Kang tommy, saya setuju dengan pendapat anda.

Saya kenal kata backpacker, tahun 1993, waktu itu saya pengen mengelana,
dari jkt- medan-aceh (nggak jadi, karena di suruh kembali), balik ke medan
akhirnya saya ketemu bule
Yg pengen ke bukit lawang...  Baru deh, diperkenalkan ttg backpacker).
Lalu saya lanjut ke daki gunung. (ini suka jadi tujuan utama).. Terus ke
padang, bengkulu..  Lewat liwa  (kebayangkan tahun segini, hutannya masih
sangat lebat)

Backpacker, oh... Itu toh...  Bule dekil, celana pendek, baju nya nggak di
setrika,
Terus Kerillll....wow, gede bangett...
Gara-gara itu Saya jadi tau bukit lawang. Dan si bule tau bukit lawang dari
temennya.

Backpackeran di indonesia, yg saya sering di tanya orang "jualan barang apa
mas?"
Belum lagi, kalau kelamaan di terminal... Aku bisa berantem sama
calo..haha..

Ada coment backpacker orang slovenia, saya ketemu di jogja 3 tahun lalu.."
every body sounds in here"   saking kesalnya dia kalau nyampe terminal...
Abis terminal di penuhi sama calo, semua pengen tanya.
Terus banyak juga yg pengen nipu.   Aku juga pernah mau ketipu tukang becak
di jogja..haha...  (kalau di terminal, saya selalu pasang tampang galak...
Galaknya aris mah lucu..hehehe).

Jogja kalau bagi backpacker asing menjadi tujuan utama, selain krakatau,
bromo, dan bali..sumatra, sulawesi.. Dan irian.

Kalau boleh usul ke Mas Tommy.   Kang gimana kalau bikin acara "indonesian
backpacker tour gitu, backpackeran di indonesia.. Mulai dari sambang sampai
merauke"...  Kayaknya seruuu dan biar pemerintah kita tau, kalau di jalanan
di indonesia ini banyak sekali tukang peras, tukang pungli, tukang palak,
dll..

Salam

ARIS


-----Original Message-----
From: Tomi Satryatomo [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, March 04, 2005 2:36 PM
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [indobackpacker] From admin..Gimana caranya jadi backpacker??


Dear all,

Saat menggagas edisi backpacker untuk program Jelajah di TransTV, saya
sempat berdiskusi dengan kawan-kawan satu tim tentang apa terjemahan bahasa
Indonesia untuk istilah ini. Muncul gagasan yang aneh-aneh seperti
'pemanggul ransel', 'peransel', l'tukang jalan'  hingga 'pengelana'. Tapi
kemudian kami tetap pakai istilah backpacker karena lebih akrab di telinga.

Sayang segmen backpacker ini tidak mendapat respon yang bagus dari pemirsa
sehingga frekuensi penayangannya diturunkan oleh manajemen.
Saya menduga para pemirsa Indonesia masih menganggap perjalanan ke luar
negeri sebagai perjalanan yang mahal.

Padahal pengalaman saya mengirim tim ke berbagai negara Asia (mulai dari
Singapura, Malaysia, Thailand, Laos hingga perbatasan Myanmar.
Saya sendiri jalan ke Kamboja dan Vietnam) menunjukkan bahwa biaya
perjalanannya bisa sangat murah (Rp.4 juta untuk tiga orang selama sepekan
di Kamboja, mengunjungi empat kota). Demikian murahnya sehingga biaya fiskal
Rp.1 juta terasa sangat mahal dibanding komponen-komponen biaya lainnya.

Bagi saya, jalan a la backpacker ini malah lebih menyenangkan ketimbang
pergi dengan guided tour atau menggunakan fasilitas transportasi yang mewah.
Naik turun angkutan umum; mencocokkan jadwal; berputar-putar mencari
penginapan yang nyaman, murah dan dekat kemana-mana; berjibaku mencari
makanan yang halal di tempat-tempat yang lazim menjual babi dan alkohol
seperti Vietnam; menghitung-hitung uang yang tersisa dan berdebar-debar
melihat keindahan tempat-tempat yang saya kunjungi, sungguh membuat
perjalanan ini menjadi lebih mengesankan.

Karena itulah, saat ke Belanda selama tiga bulan pada akhir tahun lalu, saya
memilih kereta listrik untuk menelusuri kota demi kota di Belanda, pergi ke
Belgia dan Luxembourg ketimbang ikut guided tour ke Paris dengan bis.

Sayang, saya gak menemukan kegairahan yang sama saat mencoba berkelana di
Indonesia. Mungkin kebanyakan pikiran kali ya ;-)

Wassalam
--
Tomi Satryatomo
http://www.trekearth.com/members/wisat
http://satryatomo.blogspot.com

On Fri, 4 Mar 2005 07:38:47 +0700, ::Aris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> ([EMAIL PROTECTED])
> 
> wah seneng bgt akhirnya nemu komunitas backpacker di indonesia!!!!
> gini...gw masihklas 3 sma..tapi gw pengen bagt jd backpacker...caranya 
> gimana y buat anak skolah kaya saya yg blom punya pengalaman sama 
> sekali?pls bantuin dong......
> oh ya punya friendsternya gak?
> 
> Buat temen-temen yg paham banget, tentang backpacker,  kasih jawabannya
ya..
> 
> Salam
> 
> ARIS
> =======================
> Berikut, potongan email terdahulu ttg kata backpacker
> 
> Untuk pembuka saya mau menyoal kata 'backpacker'.  Mohon maaf untuk
OOT-nya.
> 
> Backpacker adalah derivat kata backpack.  Akar katanya back dan pack.
> Back, yang di-Indonesia-kan 'belakang', berasal dari kata Inggris kuno
baec.
> Consice Oxford Dictionary menyebut baec datang dari bahasa Jerman.  
> Pack juga pinjaman bahasa Jerman; kata bendanya pak, kata kerjanya pakken.
> Penutur bahasa Jawa punya kata 'pak' (mis: sepuluh pak [sepuluh 
> bungkus] 'Jarum Filter') dan bahasa Indonesia memiliki kata 'paket' 
> (dari package) yang kira-kira semakna.
> 
> Sebagai kata benda 'backpack' diberi padanan 'rucksack', 
> di-Indonesia-kan ransel.  Seingat saya, dulu setiap tentara mendapat 
> jatah pembagian ransel dan bursak.  Meski bisa dijinjing atau 
> digendong, lantaran muatannya yang lebih besar bursak lebih sering
digedong.
> Sebagai kata kerja 'backpack' diartikan travel atau hike carrying 
> one's belonging in a rucksack; bepergian atau jalan kaki dengan membawa
ransel.
> Memang arti 'backpack' telah meluas, mungkin istilahnya amelioratif.  
> Kalau mau zakelijk, kalau mau per takrif (definisi), yang lebih pas 
> mestinya 'jalan kaki menggendong ransel'.  Ransel baru digendong bila 
> si empunya jalan kaki.  Kalau bepergian dengan bis, ransel akan disimpan
di bagasi.
> 
> Salam dari Sangatta
>


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help
save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding
unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links



 





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke