Believe it or not , kita sempat kesusahan mencari restaurant makanan china
di china .... !!! Masak sih? Iya beneran, nggak bohong .....!!!

------------------------------------------

Perjalanan kami lebih dominan ke pelosok china ketimbang ke kota besar,
selain itu pelosok yg kami pergi adalah daerah yang mayoritas didiami oleh
etnis minoritas seperti suku uighur (muslim) di Xinjiang (silk road) juga
suku Tibet dan Mui (muslim yg berasal dari pakistan/india tapi wajah china)
di Propinsi Gansu. Karena di pelosok, jangan bayangkan keberadaan mall atau
shoping center, yg ada hanya super market model jadul (jaman dulu) di
Indonesia atau model pasar tanah abang 25 tahun yg lalu ..... tapi rapih lho
....

Masakan suku2 minoritas itu umumnya berunsur kambing atau sapi dan roti.
Apapun yg kita makan pasti ada unsur kambing. Sate kambing, mie kambing,
instant noodle rasa kambing ..... pokoknya semuanya kambing sampai
bau lingkungannya juga kambing !!!

Hari pertama sih masih senang menjadi pecinta makanan lokal
(gastronomic???), tapi setelah itu, rasanya mulai kebal dan akhirnya malah
jadi trauma dgn segala unsur yg berbau kambing ..... Di saat itu, ajaibnya
suka langsung timbul halusinasi makanan indonesia seperti soto ayam Sadi,
nasi padang, sayur lodeh, rendang daging ....... yg uenaaak itu ....

Di Xinjiang maupun Gansu, yg namanya (pemilik) restaurant, mayoritas adalah
milik suku2 minoritas tersebut. Padahal kita habiskan waktu kita sekitar 14
hari di daerah itu. Makanan ini menjadi masalah besar krn di daerah itu,
kita sangat kesulitan mencari makanan alternatif, karena jarangnya
restaurant china, western, apalagi warteg ...... Kalaupun mungkin ada, kita
suka kesulitan membedakan apakah restaurant itu milik suku minoritas ataukah
milik suku Han (china), krn tulisan restaurannya semua dlm huruf china.

Kalau di Propinsi Gansu, membedakannya masih agak lebih mudah antara muslim
sama tidak, yaitu kalau milik muslim selalu ada lambang gambar mesjidnya.
Selain itu juga bisa dilihat dari ada tidak topi putih? Kalau pengelola
pakai topi putih pasti restaurantya muslim. Tapi ini tdk menyelesaikan
masalah, karena beberapa kali kita masuk yg nggak ada gambar mesjidnya dan
nggak pakai topi putih, ternyata milik orang tibet, wharadahkadah .... yg
jadinya malah makan berbau kambing lagi ...hik5x .... ampuuuuun deh ....
ketipu melulu ...

Kalaupun ketemu resturant china Han, belum tentu makanannya juga enak ....
yg ada dimakan hanya sekedar mengisi perut supaya kenyang saja ......

Makanan alternatif biasanya adalah makanan western yg biasanya restaurannya
ada di rekomendasikan oleh lonely planet - china. Tapi, untuk rasa,di tempat
tertentu yg agak terpencil  rasa lokal-nya lebih dominan. Waktu di
restaurant Lisa's, di Langmusi, Gansu, yg sgt di rekomendasikan Lonely
Planet - china, saking sdh nggak tahan saya pesan spagheti carbonara. Yang
keluar dari bentuknya saja saya sdh nggak selera. Spaghetinya pakai mie
lokal, dagingnya nggak dicacah kayak di kita (dagingnya juga bukan sapi tapi
yak, sejenis sapi), saos tomatnya merah muda dan caiiiiiir sekali. Rasanya?
Wah jauuuuh sekali dari rasa spagheti, ini mah spagheti ala tibetan ....ha5x
 ..... Tapi kalau aple pie-nya, memang nggak salah kalau dibilang di tempat
itu aple pienya yg terbaik di dunia .... uenaaak sekali .........

Makanya, kalau pas masuk kota besar seperti urumqi atau lanzhou untuk ke
airport, adalah saat yg menyenangkan krn kita bisa mencari makanan yg lebih
proper. Airport Urumi yg jadi tempat kita bolak balik, jadi tempat favorite
buat memanjakan diri untuk makan. Di lantai 3 ada tempat makan china yg
asliiiii uenaaaak sekali. Tapi mahalnya, kayaknya termasuk mahal juga itu
tempat. Sayur saja 34 yuan, ayam sekitar 40-an yuan, makan berdua bisa habis
sekitar 80-90 yuan-an .... (mahal kalau buat budget kita, ehh saya
maksudnya, kalau istri sih nggak perduli ....he5x). Di daerah stasiun KA
Urumqi, yg saya pesan ayam pakai ngepak2in tangan sambil berkokok juga
uenaaaaak sekali. Makan sayur dan ayam plus teh botol hanya habis sekitar 25
yuan ( 1 yuan = Rp 1.250,-).

Makanan lain yg saya bilang enak juga adalah makanan khas Yangshou, yaitu
Beer Fish, ikan dr sungai mereka yg dimasak dgn bir. Walau harganya agak
mahal sekitar 40 yuan, kita sangat tidak menyesal mencobanya, uenaaak
sekali. Kita juga sempat penasaran sama makanan ikan sungai lainnya di
Yangshuo yg ternyata 2x lipat harga beer fish, yaitu Maguo Fish (80 yuan)
kita coba juga , wah memang uenaak tenan .....  Bumbu masaknya itu yg bikin
nggak tahan untuk disikat habis sampai tuntas ..tas ...tas ...tas .......
blassss ....

Pas di Guilin, saya sempat makan semacam mie ayam di jakarta, di restaurant
yg ok dan tdk kumuh .... rasa makannnya sih nggak okey, pas bayar kaget,
hanya 2,5 yuan ......

Sempat juga kita pas sdh allergy sama makanan lokal, sempat cari breakfast
di sebuah hotel yg kereeeeen sekaleee di Hezuo, Gansu. Perkiraan awal sih
saya sdh budget kan habis sekitar 50 - 100  yuan berdua. Pelayanan sangat
baik, ramah semua, bhs sempat jadi mslh (seperti biasa) tapi beres ketika
buku dictionary sdh dikeluarkan. Kita pesan paket breakfast a la china.

Pas keluar, adalah noodles (semacam mie), lalu ada sop sayur, ada telur
rebus, ada roti kalau nggak salah, ada lagi susu dan teh, plus buah2an segar
 .... wah pokoknya lengkap deh ..... Nah pas bayar, saya terkaget-kaget,
ternyata hanya disuruh bayar hanya 20 yuan berdua (@ 10 yuan/orang). Gileee
murah sekali, lha teh botol plastik saja harganya 3 yuan di emperan, kalau
ditempat hotel pasti lbh mahal, belum susunya ....

Karena pelayanan mereka yg sangaaaaat simpatik (mereka sempat tawaran lagi
gratis mie gore ng mereka), saya tinggalin tip "hanya" 5 yuan. Apa yg
terjadi, pas sdh di trotoar jalan, kami dipanggil dan uang tip itu
dikembalikan, kita paksa terima, mereka tetap dgn senyum manisnya
mengembalikan uang tip tsb ..... Akhirnya terpaksa kita terima uang tip tsb,
ohhh luar biasanya dedikasi pelayanan meraka ..... rrruar biasa ..... !!!
(btw, dikembalikan, apa gara2 kekecilan ya tip nya???? Bisa jadi kayaknya
!!!   he5x ......)

Untuk biaya makan, kalau mie biasanya kalau di Xinjian atau gansu, sekitar 5
yuan per porsi. Kalau makan besar, pesan sayur dan ayam, habis sekitar 20-40
yuan berdua. Tapi kalau di Guilin atau Yangshou khususnya, harganya sdh
harga turis, minuman saja sekitar 10-15 yuan. Kalau makanan sekitar 15-40
yuan per makanannya. Tapi tetap saja ada tempat2 dgn harga yg lebih murah
lagi, ini sekedar gambaran umum saja sih. Untuk minuman kalau kita pesan
khusus teh hijau biasanya kena sekitar 3 yuan, tapi bisa re-fill.

Informasi ttg makanan ini adalah makan di restaurant2 yg umum dan banyak
bertebaran di lokasi yg kami kunjungi. Kalau makan di hotel berbintang atau
restaurant yg flashy mungkin akan lebih mahal sedikit, tapi nggak semahal di
Indonesia kayaknya.

Selain di restaurant yg banyak di kunjungi bule ( yg di rekomendasikan oleh
lonely planet - china), menu tertulis dlm bhs china dan ada harganya. jadi
nggak usah khawatir di tipu. Kita sendiri selama ini rasanya nggak pernah ya
ketipu atau harganya di marked up diatas yg seharusnya. Kalau di restaurant
yg biasa melayani bule, lucunya, si pelayan habis kita tunjukkin tulisan dlm
bhs inggris, biasanya langsung cari terjemahannya yg dlm tulisan china
.......  ha5x .....

Bicara jenis makanan, ternyata kalau china bagian utara, lebih utama makan
mie, nah kalau selatan (dibawah shanghai) biasanya makan nasi dr pd mie.
Makanya kalau makan didaerah utara kita jarang disajikan nasi (mifan).

Di china, yg paling umum adalah teh hijau (green tea), nah bagi pecinta teh
merah/hitam, sebaiknya jgn lupa bawa teh asli indonesia sendiri. Di hotel
biasanya disediakan air panas dlm thermos jadi kita bisa bikin teh sendiri.
Kopi kelihatannya bukan minuman yg umum disana, kalaupun ada kebanyakan kopi
model2 nescafe yg bagi sebagian orang yg sensitif terhadap kopi bisa
bikin perut kembung malah diarheea. kalau maniak kopi dan nggak mau
kembung2, jgn lupa bawa Trypanzim, buat netralisir gas, yg dijual bebas di
apotek. Kalau biasa minum kopi ada baiknya bawa kopi kapal api sachet dr
indonesia.

Oh ya bagi perokok, harga marlboro lumayan mahal sekitar 20 yuan, bikinan
philipine, kalau mau murah bawa aja dr indonesia....

KFC atau Mc Donald tersedia, tapi hanya di koa2 besar. Buat saya, tetap saja
KFC di Indonesia jauuuuh lebih uenaaak krn selain lebih gurih juga ada
nasinya. Kalau di china hanya ada ayam tp nggak pakai nasi, hanya pakai
french fries saja  (nggak nendang banget) ..... Saos yg ada hanya saos
tomat, sambel nggak ada.

Saat kita cobain makanan disana, kita seriiiing sekali makanannya kurang
berasa krn kurang garam, jadi kalau mau enak terpaksa setiap makan kita
tambahain lagi garam biar lebih enak. Kalau bisa bawa royco cair akan lebih
baik lagi ..... untuk menambah sedap makanan 2 yg hambaaaar kurang bumbu
.....

Kecap manis disana juga nggak ada, nah bagi pecinta kecap manis dianjurkan
untuk bawa sendiri saja .....


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke