Kayaknya kalo nungguin dinas pariwisata indonesia
benah2 bakal lama deh. mendingan menularkan semangat
melancong kali yah :)

Emang susah sih untuk ngajak orang2 untuk wisata
disini. Mereka mikirnya, duh mahal! (mereka
nganggapnya liburan foya2, nginep di hotel, belanja2,
dan palingan ke tempat rekreasi). 
Padahal kan bisa juga dengan cara irit, asal tau cara
"menikmatinya".
Emang sih, ...sayangnya alat transportasi yang ala
irit di indonesia, suka gak manusiawi dan suka gak
aman. Tapi yaaa.. Pasti banyaklah cara buat irit. Bisa
juga cari penginapan murah meriah. La wong di Krabi
(tempat suting "the beach" yang cakep banget
tempatnya) aja bisa dapet yang seharga 12ribu doang
semalem :D

Atau nggak contohnya begini, waktu taun kemaren saya
beruntung bisa pergi ke Bali 4X dapet dari kantor. Dan
kalo dapet kesempatan gitu, gimana caranya ngakalin
biar bisa extend. Jadi bisa seruntulan jalan2 ke
tempat2 yang "aneh" hehehe :) Dan itu bener2 seru.
Menjelajah tempat-tempat baru yang bagus2, terutama
pantai2 sepi, wah... Top. Nggak sekedar itu-itu aja.
Jadi buat yang suka dinas2 kemana... gitu, luangin
waktu deh, eksplor...

Sekarang pun kalo ada sedikit libur, biasanya gatel
banget untuk kabur dari jakarta. Lagipula kalo
libur-libur di jakarta, duitnya keluar-keluar juga,
buat nonton, makan, beli ini itu... Mending sekalian
buat jalan2, pengalaman baru. Asik banget!

Ok segitu dulu,
gimana.. Udah provokatif belum buat manas2in orang
buat jalan?!? Heheheh

Salam
Uci :)

ps: mas Buyung maap ya belum nulis tentang Batu Karas
nih. Maklum kalo disuruh nulis pasti belepotan lagi
belajar juga. :D


--- Buyung Akram <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Promo memang faktor penting. Saya aja waktu mendarat
> di salah satu
> bandara luar negri udah ditawari brosur-brosur
> wisata yang ada disana
> lengkap dan bagus banget. Padahal saat saya
> kunjungi, semuanya
> biasa-biasa aja. Cuman yaitu, akomodasi kesana dan
> sarana + prasaran
> yang ada bagus banget jadi terasa lebih nyaman aja.
> 
> Kendala utama saat ini objek wisata kita banyak yang
> "amburadul".
> Padahal kalau diperbaiki, dana untuk promo bisa
> diperkecil melalui
> sistem "gatuk-tular" dari mereka-mereka yang puas
> saat berkunjung
> kesana. Bisa melalui cerita (vokal) dengan teman
> dekat, atau melalui
> milist, seperti milist ini :D
> 
> Hal lain,. masyarakat kita jarang banget yang mau
> menuangkannya dalam
> bentuk tulisan. Sehingga informasi yang ada hanya
> bersifat sementara,
> yakni saat dibicarakan saja. Setelah itu lenyap, dan
> bagi orang yang
> nggak kenal dengan subjek pembicara nggak bakal tahu
> info tersebut.
> Beda kalau dalam bentuk tertulis, apalagi via
> internet + search
> enginenya, semua info bisa diakses kapan saja dan
> oleh siapa saja.
> Dari "log" situs saya navigasi.net, terlihat sekali
> bahwa cukup banyak
> pula orang yang cari tempat-tempat wisata melalui
> search engine
> (google/yahoo), dan setelah saya telusuri di log
> tersebut, setelah
> memperoleh info suatu objek wisata yg mereka cari,
> nampak bahwa mereka
> meng"click" pula objek-objek wisata lain yang
> terdekat => setidaknya
> rasa ingin tahunya cukup tinggi juga akan wisata di
> indonesia.
> 
> Dan menurut pengamatan gua, boleh dibilang jarang
> banget deh, orang
> yang bangga menceritakan objek wisata daerah
> asalnya. Padahal bisa
> jadi daerah asalnya merupakan target wisata yang
> menarik bagi orang
> lain. Demikian juga nggak sedikit pula orang yang
> tidak tahu
> didaerahnya ada apa aja, namun ketika melihat foto
> suatau objek
> menarik baru sadar bahwa nggak jauh dari tempat
> tinggalnya masih ada
> lho tempat yang layak buat dikunjungi.
> 
> Benar kata pepatah "rumput tetangga lebih hijau dari
> rumput sendiri "
> dan "i**** orang lebih cantik dari I**** .......
> hua...ha..ha..ha.. "
> (joke)
> 
> salam
> 
> Buyung Akram
> setiap tempat adalah unik, http://www.navigasi.net/
> On Fri, 4 Mar 2005 11:15:57 +0800, Ambar YahooUK
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > Bener deh Mas Buyung. Saya setuju beberapa point
> anda. Kalau kita mau bersaing ya tingkatkan kualitas
> pariwisata kita, tapi bukannya menyalahkan negara
> lain yang kualitasnya lebih baik. Sama dengan
> penjual sate ngga laku nyalahin penjual sate lain
> yang lebih enak dan bagus. Ayo donk didandanin
> pariwisata kita biar keliatan cantik.
> > 
> > Kenyataannya hanya segelintir golongan yang
> bersedia backpaker. Dalam arti menempuh jalur bukan
> tol untuk berpariwisata. Kita ini lumayan mahluk
> aneh lho  diantara orang-orang Indonesia yang keluar
> negeri karena gengsi.
> > 
> > Belajar dari negara lain adalah promosi pariwisata
> mereka yang gila2an. Iklan TV, radio, newspaper
> dimana-mana. Bahkan walau itu negara cuma sejengkal
> jaraknya dari kita. Contoh bagus : Malaysia.
> > 
> > ps: saya jarang cerita verbal ttg LN, bisanya
> nulis doang he..he..he
> > 
> > ambar
> > http://corbridges.blogspot.com/
> > 
> > [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 



        
                
__________________________________ 
Celebrate Yahoo!'s 10th Birthday! 
Yahoo! Netrospective: 100 Moments of the Web 
http://birthday.yahoo.com/netrospective/


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke