He he he... sangat bermanfaat, bung. Nggak pa-pa kita mau ngebahas "pro-kontra" 
atau "dampak positif - dampak negatif." Saya setuju dengan Mas Dodi bahwa 
pembahasan "pro-kontra" tidak ada gunanya, tapi diskusinya kelihatannya 
cenderung lebih seru. Di lain pihak, "dampak positif - dampak negatif" lebih 
bermanfaat dan ilmiah memang, tapi rasanya bakal kurang seru.

Mengacu pada konfirmasi Eri bahwa prosesnya ternyata melalui rahim seorang 
perempuan, posisi 100% tidak setuju saya memang jadi goyang. Tapi ini belum 
jadi justifikasi. Saya masih butuh perenungan mendalam untuk memutuskan setuju 
atau tidak, tapi setidaknya proses yang melalui rahim tersebut melegalkan 
(dalam pandangan saya pribadi) si clone menjadi seorang manusia hidup.

Tapi kalau untuk mencapai setuju kelihatannya masih jauh. Masih perlu banyak 
alasan yang baik untuk bisa menerima eksistensi dua orang (atau lebih) dengan 
esensi fisik yang persis sama, sampai ke DNAnya.

Ario



________________________________
From: Dodi <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, March 23, 2010 3:03:48 PM
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Human cloning?

Ini bukan masalah setuju atau tak setuju, ethis atau gak ethis, yang 
pasti teknology berkembang terus, jaman sokrates mungkin meneliti sperm 
orang saja dianggap gak ethis dan dilarang, demikian pula dengan 
contraception, inplan organ , membedah mayat untuk pengetahuan dan 
mecari solusi dari sebuah penyakit juga mungkin sangat dilarang...lebih 
ke sini lagi ketika penemuan bayi tabung pun mengundang pro kontra, 
ramai dan sangat seru terutama dari fihak2 gereja dan agama 
lainnya,menganggap mendahului Tuhan dsb dsb....its all about our 
preseption..!! Nature sebenarnya.
Namun coba lihat sekarang, bayi tabung, contraception, sudah mulai 
diterima di banyak orang moderate, tidak lagi terlalu banyak pro kontra, 
mungkin bagi para fundamentalist masih tetep..hihihi capek deh.
Lalu apa yang terjadi jika human cloning pun suatu saat diterima 
masyarakat...?? saya kira kita akan banyak menemukan positifnya kelak, 
dan tentu saja negative nya juga selalu menyertai...kan alam selalu 
berpasangan ada baik ada buruk, ada negative ada positive ada yin ada 
yan ..... so kita sebaiknya sekarang tidak perlu dulu ikut pro atau 
kontra toh ilmu pengetahuanpun tidak akan berkembang kalau sang Maha 
pemilik Segala ilmu tidak meridhoi untuk berkembang dan 
di-implementasikan....semoga bermanfaat.

-Dodi Suwardi-


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke