Sedikit tambahan atas yang sudah ditulis teman-teman lain.  Mungkin bukan info 
baru.  Saya ke Ternate-Manado jauh sebelum beredarnya lembar 1000 rupiah yang 
bergambar Tidore-Maitara.

(no 2) Saya biasa menempatkan tujuan terjauh di awal perjalanan.   Tempat 
terjauh perlu energi ekstra.  Makanya selagi masih fit, dijelajahi lebih dulu.  
Alasan lainnya, untuk jaga-jaga jika di tengah jalan terjadi sesuatu yang 
mengharuskan mempercepat liburan.  Jika tempat terjauh sudah dilihat, tempat 
yang lebih dekat bisa dijelajahi lain waktu.  Biaya pun lebih murah dibanding 
ke tempat terjauh.  Kalau untuk rute ini Ternate tujuan terjauh, saya akan 
memprioritaskannya.

(no. 4) Salah satu pemandangan terelok yang pernah saya lihat adalah saat turun 
dari kapal di pelabuhan Bastiong (Ternate).  Dari Jetty mata langsung menatap 
Gamalama.  Mungkin pemandangan seperti itulah yang juga disaksikan para 
penjelajah Spanyol di abad XVI dulu.  Kalau pun mau ke Ternate dengan pesawat, 
pemandangan elok itu masih bisa dilihat saat mau ke Tidore atau Manado (jika 
Ternate - Bitung dengan ferry).

(no. 5) Cengkeh Afo ada di lereng Gamalama (saya sendiri belum pernah ke pohon 
tua itu).  Kata teman dari Tidore, pohon yang setua Afo hanya ada di Pulau Obi. 
 Pohon-pohon itu ditanam sejak era VOC!  Saingan Afo, sebagai pohon tua, ada di 
TN Kutai, Sangkimah, tak jauh dari Sangatta.  Kalau menyinggung cengkeh Afo dan 
ulin di Sangkimah saya jadi ingat pohon bodi di Srilanka yang dicangkok dari 
pohon tempat Siddharta Gautama mendapat pencerahan di Bodhgaya,  juga ingat 
pada kurma nabi oleh-oleh jamaah haji.

(no. 6) Pemandangan di balik uang 1000, kalau melihat peta, bisa dilihat di 
sisi selatan pulau.  Pernah saya jalan di taman di seberang Danau Laguna 
(mungkin saat ini sudah bukan taman lagi) dan rasanya mata saya 'mendahului' 
gambar di uang kertas itu.  Taman ini terletak antara Benteng Kastella dan 
Benteng Kayu Merah.  

(no. 8) Saya dulu juga bersua dengan problem serupa.  Lha kok hari itu pas 
Minggu sehingga ada rombongan yang mau menyambangi keluarga di satu kampung di 
Bunaken.  Mereka menawari tumpangan, dengan catatan pulang-pergi mampir ke 
kampung dulu.  Bonus pun tak bisa ditolak.  Saya diajak menghadiri pesta, 
padahal cuma berkaos dan bersandal jepit .. he-he-he.

Salam dari Sangatta



-----Original Message-----
From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of P. D. Negara
Sent: Sunday, October 14, 2007 11:04 AM
To: [email protected]
Subject: [indobackpacker] SOS: INFO TERNATE

(dihapus)

2. Sebaiknya mana dulu dalam melakukan perjalananin, dari Surabaya apa
ke Manado dulu baru sambung Ternate atau sebaliknya dari Surabaya ke
Ternate dulu baru sambung ke Manado....?? Ada saran? Perjalanan saya
tidak ada target dikejar waktu, jadwal yang atur dan kendalikan saya
sendiri.

(dihapus)

4. Dari Bandara Babullah Ternate kalau ke kota atau penginapan ada ojek
tidak??? berapa tarip ojek ke kota (tengah kota)?

5. Kalau saya mau ke cengkeh Afo, berapa lama perjalanan, haruskah
menyeberang pulau, bisa kasih ancar-ancar biaya?

6. Pemandangan dibalik uang Rp. 1000,- (Maitara dan tidore) itu rutenya
gimana? Jauh dari Ternate?

(dihapus)

8. Sekarang tentang Manado, dari arsip IBP kutemukan hotel unique Inn
kalau tak salah, taripnya bolelah....., berapa ya jarak dari Sam
Ratulangi ke Hotel unique itu? ada ojek gak ya....???? Tujuan saya ke
Manado diantaranya ke Bunaken (konon kalau ke Manado jangan lupa Bubur,
Boulevard, Bunaken), nah karena sendirian gimana tuh rute ke bunaken,
dalam arti katanya boat ke bunaken berkisar 500ribu satu boat, apa ada
boat omprengan ya..... yang ngetem nunggu penumpang, senandainya
bermalam di Bunaken ada home stay backpacker-an yang murmer, bersih aman
nyaman :-)

(dihapus)

Salam,
-Purnawan-


      __________________________________________________________________ 
Yahoo! Singapore Answers 
Real people. Real questions. Real answers. Share what you know at 
http://answers.yahoo.com.sg

Kirim email ke