cm nambahin aja..

tetumbuhan dan binatang (sejauh yg diketahui oleh manusia) tdk mengembangkan 
peradaban.

- 

Ivan




________________________________
From: Sharif Dayan <[email protected]>
To: [Indo-StarTrek] <[email protected]>
Sent: Tue, 29 June, 2010 11:30:43 AM
Subject: [Indo-StarTrek] Bls: OT: ADUAN SAMPAI MATI

  
Salam Sejahtera...

--- On Fri, 6/25/10, [email protected] <[email protected]> wrote:

> Begitu juga dg pohon2an.
> Tangan dan kaki mereka dipotong. Bayi2 dan anak mereka

Tetumbuhan adalah makhluk regeneratif, berbeda dengan manusia dan hewan, yang 
sekali tebas bisa mengakibatkan kecacatan tetap. Selain itu, sesuai dengan 
perkembangan evolusi di Bumi, tetumbuhan tidak mengembangkan peradaban karena 
mereka memang tidak diberi otak.

> bagaimana manusia memanfaatkan alam sekitarnya dg
> bertanggung jawab.

Mengenai tanggung jawab inilah yang tidak ada 'hukum'nya. Dalam "Warhammer 
40.000", yang kita kenal sebagai "warp" sebenarnya adalah dunia 'lain', yang di 
'dalam'nya ada aturan-aturan yang berbeda dengan yang kita kenal, termasuk 
keberadaan makhluk-makhluk yang logikanya berbeda dengan kita.

> Begitu juga dg urusan tontonan babi vs anjing ini. Kalau
> dalam konteks berburu, mungkin utk membasmi babi yg dianggap
> hama atau mungkin utk dimakan (inget Asterix dan Obelix deh,
> jadinya...). Ini bisa dianggap sah sah aja.

Sependapat... walau sebenarnya itu terjadi karena manusialah yang mengakibatkan 
terjadinya ketidakseimbangan di Bumi ini. 'Logika' Sang Pencipta memang tidak 
dapat kita pahami seutuhnya...

> Tetapi kalau cuma buat HIBURAN, keburukannya akan
> lebih besar daripada manfaatnya (Judi sudah pasti muncul di
> sana).

Dalam pengumumannya, itu disebutkan sebagai SENI KETANGKASAN. Ini yang 
menyakitkan nurani ! Bagaimana logika yang dipakai sehingga tumpahnya darah dan 
hilangnya nyawa disebut sebagai SENI ? Jangan-jangan kita sudah punah jauh 
sebelum terjadinya "first contact" !

> Tetap aja yg namanya kebudayaan haruslah diperbandingkan
> dulu dg norma2 yg ada. Karena siapa tahu keadaan dan kondisi
> sewaktu kebudayaan itu dulu dibuat sudah berbeda dg saat
> ini. 

Kalau pun memang kita Manusia bukan makhluk pertama berkecerdasan di dalam alam 
ini, kalaulah memang akan terjadi bahwa kita yang didatangi, maka sebenarnya di 
antara manusia sendiri sudah ada cara pandang berbeda mengenai peradaban. 
Apakah yang merasa di 'atas' tidak usah ikut campur sampai dengan yang dianggap 
di 'bawah' akhirnya sampai pada tahap itu, ataukah 'atas' harus ikut campur ? 
Ini bukan "prime directive", kan ?

> Dan lagi, apakah nenek moyang kita tidak bisa berbuat
> salah? Apakah kita mau dg buta mengikuti jalan hidup mereka
> tanpa mau peduli benar dan salahnya?

Dulu, konon, manusia dikorbankan kepada kuasa-kuasa yang berada di atas 
manusia. Bahkan dalam 3 agama besar yang berbagi sejarah yang sama, pernah ada 
perintah untuk mengorbankan manusia.

Pertanyaannya: Apakah Yang Mahakuasa yang kita kenal ini adalah serupa Q, yang 
tertarik pada perselisihan di antara manusia dan ciptaan lain, mengenai 
bagaimana memahami aturan yang digariskan ?

> Kapan bisa menjadi Warp Capable Civilization kalau begini
> terus?

Sharif Dayan





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke