Salah satu episode yang saya suka banget....
Kalo inget episode ini saya selalu inget bahwa kalo mau maju, mesti berani 
ambil resiko.

Picard yang mau 'cari aman' gak pernah jadi Captain, karena pas Stargazer 
kehilangan Captainnya dia juga gak berani maju untuk memimpin....

Great episode!
Regards,
Ignatius Wibowo

**   Sent from my BlackBerry®   **
** powered by Subspace Channel **

-----Original Message-----
From: Ario at Yahoo dot Com <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 17 May 2010 21:17:36 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Leadership

Di sini juga akting Patrick Stewart diuji. Bagaimana dia membawakan peran 
Picard yang peragu dan cari aman. Pokoknya nggak mantep bangetlah dibanding 
Picard yang kita kenal. Hayo, pilih mana? Posisi rendah tapi aman, atau posisi 
tinggi tapi jantungnya buatan? He he he... tiap orang punya pertimbangan dan 
prioritas masing-masing sih memang.

Ario




________________________________
From: Ivan Alidjaja <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, May 18, 2010 11:07:23 AM
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Leadership

  
Ada satu kisah di Tapestry Season 6, Episode 15 di mana si Picard di kirim ke 
masa lalu oleh Q guna 'merubah' masa sekarangnya.
Di masa lalu yg sebenarnya, Picard took a risk dengan berantem demi membela 
temannya.

Nah ketika dikirim kembali oleh Q, si Picard pilih 'safe'2an aja dengan menolak 
berantem dan membela temannya.

Apa hasil dari 'perubahan' ini? Ketika si Picard kembali ke masa kini, dia 
bukan kapten, tetapi cm science officer (letnan) yg kerja di Astrophysics dan 
report ke Geordi..
Waktu si letnan Picard ini komplain ke Riker dan Deanna ttg mengapa dia ga 
maju2 kariernya, si Deanna bilang bahwa si Picard itu adalah org yg ' 
performance record has always been good, thorough, dedicated, steady, reliable, 
punctual'.

Terus waktu si Picard mencecar, kalo gitu, kenapa dia ga diberi kesempatan 
untuk memimpin? Riker bilang 'I do not think it is realistic' dan Deanna bilang 
' Throughout your career you have lofty goals, but you have not done what is 
necessary to attain them' lalu Riker melanjutkan 'If you want to get ahead you 
have to take CHANCES, stand up on the crowd, get noticed'

Moral of the story adalah bukan berarti kita harus berantem ,-) , tapi, kata2 
Riker dan Deanna itu mencerminkan bahwa apa yg Capt Picard selama ini punya 
sebagai seorang leader, adalah kualitas:
1. take chances
2. do what is necessary to attain goals
3. stand up on the crowd -> be different! (in positive way)
4. get noticed

Tapestry adalah salah satu episode terbaik ST TNG, highly recommended utk 
ditonton - if you can watch one episode, then this is the ONE.

Saya sendiri sangat terinspirasi oleh episode ini, dan kadang2 saya kaget 
sendiri kalau one of the best lessons sometimes can come from Star Trek.

Cheers
Ensign Ivan 'Kim' Lee

________________________________
From: Ario at Yahoo dot Com <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, 18 May, 2010 9:48:43 AM
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Leadership

  
Pemimpin dan pengikut sama-sama vital dalam sebuah tim. Saya punya beberapa 
staf di kantor saya yang punya skill sangat tinggi, bordering genius dalam 
bidang masing-masing. Tapi kelihatan sekali mereka tidak bisa mengelola, baik 
itu serangkaian tugas yang terkait dengan lini lain, maupun serangkaian SDM 
yang seharusnya berada di bawah perintahnya (tapi memang bukan bawahannya.) 
Juga tidak berani mengambil keputusan sendiri.

Di lain pihak, tanpa orang-orang ini, rangkaian pekerjaan juga tidak akan 
berjalan selancar dan dengan kualitas sebaik jika ada mereka.

Karakter pemimpin ada yang inborn atau dipelajari. Saya baru 
mem-fingerprint-kan anak saya dan baru memahami pola pikir manusia itu dibagi 
menjadi tiga. Horizontal, vertikal dan abstrak. Orang yang didominasi pola 
pikir horizontal dan abstrak sangat berbakat menjadi pemimpin, karena mereka 
memandang sesuatu dari sudut pandang yang luas dan mempunyai kreativitas yang 
baik untuk mencari solusi dengan menggunakan input-input yang dia dapatkan dari 
pandangan yang luas tersebut. Sementara orang yang didominasi pola pikir 
vertikal sangat detail dalam pemahaman bidangnya, sehingga akan menjadi orang 
yang sangat ahli dalam bidang yang dia tekuni tersebut.

Picard, Kirk, Janeway dan Sisco, to name a few, jelas dibentuk (oleh cerita) 
sebagai karakter yang sangat pemimpin. Tidak terlalu detail dalam skill 
tertentu, tapi berpandangan dan berwawasan sangat luas.

Ario

________________________________
From: Ivan Alidjaja <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, May 18, 2010 9:15:31 AM
Subject: [Indo-StarTrek] Leadership

Dalam Episode Conundrum, Season 5, Episode 14

Seluruh crew Enterprise di 'hapus' memori identitas mereka, tetapi dengan skill 
dan knowledge yg sama.
Worf menganggap dia adalah kapten dari Enterprise sampai akhirnya ada ship 
record yg menyatakan bahwa Picard adalah kapten.

Ini membuktikan bahwa Worf punya kualitas pemimpin.

Yg lucunya, Picard jadi science officer yg ngutak ngutik panel paling belakang 
bridge (tentunya ini terjadi sebelum komputer mengatakan bahwa dia itu adalah 
kapten).

Dan sementara itu, Riker tetaplah playboy....gw suka sama Ensign Ro..rasanya 
dia membuat Enterprise menjadi lebih 'hidup' dan tidak terlalu 'steril'

-

So, jika anda di sebuah grup dan kalian saling tdk mengenal - dan tiba2 ada 
masalah besar yg membutuhkan grup ini untuk berkoordinasi dan mencari solusi, 
apakah
anda yg menjadi pemimpin atau pengikut?

-
Ensign Ivan 'Kim' Lee 

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke