Ini taktik saya waktu beli backpack bulan Februari lalu. Kondisinya
begini : saya butuh backpack untuk trekking berhari-hari. Kapasitas
medium-besar (sekitar 60-70l). Sebagian barang dibawa porter di Nepal
jadi saya hanya membawa keperluan basic seperti baju hangat, obat, air
minum, ekstra makanan, sleeping bag, kaos tangan in total dibawah
10kg. Merk tidak masalah yang penting bisa membawa beban enak di
pinggang dan bahu. Harga kalau bisa dibawah US$250. 

1. Bikin daptar requirements untuk performances. Misalnya : 

-backpack untuk kemping, atau hanya untuk je je es > fungsi
-berapa kapasitas yang dibutuhkan (berdasar kebiasaan bawa)
-barang apa aja yang mo dimasukkan > berat dan kapasitas
-mo yang hardlines backpack atau yang biasa2 aja > jenis bahan
-perlu tambahan fungsi apa enggak (saku, tali, hiddenpocket untuk air
minum, kamera, laptop, cover dll) > addition function
-berapa dana yang tersedia

2. Riset berdasar requirements dengan merk yang tersedia secara lokal.
Caranya? minta brosur ke pembuat atau dateng ke toko2 outdoor sekitar
tempat tinggal buat browsing. Cara lain adalah menjaring info dengan
web based. Yang ini mungkin banyak tersedia untuk produk luar. Ada
lagi dengan mencari referensi dari majalah outdoor misalnya NG
Adventure, Backpacker, Outside dll (yang lokal apa yah..). Biasanya
mereka ini di awal tahun membuat semacam daftar : Gear of the Year.
Kembali ke dana tadi, siap enggak keluar ektra untuk yang 'agak
mahalan' atau bermerk.

3. Dari browsing baik toko dan online dibuat short listed. Telpon ke
toko apakah produk yang kita inginkan tersedia onstock apa enggak.
Kadang untuk ukuran tertentu sering tidak ada di toko jadi harus
didatangkan dari cabang lain. 

4. Datang ke toko udah siap dengan daftar barang. Langsung minta
tolong untuk 'test drive'. Waktu itu saya ditemani konsultan, diajak
ke pojokan untuk diukur punggung saya. Mereka (REI sori nyebut tokonya
bukan untuk promosi) punya semacam kartu ukur dan juga pita ukur kayak
mo njahit. Yakin bahwa saya ini pendek yakni cuman 31 inc. 

Tiap produk punya range ukuran sendiri. Di beberapa merk ukuran 31 inc
ini masuk katagori Small tapi ada yang masuk XSmall. Jadi dicermatin
ukuran teknis di tag barang.

5. Test Drive. 
Backpack diisi beban sekitar 5-10kg (nambah juga boleh). Lantas mulai
di fit-in dengan tubuh, terutama bagian perut, pinggang, bahu dan
jarak antara tas dengan tubuh (biar engga megal-megol). Jalan memutari
toko, naik turun tangga sampe setengah jam. Untuk yang belum
berpengalaman mungkin susah merasakan bagian mana yang enggak enak.
Tapi biasanya insting pertama yang benar. 

Backpack yang enak adalah yang ngg bikin sakit di bahu walau muatan
banyak karena beban dibagi ke pinggang. Juga ngg bikin sakit di
dengkul dan boyok kalau dibuat naik turun. Pake perasaan deh..

6. Kalo ngg yakin, yah jangan beli. Jangan tergoda beli yang lain
hanya karena lebih mahal. Menurut saya comfort itu nomer satu. Biar
merk huebat kalau ngg cocok juga enggak dibeli. Kalo-pun yang lebih
mahal punya requirements seperti saya inginkan, biasanya saya test
drive juga. Jadi ada 2-3 produk yang dirasakan.

7. Periksa lagi semua requirements yang kita buat melawan harga. Mikir
lagi. Pendapat kawan kadang bikin bingung. Kalau belum juga sampai
pada keputusan, ya udah tunda dulu. Waktu itu saya berat memilih
Gregory Deva dan NF (saya lupa serinya).

8. Akhirnya beli juga. Lebih asyiknya karena saya sering belanja dapet
diskon habis2an hampir $100 karena si toko make points share. 

9. Belum puas? test drive di lapangan langsung. Selama tiga minggu
saya pake jogging dengan backpack yang diisi beban. Itupun masih
fit-in lagi sana sini. Kadang buang beberapa tali yang ngg penting.

10. Puas? belum juga...still searching the perfect backpack.


Untuk Mas Erlangga : ada rekomendasi backpack untuk cewek?


Salam,
Ambar



--- In [email protected], "puguh_imanto"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>  'ntar' udah jago...baru pake yang ini
> (yang paling mahal)"
> 
> ....biasanya pembeli barang hobby mikir 2 hal: ah, ntar kalo udah 
> jago gue mesti beli lagi...atao...sialan nih yang jual, gue dikira 
> belum jago...mikir..mikir...SAYA BELI YANG PALING MAHAL!!!(sambil 
> menghisap rokok dan asapnya dilepas tiba2)
> 
> yang jual seneng barang paling mahalnya laku, yang beli juga 
> terpuaskan egonya...
> 

Kirim email ke