3 tahun silam, kebetulan saya masih simpan itinery nya... ini ajakan kawan saya yg tinggal di bali, orang amerika yg suka dengan desa, sayang belakangan kabarnya di dah balik ke negeri paman syam....
ada yang mau keliling desa di Bali, ini saya masih simpan itinery nya... atau, ada yang mau jalani rute ini, monggo... perlu merogoh kocek berapa? kalau kamu bener2x mau backpacking, nggak lebih dari 800rb... kok.... dulu, dia ingin memperkenalkan pada saya tentang "alternative destination in Bali island, keliling desa-desa.... dan nggak pergi ke cafe atau tempat dugem, karena dia tau saya anti sama cafe..hehehe Day 1 tiba di gili manuk, dimana Taman Nasional Bali Barat. Trek dengan pemandu taman nasional sampai sore. Ini adalah daerah kosnservasi yang terbesar dan terpenting di Bali. Ada bermacam hewan liar, termasuk burung, monyet, ular, menjangan, tikus, babi dan lain lain. Disana juga akan ditemukan Jalak Bali yang merupakan maskot Bali dan hanya ada di Taman Nasional Bali Barat. Menginap dekat TNBB dan makan di warung lokal. Day 2 Perjalanan ke Perancak untuk melihat satu proyek masyarakat untuk pelestarian penyu. Belajar tentang sejarah proyeknya, tentang kehidupan penyu, dan melihat tempat terjaga, dimana telur penyu disimpan. Makan siang yang dimasak oleh ibu-ibu penduduk lokal di pantai, termasuk ikan segar. Sore harinya, ada kesempatan untuk memberikan nama dan melepaskan anak penyu ke laut. Kalau ada yang mau mengadopsi sarang penyu untuk membantu proyek masyarakat desa, juga ada kesempatan (tetapi ini pilihan pribadi). Setelah dari Perancak lalu menginap di Ubud (Masih Bungalow) dan untuk makan malam bisa membeli sendiri mau makan dimana. Day 3 Selama satu setengah jam perjalanan dari Ubud anda akan tiba di Dukuh Sibetan, satu desa. Terletak dikaki Gunung Agung. Pada tahun 1963, waktu Gunung Agung melatus, semua tanah petanian diselimutkan dengan debu. Salak adalah salah satu tanaman yang cepat sembuh, dan masyarakat Sibetan memutuskan menjadi ahli salak. Sekarang ada 14 jenis, dan penduduk juga bisa membuat wine salak. Belajar tentang desanya, tentang kehidupan petani salak dan melihat proses pembuatan wine. Wine salaknya bisa dicoba juga! Kalau masih ada waktu, coba trekking pendek ke kolam sakral dekat desa dan dengar cerita lokal tentang tempat indah ini. Makan siang di rumah penduduk. menuju ke Tenganan Pegeringsingan. Tenganan adalah desa yang unik sekali di Bali dan di dunia. Di desa Bali Aga ini, masyarakat sembahyang kepada Dewa Indra, yang diyakini sebagai Dewa Perang di Bali. Dan punya banyak kepercayaan dan tradisi yang berbeda dari desa lain di Bali. Jalan kaki keliling desa dengan pemandu lokal dan belajar tentang kehidupan dan pengelolaan lingkungan dan rakyat di Tenganan. Melihat proses membuat tenungeringsing yang terkenal, hanya terlihat di dua desa lain di dunia (satu di India, satu di Jepang). Proses pewarnaan bahannya sendiri memakan waktu tahunan, semua bahan warna ditemukan di hutan di sekitar desa. Day 4 Naik kapal yang dimiliki masyarakat ke Nusa Ceningan di Pelabuhan Kusamba. Nusa Ceningan juga adalah salah satu desa Jaringan Ekowisata Desa, dan terletak dibelakang Nusa Lembongan yang lebih terkenal dan penuh dengan wisatawan massal.Keliling desa di Nusa Ceningan dan belajar tentang cara bertani rumput laut dengan petani lokal. Makan siang di rumah orang desa. Siang-sore, mencoba bersnorkelling di pantai dan melihat bermacam terumbu karang dan ikan berwarna-warni. Menginap di Nusa Lembongan. Day 5 berlayar kembali ke Sanur, dan sebelum memulai perjalanan pulang, kita mampir ke MIC (Mangrove Information Center) di Benoa untuk belajar tentang konservasi lingkungan rawa dan mangrove. Kalau ada waktu, mampir ke Tanah Lot untuk mendengar cerita tentang sejarah tempat ini. Kalau berminat, disini bisa membeli oleh-oleh apa ya??. Kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. ada yang berminat? hehehe... sisi lain dari gemerlap Mass Tourism di bali.. lama saya tidak ke Bali, walaupun beberapa kali.. biasanya hanya numpang lewat! salam ARIS ----- Original Message ---- From: joko santoso <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, 3 August 2007 3:09:03 Subject: RE: [indobackpacker] Re: rindu suasana pedesaan Saya pernah bermalam di 3 desa Bali. Ketiganya di Bali bagian Timur (1 di Gianyar, 2 di Karangasem). Tapi itu sudah lama sekali sampai saya tak ingat lagi nama banjarnya. Banjarnya belum dialiri listrik, jalannya masih jalan tanah. Tempat mandinya komunal di mata air yang mana antara tempat mandi pria dan wanita hanya disekat anyaman bambu. Saat mandi bersama ya semuanya polosan (maaf .. bukan maksudnya berporno-ria). Banjarnya masih Bali sekali. Sepeda atau sepeda motor ditinggal di luar pagar/tembok tidak mungkin hilang. Sore hari saat diajak jalan memutar desa hampir semua orang menaruh perhatian karena saya satu-satunya orang luar. Di banjar (balai desa) sedang ada latihan gamelan, di depan banjar ada pasar tiban. Suasana desa tak jauh dari bayangan saya saat membaca roman-roman karya Panji Tisna (Sukreni Gadis Bali, I Swasta Setahun di Bedahulu). Ada teman-teman di sini kenal nama pujangga dari Singaraja angkatan Pujangga Baru itu? Malamnya bulan lagi bulat-bulatnya. Di pelataran rumah saya disuguhi menu tradisionil. Saya lupa namanya, kalau di Jawa rasanya seperti simbiosis 'krawu' dan 'bongko'. Usai makan malam, saya diajak turun (ke Gianyar) menghadiri acara reuni SMA tuan rumah. Di tempat acara seperti gambar mati rasanya lantaran sama sekali tak paham bahasa Bali .. he .. he. Paginya saya beroleh hadiah istimewa. Ibu tuan rumah dari pasar membawa oleh-oleh penganan (persis kesukaan saya di Solo) yaitu srabi juruh. Srabi dengan parutan kelapa dan juruh gula aren. Suasana sangat Bali juga saya alami di Lombok Barat (sekitar Cakranegara) medio 80-an. Rumah-rumah Balinya terlindung di balik pagar tembok, di pagarnya terpasang obor penerang. Teman asal Mataram bilang, semasa dia SMA jika ada tugas bersama yang dikerjakan malam di sekitar Cakra sering ia memlih tidak pulang. Alasannya, pernah 2 kali ia beroleh 'penampakan' leak! Salam dari Sangatta -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Aris Sent: Wednesday, August 01, 2007 1:19 PM To: [email protected] Subject: Re: [indobackpacker] Re: rindu suasana pedesaan saya punya banyak photo desa-desa, tapi umumnya desa yang saya kunjungi selalu ada obyek wisata nya... kok saya jadi kangen dengan desa-desa di sumsel. waktu ke Moyo kemarin kami nginap di Dusun sebaru, desa sebotok (note: pulau moyo yang lumayan luas itu, terdiri dari 2 desa) desa moyo dan sebotok.... kami nginap di rumah penduduk, makan malam dengan sayur bunga kelor... ini pertama kali saya makan + sayur bunga kelor enak Juga... yang lumayan bener2x alami, mungkin lamalera..kali ya.... http://www.indobackpacker.com/petualangan/dua-malam-di-desa-lamalera ada yang pernah singgahi desa2x di bali? sajian nya, Nasi daun Pisang... salam ARIS __________________________________ Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. http://sg.movies.yahoo.com/ "No SPAMMING or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com backpacking trip visit http://backpacking.indobackpacker.com Photogallery visit http://photogallery.indobackpacker.com "Sebelum membalas email, Mohon potong bagian yang tidak Perlu dan kkutip bagian yang perlu saja" Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari Virus dan Menghemat Bandwidth. - Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] - No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] - menerima email: [EMAIL PROTECTED] - berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] - Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links __________________________________ Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. http://sg.movies.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]
