All, libur lebaran kemarin kita bebrapa genk anak IBP berhasil kabur dari pengapnya jakarta dan mendarat di Galunggung dan Ujung Genteng.
Sebelum sampai pada cerita penyu, wanti-wanti kalau pulang dari UG dan naik angkot jurusan lembursitu ke arah terminal sukabumi atas, kalau kemalaman say jam 7-an gitu, don't bother pergi ke stasiun deh. Mending pas dipertigaan bank mandiri turun dan nunggu elf jurusan bogor. Capwk deh ngadepin calo2 terminal. Penduduk kota sukabumi sendiri ramah2 dan memang menyarankan naik angkot. Kalau calo terminal yah dimana2 sama sajah. Anyway balik lagi ke cerita penyu. Siang-siang kita iseng pake angkot mengunjungi pos pangumbahan tempat penangkaran penyu berada. Kemudian ternyata pos itu sepi sekali. Tidak ada petugas yg ada. Kemudian daku iseng melihat kolam-kolam penampungan. Kalau di P Seribu kita akan melihat tukik berbagai macam ukuran berenang di kolam2 yg telah disediakan, di Pangumbahan I see Nothing! Bahkan gue malah lihat ikan emas di salah satu kolam. Agak bingung daku melihat hal ini. Mungkinkah mereka melepas tukik langsung ke laut setelah menetas? Malamnya daku ketika berkunjung ke pos yg sama utk bayar duit buat melihat penyu bertelur, iseng2 daku bertanya berapa harga yg harus aku bayar untuk melepas tukik ke laut dan jawabannya menggembirakan. 5000 rupiah utk 1 ekor tukik. Ya lumayan lah gue bisa melepas 1-2 ekor ke laut. Kemudian dia berkata lagi "eh tidak bisa, tukik yg menetas kemarin sudah dihitung dan dilaporkan ke DKP. Orangnya besok datang jadi gak bisa dilepas". Yah sedih lah daku. Si petugas kemudian memperlihatkan tukik yg baru sehari menetas di dalam tong. Jenis penyu hijau walau dari warnanya sih lebih bisa dibilang penyu hitam. Masih menjadi pertanyaan hingga sekarang, dimana mereka menangkar tukik nan mini tersebut? apakah langsung dilepas ke laut setelah dilaporkan? Iseng juga gue bertanya ke tukang ojek yg mengantar kami. Dia bilang hubungan antara pos penyu dan masyarakat kurang baik. Gue pikir sih ini karena masyarakat dilarang mengambil telur penyu lagi. Namun harusnya community development bisa terus dimatangkan. Karena masyarakat walau bagaimanapun adalah garda terdepan dalam melestarikan lingkungan. toh mereka bisa mengambil untung lebih banyak krn sekali antar ojek itu kita bayar 30 ribu dibanding biaya masuk pos yg cuma 5 ribu. Banyak kecurigaan dan pertanyaan muncul sih dari keberadaan Pos yg juga merupakan CV ini. Ada yg bisa menjelaskan? Joe __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
