Rekan-rekan sekalian,

Sebenarnya saya ragu2 untuk menulis ttg toilet di china atau tidak? Tapi
godaan syaithon susah sekali untuk menahan diri untuk tidak menulis.
Mengingat topik ini dijamin akan meninggalkan kesan yang kurang baik, sekali
lagi saya ingatkan bagi rekan2 yang sangat sensitif untuk tidak meneruskan
membaca isi topik ini. Pokoknya kalau setelah membaca email ini jadi batal
mau jadi backpacker di china atau selera makan jadi hilang, saya nggak
tanggung jawab ya .... he5x ....

=====================================================

Setelah perjalanan 21 hari kami di china, kalau kami boleh susun urutan hal
yang paling kami tidak suka adalah (paling atas paling tidak disukai):

   1. Sanitasi/toilet
   2. Bau orang lokal di china
   3. Pedagang acungan di Yangshou
   4. Makanan Xinjiang dan Tibet

Masalah yang paling saya khawatirkan ketika mengajak istri backpacking ke
china adalah sanitasi atau toilet. Khususnya kalau sedang dalam perjalanan
panjang diluar hotel, yg jelas fasilitas sanitasinya jauuuh berbeda.
Jangankan ke china, diajak petualangan ber-offroad-ria dgn jeep kami saja
dia tidak mau karena fasilitas untuk "pie" (pipis) nggak tersedia
...... Tapi karena dirinya ingin menganggap perjalanan ini sebagai
kesempatan second honeymoon, jadinya apapun yang terjadi dia tetap
ikut.......

======================================================

Kalau sepanjang ribuan tahun sejarah china telah terjadi revolusi
berkali-kali yang merubah dgn cepat wajah china diseluruh aspek, ternyata
revolusi itu gagal menembus dalam aspek yg terkait dgn sanitasi atau toilet.
Entah apa penyebabnya, kondisi toilet di china yg primitif dan tidak
berperikemanusiaan itu sama sekali tidak mengalami perubahan kearah yang
lebih manusiawi.

Kalau dari pengamatan saya, ada beberapa kelas/model sistim toilet yang saya
lihat (dan alami hik5x ...):

   - Closet duduk, ini hanya ada di hotel berbintang atau hotel melati
   yang banyak melayani orang asing. Kalau menginap di hotel ini dijamin ritual
   rutin pagi hari akan berlangsung hikmat dan tenang. Bahkan keinginan
   berlama-lama menikmati bisa dilakukan sambil merokok atau membaca.
   Masalahnya, fasilitas ini hanya ada di hotel besar dan di kota besar. Ketika
   kaki melangkah keluar hotel, maka alternatif berikutnya untuk mendapat
   fasilitas sejenis hanya tinggal di airport. Itupun harus airport baru semcam
   lanzhuo, kalau airport lama? itu hanya mimpi ditengah hari bolong, lebih
   tahan saja keinginan membuang hajat .....



   - Closet Jongkok dengan flushing dan ruang tertutup. Fasilitas ini
   umumnya tersedia di hotel, airport, shopping centre di kota2 besar. Disini
   hanya ada closet jongkok, tapi ada fasilitas flushing buat menyiram, tapi
   tidak ada air untuk membasuh, juga, parahnya tidak ada tissue !!! Saya suka
   bingung, kalau orang2 BAB (Buang Air Besar, sorry), apakah mereka harus
   selalu siap dgn tissue sendiri atau tidak? Nah kalau tidak punya tissue
   bagaimana? Apakah setelah selesai melakukan tugasnya langsung tarik celana
   dan urusan selesai? Kalau bagian ini saya nggak pernah tahu, lha nggak
   pernah ngintip .... !!! Closet disini dimaksud tertutup adalah setiap closet
   mrpk ruangan tersendiri, ada pintu dan bisa ditutup sehingga ada privacy.



   - WC tidak ada closet, hanya lubang memanjang (kita jongkok diantara
   lubang tersebut), terbuka (tidak ada pintu, tapi disekat tembok setinggi
   sekitar 60 cm antar satu tempat dgn tempat lainnya) tidak ada privacy krn
   setiap orang yg masuk ke toilet bisa melihat apa yang kita lakukan. Tidak
   ada flushing, tidak ada air pembasuh, tidak ada tissue, tidak ada septick
   tank. Feces (kotoran) tersebut bertumpuk-tumpuk didalam lubang yg tidak
   pernah di flush atau dibersihkan tersebut. Kadang, kalau ada yang salah
   dalam membidik untuk masuk lobangnya, maka akan berceceran disekitar lobang
   tersebut apa lagi yg mencret, dan kita terpaksa menginjak kotoran tsb (sdh
   mulai jijik belum?). Saya sempat melirik isi dalam lobang tersebut, ada
   tissuenya nggak? walau ada, ternyata sangat miniiiiiiiiiim sekali. Berarti
   orang2 ini nggak c***b***k donk ...... ???!!! Saat bis berhenti di terminal,
   saya kebelet pipis. Saya langsung ke WC (di china juga disebut sbg
   WC). Tempat kencing biasanya digabung dgn tempat "BAB". Pas masuk ruangan,
   bau khas tokai tersebut dgn tajamnya menyergap saya sampai2 saya langsung
   otomatis mati2an menahan nafas. Didalam ternyata ada 3 penumpang bis yg
   jongkok bersama (tempatnya model terbuka, jadi semua bisa saling lihat2an,
   ruangannya juga kecil sekali, wc pria seukuran hanya 2x3 meter) sedang buang
   hajat. Saya lgsg ke tempat pipis, yg persis modelnya seperti di terminal bis
   di indonesia juga, tempatnya nempel ke dinding dan dikasih penahan dikaki
   bawah. Cepat2 saya pipis krn napas saya sdh mau habis dari tadi
   menahan napas .... selesai, langsung tanpa melirik langsung kabur dr tempat
   menjijikan itu ..... Saya tanya ke istri, bgmn model WC wanita? ternyata
   sama persis dgn u/ pria ..... Ampuuun deh ..... Setelah kotoran tersebut
   banyak terkumpul di lobangnya, biasanya akan ada petugas dgn seroknya, akan
   mendorong kumpulan tokai itu. Saya nggak tahu dibuang kemana? apa
   dikumpulkan untuk dijadikan pupuk lagi? Kalau saat di setasiun pengisian
   BBM, lobang dibawah itu tidak mengalirkan ke septic tank, akan tetapi
   dibawah memang dibikin lobang besar semacam septick tank tapi bukan septic
   tank. Tokai2 itu ya dibiarkan mengambang saja disitu. Sama juga, no
   flushing, no water, no tissue .... Asal tahu saja, WC model seperti ini
   adalah model WC yang paling banyak atau paling umum diterapkan di seluruh
   china !!!



   - WC nya model seperti diatas, tapi lebih parah, karena nggak ada
   penyekat, hanya ada satu lobang panjang, dimana dibawahnya sdh
   bertumpuk-tumpuk tokai dari pendahulu2nya, kalau ada lebih dari satu orang
   yg BAB, yah diatur-atur saja ruangan yg ada supaya bisa bareng2 membuang
   hajat, sehingga lebih terbuka lagi .....

=======================================================

Karena kondisi toilet yang sangat ...sangat ... tidak manusiawi tersebut,
makanya prioritas utama yang harus dilakukan setiap pagi, di hotel, sebelum
berangkat, adalah BAB terlebih dahulu, dari pada keceriaan hati  jadi rusak
gara2 harus BAB di WC umum yang biadab itu ...... Khusus istri, kalau akan
melakukan perjalanan panjang naik bis umum, maka akan berpuasa minum, agar
tidak harus berhubungan dgn WC primitif yg menjijikan seperti itu. Lumayan
juga strategi seperti itu, umumnya dia berhasil melewati perjalanan 6 jam
tanpa harus ke WC .... Pernah sekali terpaksa ke WC, wahhh perlengkapan
komplit langsung dikeluarkan. Parfum disemprotkan sebanyak-banyaknya ke
selendang tipis yang memang istri bawa2, supaya berbau harum, yg lalu
dililitkan menutupi mata (supaya tidak terlalu jelas melihat), mulut, dan
hidung sehingga bau busuk tdk terlalu tercium. Lakukan pipis dgn kecepatan
dan tekanan tinggi, dan langsung keluar dr neraka dunia itu secepatnya
.....  Biasanya, kalau dia habis keluar dr sana, badannya msh tremor,
trauma mengingat kejijik'an yg terjadi selama di wc .....ha5x ...

Walaupun wc mereka demikian parahnya, yg menarik adalah saya tidak pernah
mendapatkan adanya orang2 yang BAB sembarangan, bahkan di daerah pegunungan
yg luas ataupun di daerah apapun. Kali mereka tetap bersih, tdk pernah
terlihat adanya kotoran manusia. Begitu juga saat pipis, umumnya mereka
tetap akan pipis di WC. Hanya sekali saya lihat penumpang laki2 yg kencing
sembarangan diluar wc, hal ini disebabkan kecilnya wc, pdhl yg butuh
banyaaaak sekali dan mendesak ..... Bahkan di daerah karakuli lake,
xinjiang, yang hanya ada satu wc tertutup yg tidak pernah dibersihkan, dan
kotoran2 tsb saling bertumpuk sampai tinggi sekali di lobang, saya tdk
mencium aroma tokai diluar dari wc itu. Artinya, mereka tetap disiplin untuk
itu.

Dengan kondisi seperti itu, makanya kalau mencari hotel, kita akan selalu
memprioritaskan fasilitas toilet didalam kamar dan harus closet duduk,
selain fasilitas lainnya. Hanya sekali kami tidak mempermasalahkan toilet
diluar kamar dan jongkok pula, karena kami lihat closet jongkoknya
bersiiiiih dan tidak terlalu berbau (suka dipasangin dupa bakar).

Makanya, dgn kondisi umum wc di china seperti itu, saya nggak terlalu
tertarik melihat kecantikan yg luar biasa wanita2 di Xinjiang, karena begitu
mengingat kondisi toilet mereka, langsung saja saya "ill-feel" he5x .......


Kondisi toilet modern mungkin sdh lebih baik di kota2 besar, khususnya
dibangunan apartment yg baru2 ini dibangun. Tapi di mayoritas bangunan di
china saya nggak yakin kondisinya sdh lebih baik ..... (standard barat)
......

Oh ya, satu tip lagi, usahakan kalau backpacking ke china, jangan lupa bawa
semacam kotak plastik yang agak besar, lumayan banyak fungsinya bisa
dijadikan sbg gayung air yang tidak disediakan dimanapun di china ......

WC umum kadang gratis, kadang harus bayar, kalau bayar hanya 0,5 yuan saja
koq ...... Untungnya, selama ini kebutuhan saya hanya pipis, tidak sampai yg
lebih berat lagi, kalau sampai harus BAB di wc umum, bakal jadi trauma
seumur hidup yg susah dihilangkannya .....

ossy'81  (101/85)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke