Saya saat ini sedang ngulang membaca Cersil Api Di Bukit Menoreh karya Singgih Hadi Mintardja sang maestro cersil Indonesia. Meskipun dulu pernah dibuat film, tetapi koq kalah jauh dengan film serial cersil Anglingdarma yang sekarang lagi tayang ulang di Indosiar. Saya pikir cersil nasional cukup digemari orang, kenapa serial ADBM yang panjangnya sampai 396 jilid (dan masih tetap belum tamat sebab S.H. Mintardja keburu meninggal dunia) tidak dibuatkan film serialnya? Padahal nama tokoh sentralnya sampai abadi (Agung Sedayu group).
Salam, Budiss. ----- Original Message ----- On 03/06/2009 at 10:48 ER [Energy Revolution] wrote: > Kan udah ada tuh dulu: SAUR SEPUH! > > Ada adegan topless nya juga lagi di situ... > > -----Original Message----- > From: [email protected] [mailto:[email protected]] > On Behalf Of Puruhito > Sent: Wednesday, June 03, 2009 10:46 AM > > Ngomong2 soal perfilman nasional, gue heran aja kenapa belum ada juga yang > bikin film kolosal dan heboh banget kayak Pearl Harbor atau Titanic itu. > Cerita yang kuat, kasih bumbu romantisme, action dan effect yang keren, > pokoknya dibikin GRANDE deh! Penonton pasti berbondong2 dateng jadi jangan > takut gak balik modal. > > Kisahnya bisa diambil dari tenggelamnya kapal Tampomas atau cerita perang > Surabaya 10 November. Tapi ingat, dibikin GRANDE! > > Rgds, > Pito
