Backpacker itu orang yang niat. Niat ngisi ranselnya (gede atau kecil) dengan 
segala macam barang yang dibutuhkan selama perjalanan dan di tempat tujuannya. 
Kemana? ke lokasi yang juga udah diniatin mau didatengin, dinikmatin, dikenang, 
didatengin lagi nanti mungkin karena tempatnya asyik banget. Bisa aja sih 
disebut perjalanan itu untuk wisata, kerja, wisata sambil kerja atau kerja 
sambil main hehehe, yang pasti bukan karena iseng. Kalo iseng mah, menurut gue, 
gak ada artinya.  Walau kadang ada orang yang cerita menakjubkan buat orang 
lain yang denger, tapi dia sendiri ngerasa perjalanan itu biasa. Bingung? Gue 
punya  kisah nyatanya, cerita singkat seorang teman yang cerita langsung. Gue 
percaya, dan banyak nilai yang bisa diambil dari perjalanan isengnya itu. 
Terutama bagi backpacker yang sering kepaksa nyebut dirinya kere :)
   
  Panggilannya Gel. Suatu hari ketika dia bosen nongkrong di Potlot selepas 
SMA, dia pengen ngelepas suntuk. Kemana? Kagak tanggung-tanggung, Pantai Kuta, 
Bali. Gak bawa apa-apa, cuma duit 5000 perak di kantong. Niatnya edan. Duit 
segitu harus cukup sampe ke Bali. Yah, bisa ditebak ongkos jalannya. 
Numpang-numpang kendaraan gratis. Dari mulai naik kereta, nyambung ke truk. 
Perlu nyali gede menurut gue ngelakuin itu semua, sambil nahan perut kosong. 
Sampe di Banyuwangi, Gel sempat berurusan dengan petugas kapal ferry. Debat 
muter-muter sambil nyodorin kartu slanker, beres.
  Sampai di Kuta, perut lapar. Uang di kantong masih utuh 5000. Tapi gak dia 
pake. Dia malah deket-deketin orang yang lagi pada kerja di pantai. Ngobrol, 
sambil tangannya bantu-bantu ngoper karet kecil ke tukang kepang gimbal pantai 
Kuta. Dah gitu dia diajak makan, diajak tinggal. Sehari-hari dia nongkrong di 
pantai Kuta, sambil kenalan dengan pedagang2 lain. Jadilah dia tinggal di Bali. 
6 bulan! 
  Cuma dengan uang 5000 yang masih utuh sampai Bali, pulangnya malah bawa uang 
ratusan ribu. Itu hasil kerja bantu tukang-tukang kaos di Bali. Pecinta laut 
dan pantai itu sekarang tinggal di Pangandaran. Prinsipnya yang masih gue 
pegang sampe sekarang, duit itu bukan Tuhan, yang harus dijadikan segalanya.    
   
  Jadi, perjalanan ke mana aja asal niat kuat, duit cekak, jangan takut. 
Lepaskan tekanan, nikmatin hidup, spontan, siap terima keadaan di luar rencana 
atau bayangan, raih banyak-banyak pengalaman. Jelas, lebih punya banyak uang 
tentu lebih enak lagi... 
   
  Jadi, mau dibawa kemana barang-barang di tas ransel kita?
   
  Oh, ya, Mbak AMbar dan Mas Soni, terima kasih banyak atas sharing pengalaman 
dan pengetahuan pelajaran pertama bagi pemula yang mau masuk goa, gua, atau 
guha dalam bahasa sunda.
   
   
   
   

       
---------------------------------
Yahoo! oneSearch: Finally,  mobile search that gives answers, not web links. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke