Busyet,... makin takjub aja aku ama kehebatan negeri ini plus heran, karena dengan kekayaan alam yang begitu besar kok malah termasuk kategori negara dengan jumlah hutang tinggi :( Jadi penasaran, pengen liat seperti apa ya peninggalan Sriwijaya tersebut. Apalagi kalau masih alami,.. tentunya nuansa tempo doeloe-nya belum banyak berubah. Kalau sudah jadi pemukiman udah pasti berkurang jauh kesannya :(
Sekedar info aja, waktu gua baca buku yang membahas kerajaan Pajajaran di bogor yang terdapat cuplikan tim ekspedisi Belanda sekitar tahun 1700-an, nampak sekali bahwa Bogor dulu tempatnya sangat "mistis" sekali. Masyarakat setempat waktu itu benar-benar men-suci-kan lokasi-lokasi dimana raja-raja pajajaran pernah singgah. Sayangnya tempat-tempat tersebut sekarang sudah jadi pemukiman penduduk. Bahkan situs batutulis aja, udah ngak kelihatan lagi bedanya diantara rumah penduduk :( Sayang artikel dibawah ngak ada fotonya.. susah ngebayangin seperti apa tuh Guci-guci, batu bola, batu Vihara, air merah,. etc ? Eh ada yang mo kesana nggak ? Gua ngikut dah,. masih ada sisa cuti 22 hari kerja nih,. nampaknya cukup kan libur sepanjang itu ? Buyung Akram setiap tempat adalah unik, http://www.navigasi.net/ On Mon, 21 Mar 2005 15:25:24 +0700, Export Dept. <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > FYI.. > > Dari milis sebelah.... > > AMGD > > ________________________________ > > 22 Februari 2005, Sejarah, Sumber : Inforkom, 22/2/2005 > > Menapaki Jejak-Jejak Kejayaan Raja Sriwijaya > > Pagar Alam, Inforkom (22/2) - Hari itu Senin awan hitam bergayut diatas > angkasa Gunung Dempo yang tetap tegar menjulang tinggi bagai Raksasa > penuh Wibaha, tim Ekspedisi Bukit Raje Mandare yang dipimpin langsung > Kepala Dinas Pariwisata dan Seni Buaya Kota Pagar Alam Drs. Alex Musni, > MM dengan koordinator lapangan Drs. Supratman bertolak menuju Desa > Tanjung Ganti I Kecamatan Kaur Utara Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu > yang ditempuh kurang lebih 4 jam. > > Perjalanan yang menyusuri punggung Bukit Barisan dengan jalanan yang > agak sempit terasa lega disaat memasuki wilayah Kabupaten Manna > Bengkulu Selatan, hamparan nyiur disepanjang pantai dengan deburan > ombak lautan yang menghempas pantai menambah semangat dan keyakinan > tim untuk memacu menyusuri jejak-jejak kejayaan Raja Sriwijaya dimana > keberadaannya sampai sekarang masih menjadi folemix yang > berkepanjangan. > > Rumah Kepala Desa Tanjung Ganti I Kecamatan Kaur Utara tempat tim > Ekspedesi menginap yang terdiri dari Drs.Supratman sebagai koordinator > lapangan, A.Hasannusi,S.Pd , Drs. Rahman, Firdaus dan Indra serta > Darmo . > > Kepala Desa Tanjung Ganti I Yarsana (51) sekaligus sebagai pemandu tim > untuk menyusuri keberadaan Kerajaan Sriwijaya yang hingga saat ini > masih menjadi misteri. Klaim daerah yang menyatakan sebagai pusat > Kerajaan Sriwijaya yang Jaya selama 1000 tahun itu tak kunjung > berhenti. Misalnya Palembang , Jambi , Bengkulu dan Lampung. Didaerah > itu memang ditemukan bukti -bukti seperti di-Jambi adanya Komplek > Candi Muara Jambi yang terletak di pinggir Sungai Batang Hari atau > tepatnya dikabupaten Muara Jambi, di-Palembang adanya Prasasti > Kedukan Bukit, dan lainnya. > > Bukti-bukti itu ungkap Yarsana benar, sebagai daerah/Wilayah Kerajaan > Sriwijaya atau sekarang disebut Propinsi atau Kabupaten. Namun > pusatnya berada di-Bukit Raja Mendare dengan ketinggian 2278 M DPL, > pembuktian sejarah yang ribuan tahun lalu memang sangat sulit, > apalagi tempatnya berada dibukit hutan lebat yang sangat sulit > dijangkau oleh Manusia. Masih kata Yarsana yang mulai mengembara atas > perintah Ghaib sejak tahun 1982 untuk menemukan komplek Kerajaan dan > Candi-candi diperlukan waktu sekitar 7 tahun. " selama masa pencaharian > Komplek Candi mengembara sekitar 7 tahun", baru sekitar tahun 1995 > ia mulai mendapat pengikut yakni penduduk setempat yang mendapat mimpi > yang sama . > > Terdapat 6600 Candi disepanjang Bukit Barisan > > Pusat Kerajaan Sriwijaya berada di Bukit Gunung Mendare secara > Adminsitratif dibawah wilayah Kabupaten Kaur Propinsi Bengkulu, Pagar > Alam, Lahat, Semendo Propinsi Sumatera Selatan. Disepanjang Bukit > Barisan ini ungkap yarsana yang mendapat bisikan Gaib terdapat 6600 > Candi. Candi-Candi itu dibangun pada masa kejayaan Sriwijaya. > Sebenarnya Kerajaan Sriwijaya merupakan Kerajaan ke-3, yang sebelumnya > adalah Kerajaan Sri Jaya yang pertama dan Kerajaan Sri Buana kerajaan > yang ke-dua.Ditambahkan Yarsana yang dikaruniai 4 Orang anak, yang > besar sudah bekerja dan anak kedua tamat SMEA serta dua lainnya masih > duduk di SMP dan SD. Sambil mengisap rokok dengan semangat suara > lantang Kades tanjung Ganti I sejak tahun 2000 ini menceritakan Cikal > bakal kerajaan Sriwijaya dari 40 Kerajaan Nusantara dengan 18 > Kerajaan sebagai pelopor diantaranya Kerajaan Dempo berpusat di-Pagar > Alam, Kerajaan Dinding Alam Bengkulu, Kerajaan Kutu Surge Batu Kumbang > Semendo, Kerajaan Tulang Bawang Lampung, Kerajaan Karang Birahi Jambi, > Kerajaan Kembang Wangi Sumatera Barat, Kerajaan Pancoran Emas Banten, > Kerajaan Waringin Sungsang Jawa Tengah, Kerajaan Kutai Kalimantan, > Kerajaan Pak-Pak Irian Jaya, Kerajaan Pandangan Ujung Pandang, > Kerajaan Rencong Sumatera Utara, Kerajaan Dewata Bali, dan lainnya. > Ciri Kerajaan Sriwijaya ungkap Yarsana disetiap bangunannya ada ciri > 3 Sakti yakni seperti belahan bambu berjajar 3 ini tegasnya sebagai > ciri kerajaan masa lalu Sri Jaya, Sri Buana dan Sriwijaya. > Di-Kalimantan, Ujung Pandang, Irian jaya bangunan Candi disana apabila > ada lambang itu ia termasuk Kerajaan Sriwijaya. > > Sungai Indikat ada 300 Candi > > Disepanjang Sungai Indikat Pagar Alam terdapat sekitar 300 Candi yang > belum digali. Sambil menghisap Rokok Kretik Bapak dengan 4 anak > keturunan Gumay Lahat ini cukup enerjik dan semangat bila bicara > seputar Kerajaan Sriwijaya. Ia hanya tamat SMP tahun 70-an, namun > sangat lancar mengemukakan pokok pikirannya. > > Sriwijaya milik Nusantara malah Dunia > > Bicara Pusat Kerajaan Sriwijaya ditegasknanya kita tidak bicara batas > kedaerahan (suku) namun bicara secara global atau Nasional atau > Nusantara. Penggalian Pusat Kerajaan Sriwijaya menurutnya merupakan > penggalian sejarah Kehidupan umat Manusia termasuk dunia Internasional. > Dalam bisikan gaib apabila PBB mengumumkan keberadaan Sriwiwjya > sekitar 18 Agustus 2005, maka berputar pula Sejarah Dunia. > > Mengapa dikatakan demikian Katanya, sebab Kerajaan Sriwijaya merupakan > Kerajaan besar yang menguasai separoh Dunia, di kerajaan ini pula > menjadi pusat Ilmu Pengetahuan Dunia (Lingga Suci), pusat pengobatan, > pusat perekonomian (perdagangan), pusat Pemerintahan, Pusat Olahraga, > pusat pendidikan, pusat Militer, dan sebagainya. > > Dikatakan pusat pengobatan karena nenek moyang kerajaan Sriwijaya > mempunyai tanaman untuk mengobati segala macam jenis kanker atau > Tumor yah termasuk penyakit mematikan dan ditakuti saat ini HIV itu > ada disini ( Pusat Kerajaan).Bicara Kanker cetusnya sebenarnya ada 40 > macam jenis, diantaranya Kanker darah, kanker hati,kanker payudara, > kanker Rahim,dan lainnya.Bagi nenek moyang kita sedikit merendah > katanya itu semua ada obatnya berupa akar, daunan, dan sejenis jamur . > Ia kembali bercerita pengembaraannya hampir 10 tahun sejak tahun 1995 > sudah ribuan orang berhasil ditolong yang mengidap penyakit kanker > atau Tumor.Pengalamannya di-Lampung hampir 3 tahun, Insya Allah > ratusan pengidap penyakit ganas ini tertolong yang secara medis sulit > disembuhkan.Penyembuhan itu ungkapnya tidak lama sekitar 1-2 jam. > Melalui cara tradisional meminum ramuan obat-obatan tertentu. > > Perjalanan Tim Ekspedisi Pagar Alam > > Untuk membuktikan Keberadaan Pusat Kerajaan Sriwijaya tim Ekspedesi > Dinas pariwisata dan Seni Budaya Kota Pagar Alam diajak mengunjungi > tempat-tempat bersejarah bagi Kerajaan Sriwijaya Tempoe dulu. > Hari pertama Selasa (15/2) tim dengan anggota 15 orang termasuk dari > Desa Tanjung ganti I, berkunjung ke-Benteng Raden Suane yang terletak > didaerah Semende melewati Sungai Luas dengan arus yang deras. > > Diteruskan ke-Bukit Tembok , bukit ini dengan ketinggian sekitar > 700 M dari Permukaan Laut dimana terdapat Candi untuk pertemuan para > Raja serta sebuah Menara pengawas dengan ketinggian 315 M dan lebar 4 > M yang terlihat sangat megah persis berada disisi Gedung Pencakar > Langit dengan kilauan cahaya bak cahaya permata. Menurut Yarsana > diatas bukit atau Candi ini terdapat areal obat-obatan termasuk ada > pohon jeruk tipis yang besar buahnya sebesar buah kelapa, serta > obat-obatan lainnya. Keberadaan Bukit Tembok ini persis di segi > tiga Emas perbatasan Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung. Untuk > mencapai Bukit Tembok diperlukan waktu sekitar 1-2 jam tergantung > cuaca. Tim melewati sungai dan apabila hujan sering banjir. Disini > juga kita dapat melanjutkan perjalanan menuju air terjun dibawah air > ini pula terdapat pintu masuk menuju bangunan Candi. > > Hari ke-2 Rabu tim beristirahat dan baru meneruskan perjalanan di hari > ke-3 Kamis (17/2) sekitar pukul 09.00 11 orang tim Ekspedesi menuju > desa Naga Rantai sekitar 15 KM dan dari sini dengan berjalan kaki > sekitar 6 jam baru sampai di sungai Merah tempat pemandian Raja. > Perjuangan untuk mencapai komplek percandian dengan pemandian yang > indah menawan ini harus naik dan turun bukit dan 5 kali melewati > sungai kecil/besar. Namun demikian pertualangan semakin mengasyikkan > tatkala kita berada di daerah pemandian kerajaan. Menurut Yarsana > pemandian Raja ini sepanjang 3 KM, dengan beton batu alam dikiri dan > kanan Sungai Merah yang ditata cukup bagus lengkap dengan tempat > sabun, tempat mencuci pakaian, ganti pakaian, mandi mata hari > (berjemur) dan tempat istirahat sertab terdapat banyak lubang-lubang > tempat menumbuk Emas disaat pulang mendulang Emas. Dikatakan Yarsana > pemandian ini terbagi 4 jenis, yakni pemandian Hulu Balang (Tentara) > disini terdapat air terjun dan arus yang cukup deras kedalaman sekitar > 2 M, pemandian dayang-dayang, pemandian Umum (Masyarakat Umum) dan > pemandian tamu-tamu Raja. Pemandian tamu-tamu raja ada tempat > pengawalan sebuah batu besar dimana dibawahnya air terjun dengan kiri > kanan sungai ditata begitu cantik dan disini pula terdapat batu drum > (batu pemandian) yang berada tepat ditengah-tengah Sungai, konon ini > juga digunakan untuk pemandian tamu-tamu Raja. > > Tim Ekspedesi tiba dipemandian ini sekitar pukul 16.00 Wib beristirahat > ditenda melepas kepenatan dan kelelahan dan bermalam semalam baru > meneruskan perjalanan kepemandian tamu-tamu Raja.Dari tempat kami > bersitirahat hanya perjalanan 5 menit sampai kepemandian Umum dan > pemandian tamu Raja khusus pemandian Raja ini sepanjang 200 M terdapat > 120 kolam husus untuk tamu-tamu kerajaan. > Daerah ini kata Yarsana sudah mulai terbuka,banyak masyarakat yang > membuka lahan perkebunan, kalau dulu tahun 1982-1990-an masih sepi > tidak ada yang berani karena semak belukar.Terkenal angker. Dikatakan > Air Merah jelasnya sebab disepanjang sungai ini banyak terdapat Emas > dan dihulu sungai banyak rakyat menambang Emas meski dengan cara > Tradisional. > > Saat tim ekspedesi menuju daerah pemandian berpapasan dengan pak > Ripin (65) Desa Naga Rantai pendulang Emas sehari dapat sekitar 3 > gram Emas. > > Hari ke-5 Jumat (18/2) dari pusat Pemandian menyusuri sungai Merah dan > mendaki dan menuruni bukit terjal ditempuh sekitar 5 jam sampai ke- > Bukit Tabuhan tempat pusat Kerajaan Sriwijaya, kami tiba sekitar > pukul 17.00 Wib dipinggir kali (sungai) Kinal yang arusnya cukup deras. > Perjalanan diteruskan hari Sabtu (19/2) dengan mendaki bukit batuan > terjal dengan ketinggian sekitar 300 M untuk mencapai Bola-bola batu, > Kantor Panglima dan Kantor Raja dan Wakil Raja. > Penunjuk jalan (Guid) Yarsana kian terlihat gembira dan bersemnagat > sebelum sampai di-batu bola ada sebuah Guci buntu disini terdapat > Guci-guci yang disusun persisi buku perpustakaan. Sedangkan dinamakan > Batu Bolla dimana terdapat 9 buah batu yang berukuran sangat besar > sampai kecil menunjukkan bahwa setiap pergantian pimpinan tertinggi > Kerajaan, seperti Panglima harus diuji dengan menendang batu kramat. > Konon Panglima Alif mampu menendang batu Bolla besar ke-angkasa selama > 100 hari baru sampai ke-bumi dan ia lah yang menjadi Panglima Kerajaan, > begitu seterusnya Bolla yang sedang sebagai wakil, dan lainnya.Dari > Batu Bollah kami berada dilantai 5 Kerjaan dimana diapit oleh dinding > alam yang menurut Yarsana sebagai pagar Kerajaan dengan panjang > 6000 M (6 KM) dengan ketebalan 10 M.Dari batas dua bangunan ini > terdapat air terjun kecil yang diyakini sebagai air menuju pemandian > raja yang dialirkan seperti sungai kecil masuk ke-Istana Raja.Masih > menurut yarsana Lantai 5 tempat tim ekspedesi berada terdapat pintu > masuk yang tertimbun tanah sebelumnya dapat dimasuki. Ketinggian > masing-masing lantai Istana Raja ini 20 M jadi 5 lantai 100 M. Kantor > raja ini terdapat 764 Kamar dimana masing-masing kamar dihuni oleh > seorang Kepala Bagian dengan stafnya. Jadi dapat dibayangkan betapa > ramainya pegawai KerajaaN Sriwijaya dikala itu. Belum lagi kantor > Panglima ,Kantor Waikil Raja yang berdekatan serta kantor Perdagangan > dan kantor Dharma Wanita (sekarang ) yang berseberangan Sungai Kinal > serta Kantor-kantor lainnya yang berjejer disepanjang Bukit barisan > yang jumlahnya mencapai 6600 buah. Suatu hal yang sangat luar biasa. > Antara kantor Raja dan wakil Raja terdapat pemisah sekitar 30 Cm dan > anehnya bila orang itu dikehendaki walupun tubuhnya besar dapat masuk > dan sekitar berjarak 20-30 M dapat melihat lambang Tri Sakti ( Lambang > 3 berlian) sebagai lambang Kerajaan Sriwijaya dengan jelas. > Batu-batu bangunan dengan bahan batu alam namun sudah dibuat > sedemikian rupa oleh tangan-tangan manusia,susunan bangunannya yang > lurus dan batu-batu itu sudah dibuat seperti membuat Con Block > (sekarang) dengan pecahan yang sangat halus. Konon kata Yarsana yang > membangun Kantor raja Sriwijaya adalah 10.000 (sepuluh ribu) tenaga > pertukangan ahli dari Mesir dan untuk membandingkannya dapat dilihat > Phyramid di_Mesir. > Dari Pusat Kantor Raja tim Ekspedesi meneruskan perjalanan melihat > Batu Vihara yang cukup besar dan perkiraan Tingginya sekitar 2,0 M dan > persisi sama batu Vihara di bali. Namun lebih tua batu Vihara yang > ada di Pusat Kerajaan Sriwijaya. Bila kita menyeberangi sungai kita > juga berjalan menuju sebuah bukit dimana disana terdapat banyak batu > tengkorak maka dinamakan bukit tengkorak. Menurut Riwayat secara ghaib > kepada Yarsaa dulu disana terjadi pertempuran dan banyak memakan > korban jiwa sehingga dinamakan bukit Tengkorak. > Rasanya sulit diterima akal sehat begitu megahnya jejak Kerajaan > Sriwijaya yang menguasai Nusantara dan belahan Dunia ini.Belum lagi > kita pergi ke-Danau 7 dimana terdapat Batu Geog. Untuk menuju kesana > memakan waktu dua hari perjalanan . Danau 7 ungkap Yarsana airnya ada > yang mengalir ke-Sungai Indikat dan Sungai Selangis dikota Pagar Alam. > Sekitar pukul 12.00 Wib (19/2) tim ekspedisi Dinas Pariwisata Kota > Pagar Alam meninggalkan pusat Kerajaan Sriwijaya dan Alhamdulillah > dapat selamat sampai ketujuan. Perjalanan pulang dengan mengikuti > jalan Masyarakat keladang ternyata lebih dekat dan hanya ditempuh > sekitar 2 jam. > Hari Minggu (20/2) Tim Ekspedesi dengan koordinator Supratman dan > anggota A.Hassanusi, Rahman, Firdaus dan Indra serta Sudarmo bertolak > ke-Pagar Alam. > Ada hal yang patut kita renungkan bahwa Kerajaan Sriwijaya secara > Kasat Mata ada dibukit Raja Mendare yang lokasinya terdapat di 3 > propinsi Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan. Bukti Sejarah ini > adalah bagian kecil yang baru terangkat, masih panjang perjalanan > yang harus ditempuh, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan > masih banyak misteri-misteri yang belum terungkap yang menuntut > kerjasama, keyakinan dan kebersamaan untuk menuju kemaslahatan umat, > khususnya Nusantara (Indonesia). Jika itu benar terjadi maka > barangkali ada benarnya dugaan mendatang sejarah dunia akan berbalik, > ibarat pepatah lama,"Batu Turun Kerikil Naik ". > > Semoga Allah Swt, merestui perjuangan kita. > > (Oman,Inforkom,22/2/2005,jam :14.30 Wib). X > X: Penulis adalah salah satu Tim Ekspedesi Bukit Raje Mandare Dinas > Pariwisata Kota pagar Alam. ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/6iY7fA/5WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
