* Phillipines! Kong Mahal.... (=Phillipines! I love you ) adalah banner yang dipasang di gate international transit worker (balikbayan) di Ninoy Aquino International Airport, Manila
Ada 2 pilihan transit bebas visa utk terbang ke west coast Canada (Vancouver) : Hongkong atau Philippine. Saya pilih Philipine. Karena saya pernah baca, perdagangan antara Sulawesi Utara dengan Philippine lebih tinggi daripada Sulut dengan Jakarta. Tapi koq sedikit sekali ya jurnal yang dibuat backpacker ke negara ini tentang culturenya? Atau memang Filipino gak punya culture, karena pengaruh Spanyol dan Amerika yang membuat mereka sangat kebarat2an dibanding negara2 Asteng lainnya? Belum ada backpacker di IBP yang keluar negeri lewat laut jalur timur. Walau saat ini pun saya tidak lewat jalur laut, setidaknya saat transit ini saya punya kesempatan close encounter dgn Pinoys (sebutan buat bangsa Filipina) di negara yang bangga dengan tenaga kerja luar negerinya (Balikbayan = TKI nya Indonesia). Balikbayan diperlakukan seperti pahlawan pulang perang oleh pemerintahnya karena membawa devisa masuk ke Philippine, tidak peduli apakah mereka white atau blue collars workers. Bandingkan dgn pemerintah Indonesia terhadap TKI yang juga membawa devisa masuk .. Dibanding airlines lain ke Amerika Utara, Phillipine Airlines bersaing harganya, dan kita mudah mendapat hotel transit STPC. Dengan gini kita bisa istirahat sebelum long flight Manila-Vancouver. Hari Jumat Phillipine AIrlines tidak terbang ke Amerika Utara, jadi saya pilih berangkat hari Kamis supaya bisa transit. Jadi, usahakan transit dan minta fasilitas hotel transit (STPC) Banyak sekali peminat Philipine Airlines, waiting list sudah closed, maka saya harus dinaikkan ke kelas lain supaya bisa berada di waiting list urutan pertama, dan itu berarti tambah bayar USD200. Saya gak perlu resah, apalagi kalo merunut setiap rupiah yang kita pake ke luar negeri maka berarti ada sebagian devisa Indonesia yang hilang keluar. Karena, macrowise, di trip kali ini tidak ada devisa Indonesia yang hilang, krn saya pergi pake grant konferensi yang diberikan negara maju kepada negara berkembang (bukan pinjaman). Dan itu berarti saya bepergian pake pajak yang dibayarkan warga negara lain ke pemerintahnya. Perjalanan patriotik yang asik, bukan? Hehehe...... Philippine Airlines dari Jakarta ternyata kosong melompong. Tapi ketika transit di Singapore, pesawat langsung full ..Balikbayan pulang mudik ke Phillipine. Ketika pesawat landing di Manila, suasana ceria sangat terasa di bandara. Semua orang saling ngobrol dan tertawa2 walau gak saling kenal, juga dengan petugas imigrasinya. Beda banget dengan petugas2 imigrasi Singapore yang ekspresi wajahnya sama persis dengan German Shepperd yang dibawa2 petugas customnya. Warna paspor RI saya sama persis dengan paspor Phillipines. Karena wajah saya tipikal Asia Tenggara pada umumnya, saya jadi serasa agen rahasia sedang melakukan penyusupan. Petugas imigrasi yang bingung karena saya Cuma cengar-cengir diajak bicara Tagalog jadi mahfum ketika membaca paspor RI saya. Sekilas, para Balikbayan tersebut sama seperti kaum urban Jakarta, bedanya mereka lebih percaya diri, ceria, dan secara umum terpancar aura positif. Attitude ini juga saya temui di pekerja2 di Manila. Saya menangkap kesan, Pinoys di Manila, setidaknya para Balikbayan, adalah orang Jakarta versi ceria dan percaya diri. Transit hotel Philipine Airlines adalah selalu di hotel kelas de luxe Century Park Hotel, hanya 15 menit dari airport by taxi tapi pada siang dan sore hari perlu sekitar 1,5 jam karena macet. Breakfast versi buffet nya bikin saya panik kegirangan. Melimpah ruah, berbagai jenis dari berbagai belahan dunia dan asik2 ....Saya pun kongkow lama disana sampe gak kuat jalan karena perut penuh. Saya sesali, karena jadinya saya gak bisa cepat2 keluar hotel utk explore Manila. Rupanya hari ini ada Konferensi Balikbayan di Manila. Dalam konferensi itu, mereka punya deklarasi : harus ada pekerja Pinoy di tiap negara di seluruh dunia! Hebat! Lapangan kerja di Philippine juga sama sulitnya di Indonesia, dan banyak Pinoys yang mengadu nasib di luar negeri. Di Indonesia, para pinoys memegang jabatan penting karena Englishnya dianggap lebih bagus dari Indonesia (padahal gak juga), dan di Amerika Utara mereka bekerja sebagai blue collars, lagi2 karena Englishnya menyelamatkan mereka. Di Manila, saya jarang menemukan laki2 nongkrong2 ngerokok di pinggir jalan, mungkin karena mereka berani mengadu nasib keluar negeri bermodalkan englishnya. Selain itu, tampaknya laki2 pinoy juga punya keberanian dan tekad lebih dibanding kebanyakan laki2 Indonesia, karena di Canada saya sering menemukan Pinoys yang bekerja sebagai blue collar tidak bisa bahasa inggris, tapi koq ya berani aja berimigrasi keluar negeri. Terpikir, TKI dibayar sangat rendah di Malaysia dibanding para Balikbayan di Malaysia, lagi2 dgn alasan karena kemampuan bahasa Inggris TKI suka bikin frustasi para usernya karena gak ngerti diajak ngomong apa2. User yang frustasi ini lalu melakukan kekerasan dan TKI gak berani membela diri karena gak bisa berkomunikasi dgn polisi. Daya jelajah TKI pun hanya mencakup negara2 Islam dan Hongkong, padahal brotherhood Islam kenyataannya gak bisa jadi garansi menjamin keselamatan para TKI di negara2 Malaysia dan UEA. Seandainya saja Departemen Tenaga Kerja mau investasi sedikit saja utk mendidik bahasa Inggris dan internet ke setiap calon TKI, maka TKI akan mampu bersaing dgn Balikbayan dan berani menjelajah ke negara2 lain. Ketika mencoba memotret polisi yang bertugas di pinggir jalan, seorang laki2 tua berpakaian agak compang-camping mendekat, Are you from TV station? tanyanya. No, I am just a hobbyst. Ngobrol ngalor-ngidul (dengan grammar yang sempurna, kemungkinan dia dari kalangan terdidik), bapak tua itu surprised ketika tahu bahwa saya Indonesian. Lalu dia bilang, My sister got married and lived in Malaysia. Lho, apa hubungannya? Saya bilang, Malaysia dan Indonesia itu beda Negara. Saya tekankan, really different .. Dari berbagai pengalaman kedepan, rupanya kebanyakan Pinoys berpikiran Indonesia adalah bagian dari Malaysia karena sama2 muslim, dan jika saya bilang bukan, maka di benak mereka Indonesia adalah bagian dari Thailand. Simply, Indonesia itu gak ada dalam peta Asia Tenggara .. Biar cepet, saya sering bilang bahwa Indonesia itu dekat Australia, sedangkan Malaysia dan Thai itu di atas ..Kemungkinan hal ini terjadi karena jarang orang Indonesia traveling ke Philipine & negara2 Amerika Utara dibandingkan Malaysia dan Thailand. Ketika saya Tanya sopir taxi hotel apa dia bisa membedakan antara tamu pria Indonesia dan Malaysia, dengan yakin dia bilang : Bisa Katanya, tamu pria Malaysia gemar memakai Polo shirt. Lalu kalo tamu Indonesia? Gemar pake Polo Shirt juga. Lalu apa bedanya? Dia bingung..... Salah satu cara murah dan tepat keliling suatu kota adalah dengan LRT (Light Rapid Transit) nya, kecuali di Jakarta (lha gak punya .). Dan hebatnya, di beberapa stasiun, bagian pria dan wanita dipisah. Jangan coba2 melanggar garis batas, karena ada polisi ditengahnya. Setiap ingin masuk ke area LRT, di stasiun2 tertentu kita harus digeledah dulu. Yang wanita digeledah oleh petugas wanita, dan yang pria juga oleh pria. Tapi pada jam makan siang, LRT jadi lamaaa ..akibatnya antrian membludak seperti busway. Saat transit pulang ke Jakarta, saya mampir di Cultural Center of Phillipine. Tapi sedang tidak ada eksibisi apa2 disana. Saya lalu bertanya dengan seorang muda disana, dan dia menganjurkan utk pergi kearah pantai. You can go there baster by walking. Saya bingung. Baster? A bus? Buster? Bastard?. Faster, kata dia. Hahaha ..saya langsung ingat buku The Naked Traveler bagian Pilipina, Filipina atau Pilifina? Disitu diceritakan, banyak pinoys kesulitan ngomong F dan V dan sering diucapkan jadi B atau P. Pinoys juga selalu melafalkan a seperti apa adanya, bukannya jadi e seperti seharusnya bahasa inggris. Pernah saya tanya, Could you tell me how to go back to Century Park hotel? Mereka bingung. Bek? What, bek? Yes, bek. Go back. Go back to the hotel. Lalu setelah mikir2, mereka berseru, oooh, you mean baak? You can take this road to go baak to the hotel. Ooh ..Buat seorang guru bahasa inggris, bukankah ini bisa bikin disorientasi kejiwaan karena disorientasi pronouncation ? Karena macet di Manila hampir separah Jakarta, dan karena penumpang Philipine Airlines rupanya selalu membludak antreannya hingga harus dibikinkan terminal sendiri, saya gak berani ke tempat jauh2 saat transit. Banyak tempat menarik di sekitar Century Park Hotel, beberapa diantaranya adalah Manila Bay dan Museum Metropolitan. Museum ini adalah tempat display karya para mahasiswa institute kesenian Philipina menggambarkan bangsa Philipine. Saya senyum2 sendiri disana. Ah, Southeast Asian people ..Karya2nya tidak boleh dipotret, tapi sebagian banner keterangan karya2 disana bisa saya share disini : You know you are Filipino if you are : 1. You have uncles and aunts named Boy, Girlie, or Baby 2. You have relatives whose nicknames consist of repeated syllables like, Jun-jun, Ling-ling, and Mon-mon. 3. You add unwarranted h to your name like Jhun, Bhoy, Rhon. 4. You keep your furniture wrapped in plastic and covered with blankets. 5. You hang a rosary on your cars rear view mirror. 6. You have a piano that no one plays 7. You use Vicks Vapor rub as an insect repellents 8. You wash and reuse plastic utensils, Styrofoam cups and aluminium wrappers 9. Your second luggage is a balikbayan box 10. You have mastered the art of packing suitcase to double capacity 11. You collect items from airlines, hotel and restaurants as souvenirs. 12. You point with your lips. 13. You ask for the bill at a restaurant by making rectangle in the air 14. You respond to Hoy! or a Pssst! in the crowd. 15. You try hard to speak English and when you dont know what to say next, you say,You know .. 16. Your microwave, washer, TV, VCR, computer, printer, toaster, and doorknobs are hidden under quilted covers. 17. When you are in a restaurant, you wipe your plate and utensils before using them. 18. You insist on fitting 8 people into a taxi, with several of them sitting on the lap, or nakakandong. PS : Foto2 baru akan diupload 2 minggu YAD. Karena blog saya khusus menampilkan Indonesia, foto2 luar negeri hanya dibuka utk contact, kecuali ada permintaan teman2 asing untuk display foto. Untuk jadi contact, silakan add : http://kuntarini.multiply.com/. Salam, Tari YM ID : [EMAIL PROTECTED] http://kuntarini.multiply.com http://profiles.friendster.com/kuntarini
