Dear rekan BP-ers,
Omong-omong soal kapal Pelni...inget nostalgia dulu jaman kuliahan pulang 
kampung lebaran naek KM Lawit, Ciremai dan Bukit Siguntang kelas ekonomi untuk 
mudik.
Kalo rekan2 memilih backpack dengan kapal Pelni, bisa kuberi gambaran sedikit 
suasana kapal berikut tipsnya biar agak nyaman...

1. Kalo peak season, usahakan perginya rame2 sama temen2, jadi bisa arrange 
taktik biar ga keabisan kasur. Biasalah kalo naek ekonomi kan orang2 berebutan 
pada kalap naek kapal karena rebutan kasur (kalo tempat tidur pasti dapet kalo 
tiket resmi belinya) jadi yang lambat naek kasurnya akan keembat ama yg naek 
duluan sehingga tidurnya kepaksa di tempat tidur papan dengan alas koran aja. 
Kalo rame2, teman sebagian naek ambil kasur tanpa membawa barang sehingga bisa 
cepat, nanti kalo dah tenang dan kasur didapat baru deh rame2 naek lagi bawa 
barang yang ditinggal di bawah. Saat pertama naek dan bingung orang pada 
rebutan lari sana-sini cari kasur, carilah di tempat2 yang orang lain jarang 
cari, misalnya di bawah tempat tidur, di ruang kecil u peralatan pantry/fire 
prevention, pojok ruangan bawah televisi dlsb. Hati2 dengan calo kasur, yaitu 
orang yang naik duluan dan numpuk kasur di bawah pengawasannya  (sebagian juga 
crew kapal) yang meminta bayaran atas kasur yang kita ambil darinya.., padahal 
nanti saat kapal mulai jalan kita akan ditarik bayaran resmi oleh Pelni. Jadi 
kita bayar dobel, yang pertama ga resmi tentunya. 

2. Posisi tempat tidur yang agak enak adalah (asumsi kapal memiliki 6 dek), 
adalah dek 3 dan 4 karena posisi di tengah kapal sehingga goyangan karena ombak 
kurang begitu terasa plus orang jarang hilir-mudik. Dek 2 ada yang sebagian 
diisi penumpang, namun walau stabil thdp ombak namun kurang begitu nyaman 
karena dekat dengan ruang mesin sehingga bunyi dan getarannya sangat terasa.

3. Hindari tidur di dekat rombongan yang jumlahnya terlalu besar, apalagi apes 
dapat tempat tidur di tengah mereka..kalo masih ada tempat kosong lain segera 
pindah. Rombongan yang 'agak kurang nyaman' adalah rombongan keluarga dengan 
jumlah lebih dari 5 orang, atau rombongan anak2 yg cukup banyak. Privasi kita 
akan terganggu dan dijamin kita tidak akan bisa istirahat. Rombongan pelajar, 
mahasiswa dan pemuda atau keluarga kecil akan lebih nyaman. Untuk yang muda2 
mereka akan lebih solider, bisa diajak gitaran, maen remi. Kalo keluarga kecil 
ataupun orang tua, biasanya kita suka ditawari makanan he he...minimal lauk 
lah... :D

4. Omong2 makanan, kualitas makanan ekonomi di kapal Pelni sungguh buruk. 
Biasanya saya membawa lauk sendiri yang tahan lama misal abon, sambal goreng, 
telur asin dll. Jadi saat makan, jatah tsb kita sortir dan yg kita ambil paling 
hanya nasi dan lauk seperti telur dadar karena hampir dipastikan lauk lain 
seperti ikan sudah tidak sehat (warnanya kebiruan), ayam juga sudah tidak 
renyah, apalagi sayuran. Kelamaan di freezer kapal dari trayek pertama kali 
jalan. Air panas disediakan walau kadang2 habis, namun opsi membawa mi/popmi 
sangat layak dipertimbangkan.

5. Kondisi MCK memprihatinkan, apalagi usernya yang berasal dari segala 
kalangan. Walau desain awalnya bagus, jangan kaget kalo dalam perjalanan 
kualitasnya akan seperti kakus pinggir sungai. Air ga ngalir, toilet ga 
diflush, plus banyak 'barang' berceceran, pesing, pintu ga bisa dikunci dll. 
Usahakan tidak makan makanan dengan ampas berlebih sehingga perjalanan 40 jam 
dapat dilewati tanpa harus 'setor tabungan' kecuali pipis tentunya. Kalo pipis 
tentu bisa dilakukan secepat kilat sekelebat mata wush wush sehingga siksaan 
nerakanya ga begitu kerasa. Mandi pun demikian, jangan sampai kejadian keluar 
kamar mandi badan belepotan penuh sabun karena air shower abis.., ga lucu 
tentunya. 

6. Keamanan, kita harus aware seolah2 berada di terminal. Copet tersebar 
dimana2, terutama saat naik dan turun. Kalo kapal sudah jalan, hati2 dengan 
barang2 bawaan karena dapat diraih siapa saja yang lewat-harus terus diawasi. 
Jenis barang yang sering hilang, travel bag, tas ibu2 (ini karena sering 
ditaruh gitu aja di tempat tidur), sandal (beneran lho!), dan dompet. Khusus 
dompet ini, umumnya dompet cowok..hilangnya biasanya saat mandi (aneh kan?). 
Jadi ceritanya kalo cowok mandi kan celananya disampirkan, naah sebagian besar 
hangernya dah jebol jadi disampirkan ke atas pintu kamar mandi, sekaligus tanda 
kalo 'ada orang'. Saat itulah pencopet dengan mudahnya gerayangi saku celana, 
ngembat dompet ataupun hape pemiliknya... Usahakan ke WC bukan saat peak time 
seperti pagi jam 6 - 9, jam 5 - 8 malam.

7. Kalo jenuh, bisa nonton film, jalan2 ke cafetaria, atau menikmati laut di 
sisi kapal. Namun hati2, ada tipikal penduduk tertentu (tentunya saat kapal 
telah singgah atau menuju daerah tersebut) untuk mabuk2an saat di perjalanan 
laut (aneh ya!). Walaupun minuman keras dilarang tapi bila sudah pukul 23.00 ke 
atas suasana di luar sudah sepi sehingga ada kemungkinan rekan2 bertemu 
pemabuk2 di sudut2 kapal yang gelap (sekitar sekoci, dek atas dll). Kalo mau 
nongkrong lebih baik di depan kapal..lebih rame dan dekat kelas II dan I/Utama 
sehingga keamanan lebih terjaga.

8. Untuk yang muslim, untuk kapal Pelni yang besar disediakan Mesjid. Jangan 
terlalu pede sholat sambil berdiri, jika tidak yakin dan kurang sehat, ambil 
posisi tahyat saja. Jika berjamaah dan berdiri, usahakan kaki dibuka lebar 
untuk mengantisipasi goyangan kapal akibat ombak besar. Hati2 saat hendak ruku 
ataupun sujud, karena disaat tersebut, bila kapal miring searah sajadah, kita 
dapat tersungkur ke lantai dan cidera!

hhmm...itu saja kenangan dulu.., dan sepertinya tidak terlalu banyak berubah 
karena terakhir bulan lalu sempet ngerasain naek salah satu kapal Perintis 
Pelni. 

Salam

 
 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke