Pu haba kak Meutia ? :) Lon ureung Lhokseumawe kalo direct to aceh,...saya asumsikan kak Meutia naik pesawat. Silakan cek airasia untuk Jkt-Medan dan mandala untuk Medan-BNA.
Untuk jalan darat di Aceh sudah aman, sudah sangat jarang (hampir tidak pernah lagi) terjadi kontak senjata. Beberapa tahun lalu sangat sering terjadi kontak senjata diantara Idie dan Langsa. Ibu dan adik saya sempat ter"sandera" GAM selama dua hari. lalu titik rawan lain ada disekitar Kandang, beberapa km sebelum Lhokseumawe. Tapi itu dulu. Sekarang sudah sangat lancar. Perjalanan darat terakhir yang saya lakukan pada Mei 2007 sangat lancar. Menggunakan Mio, saya masih bisa menyempatkan mampir membeli dodol khas TanjungPura dan meneruskan perjalanan ke Langsa dari Tjg Morawa tanpa masalah. Dari Langsa-Lsm- BandaAceh juga lancar. Terakhir saya kesana lewat jalan darat pada tahun januari 2005. Dua minggu pasca tsunami. Berdasarkan informasi terakhir dari keluarga, yang mengganggu di darat cuma pos TNI yang memungut pungli. Pulangnya Sebaiknya direncanakan apa langsung ke Bukit Tinggi, lewat utara atau singgah dulu ke Danau Toba dan Pulau Samosir. Jalannya berbeda. Lebih singkat kalo nggak lewat danau Toba sih. tapi sayang view sebagus itu dilewatkan. Untuk angkutan darat, kalau langsung menuju Bukit Tinggi, saya sarankan langsung memilih bus orang Padang,...ANS dkk. Perwakilan nya ada di Marendal,.....jalan sisingamaraja Medan. Jangan beli di terminal. ANS relaif lebih bersih dan lebih nyaman dari ALS. Diawali dari Bukit Tinggi, jangan lupa main ke lembah anai, panorama, danau maninjau, danau singkarak, danau diatas-danau dibawah, gua Jepang, dan kalau ada waktu ke makam Siti Nurbaya. Kalau suka trekking bisa ke Gn Singgalang, Marapi atau Talimau. Wisata terasering di Bali jadi pemandangan umum di pinggir jalan SumBar. Sayang istana Pagaruyung sudah terbakar, tinggal istana Selindung Bulan. Sampai di sumbar, perjalanan darat relatif aman kakak jalani sendirian. Itu dengan asumsi kak Meutia naik bus. Dari Sumbar sebaiknya singgah ke danau Gunung Tujuh,...atau sekalian naik Gn Kerinci. Nggak banyak yg bisa dilihat di Riau. Lalu berfoto di sungai Musi dan Jembatan Ampera. Hiruk pikuk pagi hari masyarakat Palembang di sungai musi dan masyarakatnya yang menjadikan empek2 sebagai sarapan pagi adalah hal-hal kecil yang belum bisa saya lupakan dari Palembang. Satu lagi,...jangan masukkan kamera digital terlalu dalam, pemandangan saat kita turun dari Bandar Lampung menuju Bakauheni sangat indah. Entah kenapa saya kurang beruntung karena selalu tertidur setiap kali melewatinya. Rian Surabaya-Tjg.Morawa NB: tanggal 1-15 November saya juga akan berada di Sumatra Utara dan Aceh. --- In [email protected], meutia andriani <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > hallo semuaaaa... > > saya ada rencana liburan ke aceh...berangkatnya direct to aceh, cuma pulangnya saya pengen banget "menyisir " sumatra. Jadi dari aceh ntar pengen ke sumbar, trus ke riau, and palembang. Klo pakai angkutan darat kira2 safe gak ya? Pa lagi jalan darat from aceh-nya Need advice banget ya... > > Thanks... > > Meutia
