cerita tentang amerika! agak lucu, kebetulan saya pernah beberapa kali pergi sama orang dari Paman Syam dan pernah juga bekerja di company yg kebetulan waktu itu byk juga orang dari negeri ini!
orang amerika kalau ngomong soal geography, mereka rata2x suka bingung! pertanyaan baliknya simple, sebelah mananya Vietnam? atau jauh nggak dari bali? saya pernah iseng tanya? pernah ke Nepal, pertanyaan baliknya selalu sebelah mana nya vietnam? mungkin kebanyakan orang amerika lebih dekat dengan kata Vietnam, karena punya sejarah panjang tentang peperangan. dan kalau ada orang amerika yang jalan2x keluarnegeri dengan backpacking, biasanya dia juga pendatang! saya jadi inget tentang majalah Backpacking www.backpacker.com backpacking, dinegeri paman syam kalau saya tidak salah menera, identik dengan kata Trail, apalagi dengar kata Apalacian Trail, jungle trekking, hiking in........ dan kalau di browsing di internet, backpacking trip banyak banget di amerika... mungkin, itu kali ya yang membuat mereka males ke luar negeri, karena backpacking di negeri nya sendiri nggak khatam2x... atau bisa jadi, karena amrika punya nasionalis tinggi terhadap negara nya, maklum.. amerika kan punya perhtiungan yang berbeda, salam ARIS Ambar Briastuti wrote: > Dulu saya beranggapan bahwa yang bisa plesir pastilah orang kaya > Dulu saya beranggapan bahwa berlibur itu vacation, bersenang-senang > penghargaan atas 'kerja banting tulang' berbulan-bulan > Dulu saya pikir berlibur itu prei, kosong, ndak ada pekerjaan > > Dulu saya pikir plesir itu jalan-jalan; jalan artinya dengan kaki > Dulu saya mengira plesir itu harus dengan klas satu. Tidur di hotel, > disediakan guide dan makan di restoran > saya salah besar > > Konsep jalan-jalan itu luas sekali. Saya sempat kaget ketika tahu > bahwa hanya dibawah 10% orang Amerika itu punya passpor. Berarti > mereka enggak pernah meninggalkan united states, seperti kasusnya > George Bush sebelum terpilih jadi presiden. Karena itu jika orang US > plesir artinya memang 'wah' sekali. > > Fenomena Jepang itu luarbiasa menarik. Mereka ini dikenal suka sekali > keluar negaranya. Saya ingat statistik akhir tahun 90an (mungkin perlu > diupdates lagi). Turis manakah yang tercatat paling banyak mengunjungi > Indonesia? Jepang. Sekarang turis manakah paling banyak mengunjungi > Singapura? Indonesia. WOW! > > Argumen tentang fiskal itu lemah sekali. Sudah ketinggalan jaman > maksud saya. Kalau hanya untuk menjaring orang Indonesia yang ke > Singapura saja rasanya enggak adil. Toh sekarang banyak budget flight > yang mempunyai akses langsung ke negeri itu. Dan mereka itu hanya > sepersekian persen. Trus yang sebagian besar Indonesia-nya mana? ngga > dihitung? dianggap enggak mampu. Protes! > > Kalaupun ketakutan akan membanjirnya orang Indonesia ke LN itu juga > sangat mentah. Menunjukkan ketidakpercayaan pada potensi pariwisata > Indoensia itu sendiri. Tinggal kita ini yang seharusnya mendengungkan > bahwa Indonesia itu ngga kalah sama Thailand dan Malaysia. Menanamkan > nilai bahwa Indonesia itu bisa lebih baik. Ngga hanya nimpukin negara > tetangga karena kelemahan marketing pariwisata kita (ie kasus rasa > sayange itu). Emang sakit bener ditunjukin kelemahan kita, tapi > darisini seharusnya makin semangat menggarap sungguh2. > > How? yah membuka mata pada orang Indonesia kalau di dalam negeri itu > juga keren koq. Anggapan bahwa plesir keluar negeri pastilah orang > kaya juga udah ngga jaman lagi. Kecuali kalau parameter 'keberhasilan' > hidup diukur dengan rumah, mobil, gadgets, dan atribut lifestyle > seperti travelling. > > Siapa sih yang mo ngaku kalau plesir di Singapura tapi nginepnya di > Lucky Plaza? he he he.... > > Salam, > Ambar > > > > > -- I have no idea where I'm going, but I try my best to get there! Destination is nothing journey is everything http://www.indobackpacker.com http://backpacking.indobackpacker.com http://odesya.multiply.com Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
