Dear all, Utk sementara saya dan hikmah (temen dari milis yg tnyt juga mau ikutan jalan ke tarakan-nunukan) sudah punya rute sbb:
Berangkat: 1. Bpp-Nunukan == naik kapal Dobonsolo tgl 12 atau 13 Okt. 2. Nunukan-Sebatik == naik perahu (rekomendasi dari Luky, kita dapet teman di Nunukan, Saharuddin, yang mudah2an siap sedia menemani kegilaan kita berdua di sana. 3. Sebatik-Tawau == naik perahu Pulang: 1. Tawau-Nunukan == rute semula, naik perahu ke Sebatik dulu 2. Nunukan-Tarakan == naik speed boat atau ferry 3. TArakan-Tanjung Selor == naik speed 4. Tjg. Selor-Berau-Samarinda-Bpp == naik bis (rute darat) Patokan sampe BPP tgl 20 Okt. Yang jadi masalah dan masih dipertanyakan, 1. Paspor == saya tidak punya paspor, tapi hikmah punya. Kabarnya saya bisa numpang di paspor dia. Tapi ada alternatif lain dgn saya pake PLB (Pass Lintas Batas). Nah, mana yang lebih baik saya gunakan, paspor atau PLB? Mengingat tnyt kita mau menginap 1-2 hari di Tawau. 2. Hikmah dpt info dari teman milisnya, klo di Sabah tuh tptnya keren banget dan bisa dijangkau dgn bus. Nama tptnya Danum Valley Research Centre. Perjalanan itu memakan waktu berapa lama dan berapa kira2 biayanya? 3. Alternatif lain yg mau kita datangi adalah ke Ligitan. Kebetulan ada teman yg pernah kesana dgn pergi ke Sampurna terlebih dahulu. Tapi dia udah lupa naik apa dan berapa biayanya. Bisa dibantu? 4. The most important thing is, ada ga sarana transportasi yang murmer dari Nunukan-Tarakan. klo naik speed dgn harga 160rb itu buat kita terlalu mahal.. Ada info bisa naik ferry Tirta Jaya yang cost nya gak sampe 100rb. Bener gak? Terima kasih sebelumnya atas perhatian mbak-mbak dan mas mas.. Beginilah kami, punya mimpi tapi gak punya piti (duit). Hehe.. Mohon saran dan info, siapa tau bisa kami pertimbangkan. salam jalan2, -anggi & hikmah-
