http://www.kompas.com/kompas%2Dcetak/0409/17/daerah/1258932.htm
Jumat, 17 September 2004

Pernikahan pada Suku Baduy: Kerja Keras Laki-laki

Pernikahan di Baduy merupakan sebuah proses serius di kalangan warga Baduy. 
Setelah menikah, keluarga baru ini harus sanggup memenuhi kebutuhan 
hidupnya sendiri. Oleh karena itu, sebelum pernikahan ada serangkaian 
proses adat yang harus dijalankan calon mempelai laki-laki.
Ada tiga proses lamaran yang diajukan keluarga laki-laki kepada keluarga 
perempuan. Lamaran pertama diajukan untuk mengungkapkan keinginan meminang 
anak perempuan. Setelah delapan bulan, lamaran kedua diajukan. Lamaran 
kedua merupakan bukti kesungguhan keluarga laki-laki menikah dengan anak 
perempuan keluarga itu. Selang lima bulan, lamaran ketiga diajukan, dan 
jika disetujui pernikahan dapat segera dilangsungkan.
Ketiga lamaran ini harus dilalui oleh setiap warga Baduy, terutama di Baduy 
Dalam. Untuk Baduy Luar, banyaknya lamaran bisa kurang dari tiga kali. 
Selama masa lamaran ini, pinangan laki-laki masih mungkin ditolak.
Selama masa lamaran, warga Baduy menjalani bobogohan atau yang kita kenal 
sekarang sebagai pacaran. Bobogohan merupakan saat perkenalan antara 
laki-laki dan perempuan yang akan menikah atau dinikahkan.
Laki-laki mengunjungi perempuan, calon istrinya. Tetapi, kedatangan 
laki-laki ini tidak boleh sendiri. Ia harus datang bersama teman- teman 
laki-laki. Di Baduy seorang laki-laki dan perempuan yang belum menikah 
tidak boleh terlihat berduaan.
Selain itu, laki-laki harus membantu calon mertuanya bekerja di ladang. 
Orangtua perempuan akan menilai kerja calon menantunya, apakah layak untuk 
mendampingi putrinya kelak. Di Baduy keluarga baru harus menghidupi diri 
masing-masing dengan bekerja di ladang.
Akan tetapi, tidak semua calon pengantin menjalani bobogohan. Anak-anak 
yang dijodohkan sering diberitahu dan dipertemukan pada hari upacara 
pernikahan berlangsung.
"Saya dahulu baru tahu kalau hari itu akan dinikahkan setelah ayah pulang 
dari huma sore hari," ungkap Jakri (29), seorang warga Baduy Dalam. Pada 
usia 23 ia menikah tanpa mengetahui siapa calon istri yang dipilihkan untuknya.
Jakri sempat menyesalkan langkah orangtuanya yang tidak melibatkan dirinya 
seputar masalah pernikahan ini. Akhirnya, Jakri menerima pernikahan ini 
sebab ia yakin pilihan orangtuanya telah didasarkan pada berbagai 
pertimbangan. Selain itu, warga Baduy memang tidak boleh menolak perjodohan 
yang dibuat orangtua.
Sebelum lamaran pertama diajukan, puun harus mengetahui dan menyetujui 
rencana pernikahan ini. Puun juga ikut menentukan hari yang baik untuk menikah.
Dalam setahun, setiap puun hanya bisa menikahkan sampai enam pasang. Jika 
permintaan pernikahan lebih dari enam pada tahun itu, pasangan yang 
terakhir harus menunggu tahun berikutnya.
Untuk menikah, mempelai laki-laki harus membawa perkakas dapur, seperti 
dandang, sepan (panci pengukus), atau tempat nasi yang disebut baris, dan 
uang yang jumlahnya tidak ditentukan.
Peralatan dapur ini harus baru dan bisa diperoleh dari hasil keringat 
sendiri atau mengambil kepunyaan keluarga. Nantinya, alat-alat ini 
diserahkan kepada orangtua mempelai perempuan. Keluarga baru harus membeli 
sendiri perkakas mereka.
Pernikahan dilakukan secara sederhana. Baju yang dikenakan oleh mempelai 
tidak berbeda dari baju khas suku Baduy, hanya saja baju ini baru dan 
warnanya putih.
Tidak ada resepsi di gedung-gedung. Yang ada hanya makan bersama di rumah 
setelah puun menikahkan pasangan itu.
Seusai acara makan bersama, usai pula rangkaian upacara pernikahan. 
Pasangan baru ditinggalkan sendiri tanpa ada bekal apa pun sebagai 
laki-laki dan perempuan yang baru menikah.
SUKU Baduy selama ini dikenal sebagai suku yang memegang teguh adat untuk 
melindungi diri dari pengaruh luar yang begitu kencang menerpa. Pernikahan 
suku Baduy adalah bentuk yang tak luput dari ketetapan menjalankan adat.
Salah satu langkah yang ditempuh untuk menjaga adat ini dengan menjaga 
"kemurnian" warga Baduy, yaitu dengan menolak pernikahan di luar suku 
Baduy. Kebanyakan dari mereka menikah antarsepupu.
Pernikahan boleh dilakukan antara warga Baduy dari kampung yang berbeda, 
termasuk antara Baduy Dalam dan Baduy Luar. Pasangan ini bisa memutuskan di 
mana mereka tinggal kemudian, tentu saja dengan persetujuan puun.
Perjodohan masih menjadi kebiasaan suku Baduy untuk mendapatkan pasangan 
bagi anak mereka. Beberapa keluarga, akhir-akhir ini mulai membebaskan anak 
mereka untuk memilih pasangan hidup masing-masing.
Penentuan jodoh bagi anak hanya melibatkan ayah saja. Ibu (atau ambu dalam 
bahasa Sunda) jarang diikutsertakan. Anak pun jarang diajak berbicara 
tentang perjodohan ini.
Warga Baduy yang masih muda belum boleh menikah. Sekitar tahun 80-an, 
umumnya perempuan Baduy menikah pada umur 15 tahun. Saat ini kebanyakan 
perempuan dilamar pada usia 18 sampai 20 tahun. Sementara untuk laki-laki, 
usia pernikahan di atas 20 tahun. Bahkan ada pula warga yang menikah pada 
usia 25 sampai 30 tahun.
Bagi warga Baduy Dalam, pernikahan adalah sekali untuk seumur hidup. Mereka 
tidak mengenal perceraian. Perceraian hanya terjadi jika salah satu 
meninggal. Janda/duda yang ditinggalkan boleh menikah lagi. Proses yang 
harus ditempuh sebelum pernikahan adalah upaya untuk mendapatkan pendamping 
yang tepat demi kelanggengan pernikahan. Adapun Baduy Luar mengizinkan 
adanya perceraian tanpa kematian.
Yang juga menarik, adat Baduy melarang poligami atau poliandri.(Y06)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke