Baca email mbak Vietha dan mas Vincent jadi rindu dengan Sumba. Kangen dengan uma-uma beratap jerami yang menurut mereka diadaptasi dari joglo. Kagum dengan ketekunan orang-orang Kaliuda yang rela melewatkan berbulan-bulan untuk merajut selembar kain tenun. Heran campur setengah tak percaya dengan ukuran batu kubur di Gallubakul yang luar biasa. Tapi juga geleng-geleng kepala mendengar kisah para perompak ternak yang melibatkan para jawara. Bagi orang Sumba, ternak adalah banda la marada, harta di sawah dan di padang. Ternak selalu dibincangkan dalam setiap acara adat Marapu. Pernah sebuah perang besar (Perang Lambanapu) meletus akhir abad XIX gara-gara kuda kesayangan seorang raja dicuri kaki tangan musuhnya.
Sedikit tambahan, dalam setahun Sumba hanya diguyur hujan 3-4 bulan. Puncak kemarau ada di sekitar Oktober. Kalau senang photo-photo landscape, kemarau lah saat tepat untuk berburu. Tak perlu jauh-jauh, di kiri-kanan Waingapu - Waikabubak saja terbentang padang-padang luas tempat kuda dan sapi mencari sejumput rumput segar yang disisakan musim. Coba singgah di sebuah kedai di antara kedua kota, rasanya terlempar ke dalam setting komik silat 70-an! Jika senang megalit, ke Sumba Barat hukumnya wajib-:). Jika senang tenun mau tak mau harus ke Sumba Timur. Kalau senang keduanya? Siap-siap saja mengajukan cuti minimal 2 pekan. Salam dari Sangatta -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Vietha Savitri Sent: Thursday, May 10, 2007 9:29 AM To: Vincent Pramono; [email protected] Subject: Re: [indobackpacker] SUMBA TIMUR DAN BARAT Ya betul Mas Vincent, di Sumba, seperti juga di NTT secara umum, enak kok kalo mau jalan2 krn orang di sana helpful banget, seneng ada tamu datang, dan seneng juga anterin kita jalan. Kebetulan Maret kemaren saya ke Sumba Timur juga tidak di hotel tapi nginep di rumah teman di Waingapu. Kemaren rute saya adl ke Sumba Barat dulu, jadi naik pesawat dr Jakarta ke Tambolaka. Setelah 2,5 hari di Sumba Barat, sore jam 4-an saya dan teman2 serta seorang wisman amerika patungan nyarter mobil ke Sumba Timur, sampe Waingapu sekitar jam 8 malam. Kami nyarter mobil krn alasan keterbatasan waktu saja (juga udah sore). Kalo mau murah bisa naik bis, atau travel (sekitar Rp 40 rb). Sepanjang perjalanan memang banyak hal yang bisa dinikmati, diantaranya ya seperti kata Mas Vincent, kuda2 sandalwood yg berkeliaran di padang2 savana, pemandangan yg gak mungkin kita lihat di Jawa:-) Juga kampung2 tradisional dan penduduk setempat yang ramah. Belum lagi ratusan ternak sapi di padang rumput. Para photo hunter dijamin gak akan betah duduk manis saja di kendaraan selama perjalanan. ____________________________________________________ Yahoo! Singapore Answers Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at http://answers.yahoo.com.sg "No SPAMMING or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com backpacking trip visit http://backpacking.indobackpacker.com Photogallery visit http://photogallery.indobackpacker.com "Sebelum membalas email, Mohon potong bagian yang tidak Perlu dan kkutip bagian yang perlu saja" Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari Virus dan Menghemat Bandwidth. - Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] - No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] - menerima email: [EMAIL PROTECTED] - berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
