakterisasi tokoh yang begitu kuat di serial Star Trek masa lalu 
saya yakini kurang mampu menjadi daya tarik bagi penggemar baru yang disedot 
oleh Star Trek 2009, karena tidak didampingi oleh action dan special effect 
mutakhir tadi.

Filosofi, sains dan teknologi? Janganlah diharap akan menjadi daya tarik. Tapi 
kalau memang film ini sanggup men-generate penggemar Star Trek generasi baru, 
apa pun alasannya, pastinya kita sudah cukup senang. Semakin banyak teman dan 
milis semakin ramai.

Ario

 

____________ _________ _________ __
From: Eriyati eriy...@indokemika. co.id

Sy inget, dulu tawarin utk nonton yang TOS - The City on the Edge
Forever, yg mnrt saya tdk banyak teknologi 'khayalnya', settingnya tdk
hanya di pesawat, tdk pakai seragam trs, dan yang pasti nilai
filosofisnya juga tinggi (mirip2 HG wells lah..), tapi tetep ngga mo
nonton juga.. 

Cuman ya.. memang mesti realistis ya.. urusan selera emang ngga bisa
dipaksain..

____________ _________ _________ __

From: indo-startrek@ yahoogroups. com
[mailto:indo- startrek@ yahoogroups. com] On Behalf Of ER [Energy
Revolution]

Kalo pengalaman pribadi gw sih.

Ada temen yg ga suka ST. tapi karena dia termasuk temen deket gw, maka
gw
cari tau, dan sebabnya adalah, karena film ini susah dicerna.

Katanya, "film buat hiburan kok rumit2 banget sih"

Atau, "film terlalu jauh khayalannya! "

Saya sih ga bisa menyalahkan. Urusan "selera" mah bener2 hak pribadi
masing2.

. 

[Non-text portions of this message have been removed]

















      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke