Sebenranya jujur saja, Indo bukan bangsa petualang
karena sebagian besar rakyatnya memang belum mampu
bertualang. Berapa persen sih rakyat indo yg masih
hidup dibawah garis kemiskinan. Yang menengah keatas
mungkin gak sampai 10 persen. Saya juga prihatin
kenapa Indo yang bagus ini kok gak laku pariwisatanya.
Pertama jelas karena kurang promosi, pemerintahanya
males ngurusi negara, males promosi pariwisata.
Padahal berapa negara yang berhasil menjadi makmur
karena pariwisata. Contoh terdekat Thailand. 10 tahun
yang lalu mungkin Thailand bukan apa2, tapi sekarang
org jualan di pasar2 Thailand aja udah bermobil,
jalan2 bagus, cari kerja gampang dan banyak
bermunculan org2 kaya baru di Thailand. Kalau ada yg
miskin di Thailand paling2 imigran asal kambodja atau
Myanmar, atau org2 asal daerah perbatasan seperti
Chiangmai, Chiangrai, Ubon dll. Belum lagi kalau mau
ngomongin Spanien, Kroatia, Turki dll. Mereka hidup
makmur dari pariwisata. Karena memang pada saat
berwisata orang gak sayang buang duit, jadi gampang
diporotin hehe..
Problem kedua menurut saya adalah faktor kenyamanan.
Banyak daerah cantik di Indo tapi accessnya kurang
nyaman. Say Ujunggenteng yang cuma 6 jam dari jakarta,
pantainya sangat indah tapi untuk kesana mesti
gojlag-gojlag jarena jalanya gak mulus. Lombok yang
bagus tapi terbengkalai. Padahal mereka gak kurang
bagus dari pantai2 di Thailand atau Malaysia, dan
jangan ngomongin Singapore yang pantainya secuil tapi
pariwisatanya maju. Di Thailand hampir semua daerah
pariwisata sudah terdiscovered karena accessnya mudah.
Faktor ketiga yang menurut saya very stupid ya
pemberlakuan visa untuk masuk indo untuk beberapa
negara Eropa. Entah 2003 atau 2004 aturan visa mulai
diberlakukan untuk sebagian besar negara2 EU. Padahal
sebelumnya bebas visa. Memang sejak tahun lalu
diberlakukan VOA dengan biaya sekian USD tapi tetap
aja feeling repot urus visanya gak ilang. Apalagi
beberapa oknum petugas imigrasi yang hobinya meres
orang WNA atau WNI. Lah hampir semua negara ASEAN
memberlakukan bebas visa untuk pasprt EU, indo kok
malah berjalan mundur. Diakui atau tidak yg suka
jalan2 adalah orang Eropa. Beberapa tahun yg lalu
waktu jalan2 ke Bali saya masih denger orang ngomong
bahasa lain selain inggris tapi sekarang cuma orang
berbahasa inggris aja di Bali, artinya pamor Bali udah
menyurut.
Yang terakhir karena paport indo memang agak bikin
susah. Kemana2 mesti urus visa, selain kenegara ASEAN
lho. Tapi kalau ini ya maklum aja, Indo masih
terhitung begara ketiga jadi diakuatirkan kalau
terlalu gampang masuk negara lain nanti gak mau balik
lagi, alias jadi imigran gelap.
Sebenarnya sangat disayngkan kalau Indo yang cantik
ini sampai kurang laku pariwisatanya. Semoga
pemerintahan kita terbuka matanya, mulai ngurusi
rakyat tidak hanya ngurusi keluarganya saja.
Ully
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC