Wah saya gak begitu setuju dgn istilah "self destruct". Btw sepertinya ada quota email per hari buat saya krn jawaban saya yg mirip punya Donny gak dimuat. mohon maaf kalau saya memang rada cerewet di milist hehehe. dah bawaan orok hihihi.
sekali lagi di situs http://www.wikipedia.org/hypothermia dah disebut fenomena ini sebagai paradoxical undresses. penjelasan ilmiah nya ada 2. yg banyak dipercaya orang tapi pembuktian ilmiahnya kurang ya kurang lebih seperti yg ditulis Donny. Namun versi saya begini :) sistem perlindungan purba tubuh yg dibentuk selama berjuta2 tahun evolusi menyerah. menggigil otot yg dimaksud untuk menimbulkan panas tubuh sudah kehabisan energi sehingga tubuh pasien sudah tidak menggigil lagi. kelanjutannya adalah sumbatan pembuluh darah yg maksudnya untuk prioritas perlindungan organ inti (body core: bagian dada) juga menyerah. akhirnya ya itu flowing darah yg semula hanya berkisar di bag organ inti sekarang lepas bebas ke seluruh tubuh yg membuat perasaan semu badan terasa panas. Ini tahap yang sudah lewat dari kritis alias dah deket banget!! Bener kata Donny bahwa pertolongan yg paling penting di tahap ini adalah tambahan pasokan panas dari luar semisal kompor menyala hehehe. karena suhu tubuh biasanya dah drop dibawah 30 derajat celcius dengan kondisi kehabisan energi maka sulit bagi korban untuk bisa menaikkan suhu internalnya sendiri. Menariknya kata wikipedia, kalau korban akhirnya meninggal karena kedinginan, maka kondisi ini tidak bisa dibilang meninggal sampai si korban dihangatkan kembali dan tetap meninggal. soalnya walau tubuh sudah dingin dan tidak ada detak jantung, tahap brain dead masih bisa belum terjadi. ----- Original Message ---- From: Donny <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, February 16, 2008 7:45:32 PM Subject: [indobackpacker] Re: treatment Hypothermia Rasa panas itu dipercaya sebagi mekanis tubuh untuk "self destroy" guna mengakhiri penderitaan. Makanya kebanyakan org yg hilang di gunung, pas diketemukan biasanya dalam keadaan telanjang. Gw pernah melihat beberapa foto korban hilang dari tim SAR, ada yg gak pake baju, ada yg koloran doank. Yang membantu banyak itu pelukan teman2, bukan selimutnya, you should thank them :) Orang yg kena hypotermia tubuhnya sudah tidak mengeluarkan panas, biar pake selimut satu kontainer juga bakal percuma, karena tidak ada panas yg disimpan oleh selimut. Yg bener emang ada orang sehat yg ikutan selimutan bareng korban, kalo bisa buka baju, kalo korbannya wanita mungkin gak sulit nyari volunteer :) Panas tubuh si orang sehat akan terperangkap selimut atau sleeping bag dan menghangatkan korban. Mudah2an gak ada korban seperti ini lagi. don >Nambah dikit.... >Waktu gw naik pangranggo di puncak mandala wangi, gw pernah ngalamin Hypotermia, setau gw sih dulu awalnya gw kedinginan pol, trus kemudian badan rasanya hangat bahkan sampe kepanasan hingga bawaannya pengen buka jaket plus main air, kesadaran gw juga hilang karena gw terus2an dipaksa temen2 untuk gak tertidur.Dalam kondisi realnya badan gw pas di sentuh temen2 udah dingin pol. saat itu gw dipaksa tetep menggunakan jaket 2 lapis, selimut tebel. plus pelukan erat temen.setelah berjam2 di peluk dengan jaket and selimut kondisi gw membaik and kesadaran gw muncul kembali. jadi gw pikir pertolongan dengan selimut tebel juga ngaruh kok dalam kondisi hypotermia, yang paling utama sih jangan sampe ybs tidur karena mulihin kondisi drop akan makin sulit saat ybs tertidur. >Itu aja info tambahan gw. moga bermanfaat.: ) [Non-text portions of this message have been removed] ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed]
