Gilee, barusan banget nonton Jejak Petualang di Trans 7. Kayaknya lokasinya di 
Kalimantan, sebab gue gak nonton dari awal. Medina Kamil (host) dkk disana, 
dipandu penduduk yang mereka sebut orang dayak. Tujuannya ke cagar alam 
gitulah, mau lihat banteng yang akhirnya nongol di kejauhan. Perjalanannya 
lewat sungai Bahau (ada yang tahu daerah mana?). Pas gue mulai nonton, 
rombongan lagi nyembeleh kerbau di sungai itu. Gak jelas gue asal muasalnya. 
Sebagian daging kerbau dibawa untuk bekal makan rombongan.
  Perjalanan terus, kamera asyik menyorot pacet-pacet yang pesta. 
  Malam tiba, rombongan bikin tenda. Lanjut kemudian acara berburu. Sasarannya 
babi atau rusa. Setelah sinar senter yang mereka bawa memantul di sepasang mata 
di balik semak-semak, senjata diarahkan. Dor! Seekor anak rusa mati. Lidahnya 
melet ke samping. Bangkainya dimasukkan ke tas keranjang. 
  Perburuan belum selesai. Dalam perjalanan pulang lewat sungai Bahau lagi, 
seekor babi dewasa yang tengah minum menjadi sasaran. Dipotong di tempat, 
dibagi-bagi untuk dibawa pulang. 
   
  Buset dah. Gue mikir, kalo tayangan itu film dokumenter, perburuan masyarakat 
itu bisa direkam kamera dan ditayangkan sepolos mungkin. Paling kita yang 
nonton cuma bisa ngelus dada, sambil berdoa hewan-hewan buruan itu masih 
banyak. Jadi gak punah, dan orang juga bisa makan kalo kepepet. 
  Tapi, Jejak Petualang kan bukan tayangan dokumenter, semi juga jauh. Cuma 
acara hiburan jalan-jalan. Kenapa sampai perlu ada tayangan perburuan yang 
jelas dilarang? Tak ada keberpihakan Medina Kamil (mewakili JP) atas perburuan 
itu. Lempeng aja, datar, seakan hal itu harus mereka biasakan, mengikuti pola 
hidup masyarakat Dayak. Penayangan itu gue artiin juga, JP mendukung perburuan. 
  Semoga ada LSM lingkungan atau media watch yang mempersoalkannya, biar JP 
kapok.
  Gue bukan pemantau acara TV. Pas kebetulan aja lihat acara yang kadang gue 
cari, jalan-jalan, kemana aja. Sore ini, yang gue tonton, malah perburuan 
mengenaskan. Masak JP kalah dewasa sama acara si Bolang. Pada suatu edisi, 
anak-anak yang memasang perangkap burung di sawah, melepaskannya lagi ke alam 
bebas, setelah mereka dijelaskan jenis dan burung itu. Ayo JP, perbaiki diri. 
  Semua makhluk, berhak untuk hidup....

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke