Saya pernah bermalam di 3 desa Bali. Ketiganya di Bali bagian Timur (1 di Gianyar, 2 di Karangasem). Tapi itu sudah lama sekali sampai saya tak ingat lagi nama banjarnya. Banjarnya belum dialiri listrik, jalannya masih jalan tanah. Tempat mandinya komunal di mata air yang mana antara tempat mandi pria dan wanita hanya disekat anyaman bambu. Saat mandi bersama ya semuanya polosan (maaf .. bukan maksudnya berporno-ria).
Banjarnya masih Bali sekali. Sepeda atau sepeda motor ditinggal di luar pagar/tembok tidak mungkin hilang. Sore hari saat diajak jalan memutar desa hampir semua orang menaruh perhatian karena saya satu-satunya orang luar. Di banjar (balai desa) sedang ada latihan gamelan, di depan banjar ada pasar tiban. Suasana desa tak jauh dari bayangan saya saat membaca roman-roman karya Panji Tisna (Sukreni Gadis Bali, I Swasta Setahun di Bedahulu). Ada teman-teman di sini kenal nama pujangga dari Singaraja angkatan Pujangga Baru itu? Malamnya bulan lagi bulat-bulatnya. Di pelataran rumah saya disuguhi menu tradisionil. Saya lupa namanya, kalau di Jawa rasanya seperti simbiosis 'krawu' dan 'bongko'. Usai makan malam, saya diajak turun (ke Gianyar) menghadiri acara reuni SMA tuan rumah. Di tempat acara seperti gambar mati rasanya lantaran sama sekali tak paham bahasa Bali .. he .. he. Paginya saya beroleh hadiah istimewa. Ibu tuan rumah dari pasar membawa oleh-oleh penganan (persis kesukaan saya di Solo) yaitu srabi juruh. Srabi dengan parutan kelapa dan juruh gula aren. Suasana sangat Bali juga saya alami di Lombok Barat (sekitar Cakranegara) medio 80-an. Rumah-rumah Balinya terlindung di balik pagar tembok, di pagarnya terpasang obor penerang. Teman asal Mataram bilang, semasa dia SMA jika ada tugas bersama yang dikerjakan malam di sekitar Cakra sering ia memlih tidak pulang. Alasannya, pernah 2 kali ia beroleh 'penampakan' leak! Salam dari Sangatta -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Aris Sent: Wednesday, August 01, 2007 1:19 PM To: [email protected] Subject: Re: [indobackpacker] Re: rindu suasana pedesaan saya punya banyak photo desa-desa, tapi umumnya desa yang saya kunjungi selalu ada obyek wisata nya... kok saya jadi kangen dengan desa-desa di sumsel. waktu ke Moyo kemarin kami nginap di Dusun sebaru, desa sebotok (note: pulau moyo yang lumayan luas itu, terdiri dari 2 desa) desa moyo dan sebotok.... kami nginap di rumah penduduk, makan malam dengan sayur bunga kelor... ini pertama kali saya makan + sayur bunga kelor enak Juga... yang lumayan bener2x alami, mungkin lamalera..kali ya.... http://www.indobackpacker.com/petualangan/dua-malam-di-desa-lamalera ada yang pernah singgahi desa2x di bali? sajian nya, Nasi daun Pisang... salam ARIS __________________________________ Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. http://sg.movies.yahoo.com/
