--- On Tue, 29/6/10, Sharif Dayan <[email protected]> wrote:

> From: Sharif Dayan <[email protected]>
> Subject: [Indo-StarTrek] Bls: OT: ADUAN SAMPAI MATI
> To: "[Indo-StarTrek]" <[email protected]>
> Date: Tuesday, 29 June, 2010, 11:30 AM
> Salam Sejahtera...
> 
> --- On Fri, 6/25/10, [email protected]
> <[email protected]>
> wrote:
> 
> > Begitu juga dg pohon2an.
> > Tangan dan kaki mereka dipotong. Bayi2 dan anak
> mereka
> 
> Tetumbuhan adalah makhluk regeneratif, berbeda dengan
> manusia dan hewan, yang sekali tebas bisa mengakibatkan
> kecacatan tetap. Selain itu, sesuai dengan perkembangan
> evolusi di Bumi, tetumbuhan tidak mengembangkan peradaban
> karena mereka memang tidak diberi otak.
> 

regeneratif memang. tapi apakah bukan mahluk hidup?

> 
> > bagaimana manusia memanfaatkan alam sekitarnya dg
> > bertanggung jawab.
> 
> Mengenai tanggung jawab inilah yang tidak ada 'hukum'nya.

sebenarnya sih ada kalau kita mau membuatnya.
yg jadi dasar dari hukum itu adalah bagaimana efek dari perbuatan itu terhadap 
alam.

> 
> 
> > Begitu juga dg urusan tontonan babi vs anjing ini.
> Kalau
> > dalam konteks berburu, mungkin utk membasmi babi yg
> dianggap
> > hama atau mungkin utk dimakan (inget Asterix dan
> Obelix deh,
> > jadinya...). Ini bisa dianggap sah sah aja.
> 
> Sependapat... walau sebenarnya itu terjadi karena
> manusialah yang mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan
> di Bumi ini. 'Logika' Sang Pencipta memang tidak dapat kita
> pahami seutuhnya...
> 

keberadaan manusia PASTI AKAN menimbulkan ketidakseimbangan. 
dalam Islam aja disebutkan bahwa pada saat sebelum manusia diciptakan, para 
Malaikat sudah "protes" kepada Tuhan bahwa ketidakseimbangan dan kerusakan akan 
muncul setelah manusia diciptakan. 
oleh karena itu, manusia dalam bertindak harus selalu punya pertimbangan yg 
mendalam ttg efek dari tindakan mereka.
dan apabila mereka melakukan kesalahan (dan itu sudah pasti akan terjadi), 
manusia harus memperbaikinya.
dg cara apa? teknologi.


> 
> > Tetap aja yg namanya kebudayaan haruslah
> diperbandingkan
> > dulu dg norma2 yg ada. Karena siapa tahu keadaan dan
> kondisi
> > sewaktu kebudayaan itu dulu dibuat sudah berbeda dg
> saat
> > ini. 
> 
> Kalau pun memang kita Manusia bukan makhluk pertama
> berkecerdasan di dalam alam ini, kalaulah memang akan
> terjadi bahwa kita yang didatangi, maka sebenarnya di antara
> manusia sendiri sudah ada cara pandang berbeda mengenai
> peradaban. Apakah yang merasa di 'atas' tidak usah ikut
> campur sampai dengan yang dianggap di 'bawah' akhirnya
> sampai pada tahap itu, ataukah 'atas' harus ikut campur ?
> Ini bukan "prime directive", kan ?
> 

apa kita mau membiarkan sesuatu yg merusak terjadi walaupun itu dibungkus dalam 
"kebudayaan"?


> 
> > Dan lagi, apakah nenek moyang kita tidak bisa berbuat
> > salah? Apakah kita mau dg buta mengikuti jalan hidup
> mereka
> > tanpa mau peduli benar dan salahnya?
> 
> 
> Dulu, konon, manusia dikorbankan kepada kuasa-kuasa yang
> berada di atas manusia. Bahkan dalam 3 agama besar yang
> berbagi sejarah yang sama, pernah ada perintah untuk
> mengorbankan manusia.

yup.
walau akhirnya diganti dg Kambing, bukan manusia.
mungkin artinya pengorbanan manusia tidak boleh?

> 
> Pertanyaannya: Apakah Yang Mahakuasa yang kita kenal ini
> adalah serupa Q, yang tertarik pada perselisihan di antara
> manusia dan ciptaan lain, mengenai bagaimana memahami aturan
> yang digariskan ?
> 

IMHO: nope.

a.r.l.a.n
-------------------------------------------------
Coming Soon, Star Trek Online Time Card (60 days)
Pre Order available now from Play-Asia.com
free shipping to Indonesia
http://alturl.com/th9w
-------------------------------------------------
Star Trek Online (DVD-ROM) - US Edition
for sale from Play-Asia.com
free shipping to Indonesia
http://alturl.com/s72e
-------------------------------------------------



Kirim email ke