Promo memang faktor penting. Saya aja waktu mendarat di salah satu
bandara luar negri udah ditawari brosur-brosur wisata yang ada disana
lengkap dan bagus banget. Padahal saat saya kunjungi, semuanya
biasa-biasa aja. Cuman yaitu, akomodasi kesana dan sarana + prasaran
yang ada bagus banget jadi terasa lebih nyaman aja.

Kendala utama saat ini objek wisata kita banyak yang "amburadul".
Padahal kalau diperbaiki, dana untuk promo bisa diperkecil melalui
sistem "gatuk-tular" dari mereka-mereka yang puas saat berkunjung
kesana. Bisa melalui cerita (vokal) dengan teman dekat, atau melalui
milist, seperti milist ini :D

Hal lain,. masyarakat kita jarang banget yang mau menuangkannya dalam
bentuk tulisan. Sehingga informasi yang ada hanya bersifat sementara,
yakni saat dibicarakan saja. Setelah itu lenyap, dan bagi orang yang
nggak kenal dengan subjek pembicara nggak bakal tahu info tersebut.
Beda kalau dalam bentuk tertulis, apalagi via internet + search
enginenya, semua info bisa diakses kapan saja dan oleh siapa saja.
Dari "log" situs saya navigasi.net, terlihat sekali bahwa cukup banyak
pula orang yang cari tempat-tempat wisata melalui search engine
(google/yahoo), dan setelah saya telusuri di log tersebut, setelah
memperoleh info suatu objek wisata yg mereka cari, nampak bahwa mereka
meng"click" pula objek-objek wisata lain yang terdekat => setidaknya
rasa ingin tahunya cukup tinggi juga akan wisata di indonesia.

Dan menurut pengamatan gua, boleh dibilang jarang banget deh, orang
yang bangga menceritakan objek wisata daerah asalnya. Padahal bisa
jadi daerah asalnya merupakan target wisata yang menarik bagi orang
lain. Demikian juga nggak sedikit pula orang yang tidak tahu
didaerahnya ada apa aja, namun ketika melihat foto suatau objek
menarik baru sadar bahwa nggak jauh dari tempat tinggalnya masih ada
lho tempat yang layak buat dikunjungi.

Benar kata pepatah "rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri "
dan "i**** orang lebih cantik dari I**** ....... hua...ha..ha..ha.. "
(joke)

salam

Buyung Akram
setiap tempat adalah unik, http://www.navigasi.net/
On Fri, 4 Mar 2005 11:15:57 +0800, Ambar YahooUK
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> Bener deh Mas Buyung. Saya setuju beberapa point anda. Kalau kita mau 
> bersaing ya tingkatkan kualitas pariwisata kita, tapi bukannya menyalahkan 
> negara lain yang kualitasnya lebih baik. Sama dengan penjual sate ngga laku 
> nyalahin penjual sate lain yang lebih enak dan bagus. Ayo donk didandanin 
> pariwisata kita biar keliatan cantik.
> 
> Kenyataannya hanya segelintir golongan yang bersedia backpaker. Dalam arti 
> menempuh jalur bukan tol untuk berpariwisata. Kita ini lumayan mahluk aneh 
> lho  diantara orang-orang Indonesia yang keluar negeri karena gengsi.
> 
> Belajar dari negara lain adalah promosi pariwisata mereka yang gila2an. Iklan 
> TV, radio, newspaper dimana-mana. Bahkan walau itu negara cuma sejengkal 
> jaraknya dari kita. Contoh bagus : Malaysia.
> 
> ps: saya jarang cerita verbal ttg LN, bisanya nulis doang he..he..he
> 
> ambar
> http://corbridges.blogspot.com/
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke