bulan januari lalu saya juga mengajak ibu dan adik-adik melihat pasar terapung.. kata pertama yg terucap.. "koq sepi mbak?" padahal saya ksana jam 5 pagi.. masalahnya bukan karena memang udah bubaran atau bagaimana.. sekarang coba saja anda lihat.. yg datang ke pasar terapung ga banyak yg beli disitu kan? orang datang cuma untuk menikmati yg jualan.. dan sekedar foto-foto.. trus mereka yang berjualan apa yang didapat? "banyak yang sudah berjualan di darat mbak" begitu ujar tukang kelotok..
begitu gigihnya mereka yg jualan di sungai merayu tiap perahu yang datang untuk membeli dagangan mereka,, ditengah kecipak air .. mendekati tiap perahu berisi wisatawan.. tapi hanya satu dua orang yg terlihat membeli dagangan mereka.. klo dibandingkan dengan floating market di thailand.. sungai mereka kan lebih sempit daripada di banjarmasin.. tentu saja aktifitas nya juga ga sebanyak di banjarmasin... ruang geraknya juga terbatas.. jadi di thailand walo namanya pasar terapung berasa kaya di darat.. mungkin klo dibiarkan keadaan seperti skrg ini berlanjut dalam 10 - 20 tahun lagi dah ga ada yg namanya pasar terapung banjarmasin -- Best Regards, ARTIKA PAWARDHANI PangkalanBun Sweet City Kalimantan Tengah (F) 0532 6707900 (M) 0856 513 54025 (W) http://riztka.blogspot.com (MP) http://permatapura.multiply.com [Non-text portions of this message have been removed]
