ttg rencana pembentukan ini mudah-mudahan nanti kita ketemu tehnis yang bagus dan sama=sama saling bisa membantu rekan-rekan..
untuk menjadi offline kontak, mungkin di butuhkan beberapa kategory, ada yang hanya mau di kontak via Phone saja, atau bisa juga sebagai guiding (kalau di butuhkan) bisa juga offline kontak juga boleh menginap di rumahnya, tentu... untuk semua ini, dibutuhkan : one carrying, share community nyontek istilah KTT asean..hehe kemarin, ada mba anggie di jkt yang bersedia rumahnya di jadikan "home stay" tentu berbayar dong. atau butuh apa saja... dan untuk ini, dibutuhkan saling percaya, bisa menjaga privasi dll.. contoh, beberapa waktu lalu, pak santoso di sanggata pernah kedatang teman2x yg katanya jalan bareng sama deni cs... dan bertandang semalam di Sanggata., kan selain tambah teman juga bisa share cerita2x gitu.. yg sedikit saya khawatirkan di Offline kontak, ini harus ada kepercayaan dan komitmen... ini agak menjadi kendala di negeri ini, ... walaupun, saya selalu berusaha untuk berbaik sangka ke pada teman2x, walaupun kadang aja juga yang mau enaknya saja... jadi, mungkin untuk Offline kontak... tidak semua member akan mendapatkan fasiltas atau bisa juga dengan utk yg mau dapat offline kontak, harus mengisi biodata lengkap, untuk jaga2x kemungkinan buruk terjadi.. ada ide? selama ini, saya tidak pernah mengalami kendala untuk offline kontak, karena saya sadar betul, backpacker selalu menjaga privasi, saling menghormati, tidak menggunjing, tidak menyebarkan keburukan, kebusukan, dan selalu menjaga kepercayaan.. salam ARIS Ms tari rahardjo wrote: > Rencana pembentukan Offline Kontak By Kota, Mas Aris > nanya, teknisnya gimana yaa? > > Mas, koq saya jadi ingat ini ya : > www.hospitalityclub.org. > > *Ngasih kerjaan Mas Aris* :D > > Salam, > Tari > > __________________________________________________________ > >> It's here! Your new message! >> Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. >> >>
